
Sesampai di rumah Rizal, "Ma, Rizal pulang," teriak Rizal masuk rumah. Rosa masih termenung di teras rumah. "Ay, ayo," ujar Rizal menarik tangan Rosa masuk ke dalam rumah.
Rosapun duduk di ruang tamu, "Ayo ke dalem sini," ajak Rizal menarik tangan rosa.
"Ngomong sama siapa Zal?" tanya Sandra mendekati Rizal. "Ini Ma, Rosa," jawab Rizal.
Rosa hanya tersenyum kemudian mencium punggung tangan Sandra. "Cantik Zal, pinter anak mama pilih pacar," ujar Sandra. "Ach tante, bisa aja," lirih Rosa salah tingkah.
Sandra hanya tersenyum, "Mama aja panggilnya, gak usah tante, biar lebih deket," ujarnya merangkul Rosa. "Rosa udah makan nak? Yuk makan sama mama," sambungnya mengajak rosa keruang makan.
"Mas ganti baju dulu," ujar Rizal mengacak rambut Rosa kemudian kekamarnya. Rosa pun ikut membantu mama rizal menyiapkan makan siang.
"Udah lama kenal Rizal?" tanya Sandra. "Baru kok ma, mungkin baru dua bulanan," Jawab Rosa.
"Ooh, kok mau diajak Rizal pacaran?" Tanya Sandra. "Karna Kak Rizal baik sama seperti Rian baik sama Rosa," ucap rosa.
"Oooh kenal dari Rian bukan kenal dari sekolah? " Tanya Sandra. Rosa mengangguk. "Malah Rosa gak tau klo satu sekolah sama Kak Rizal, ketauannya pas kemah kemarin karna Kak rizal jadi panitia," jelas Rosa.
"Oooooh gitu, berarti gak tau donk klo Rizal ketua OSIS," ucap Sandra menyiapkan minum.
Rosa menggeleng. "Iya, Rosa gak tau klo kak Rizal itu ketua OSIS atau kapten basket, lagian juga bagi Rosa itu gak penting kok," ujar Rosa.
"Maksudnya?" tanya Sandra. "Iya gak penting klo Kak Rizal itu ketua OSIS atau jago basket, Rosa mau deket sama Kak Rizal kan karna Kak Rizal baik sm Rosa," ujar Rosa menatap Sandra.
Sandra tersenyum. "Rosa bener-bener anak baik," katanya.
__ADS_1
"Kata mama kita itu deket dengan orang itu dari hati bukan karna ada apanya, disaat kata suka dengan orang karna ada apanya ketika orang itu gak punya yang kita suka kita akan kecewa tapi klo kita deket dengan orang itu dari hati secara gak langsung pasti kita akan nerima kekurangan orang tersebut," jelas Rosa menatap Sandra.
Sandra tersenyum. "Rosa bener-bener anak baik yach." katanya merangkul bahu Rosa.
π»π»π»π»π»
Rizal mendekati rosa dan mamanya. "Masak apa ma?" tanya Rizal mendekati mamanya. "Ada soto, enak nich, empingnya ada ma?" sambungnya duduk disamping Rosa.
"Ada, tuch ditoples," kata Sandra menunjuk dalam lemari. Rizalpun mengambil toples emping dalam lemari.
"Soto ini klo dikasih emping enak rasanya Ay, tapi ngasihnya juga pas mau mkn, biar msh ada rasa krenyes-krenyesnya, Ara mau coba? Enak loh," kata Rizal menyuapi Rosa. "Iya Mas, enak," kata Rosa menatap Rizal. Sandra hanya tersenyum melihat kedekatan mereka berdua.
"Emang emping itu makanan kesukaan Rizal Sa, kalo makanannya makanan yang berkuah, pasti harus pake emping melinjo," Jelas Sandra. "Rosa punya sodara? Berapa? " Tanyanya.
"Ada ma, satu lelaki satu perempuan juga," Jelas Rosa sambil makan. "Oooh, klo Rizal saudaranya cuma satu, lelaki juga," Jelas Sandra. Mereka pun makan sambil bercanda tawa di meja makan.
Usai makan, Rosa berberes. "Biar aja Sa, mama aja beres-beresnya," Kata Sandra. "Gak papa kok ma, Rosa udah biasa kaya' gini dirumah, kata mama itu, anak gadis gak boleh males dan kalo kemana-mana gak boleh ninggalin apa-apa yang kotor, pamali," kata Rosa membereskan piring bekas mereka makan.
"Mama suka Rosa Zal, dijaga yach jangan sampe lari," bisik Sandra menatap Rosa yang sedang berberes dan mencuci piring. "Pinter donk Rizal pilih pacar, baru sekali diajak kermh mama sudah jatuh cinta," canda Rizal.
"Iya, Rosa anak yang apa adanya, santun lagi sama ortu," ujar Sandra. "Tapi Rosa itu orangnya pemalu ma, dimaklumi yach," ucap Rizal.
"Kalo pertama emang gitu semua kok, tapi tenang aja, ntar Mama yang buat dia gak pemalu lg," kata Sandra. Ahkirnya Sandra ikut mencuci piring bersama Rosa sambil bercanda tawa.
πΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Setelah mencuci piring, Rosapun di ajak Sandra duduk di ruang tengah dan cerita-cerita. "Ini camilan Sa, dimakan, biasanya Rizal kalo sedang nonton gini sambil nyamil," tawar Sandra. "Ach mama repot-repot, jadi Rosa gak enak," lirih Rosa. Sandra tersenyum. "Gak kok, mama biasa buat kue gini, karna punya anak suka nyamil," ujar Sandra.
"Cerita apa sich, seru banget," ujar Rizal mendekati Rosa yang sedang tertawa. Rosa hanya menggeleng.
"Cerita-cerita kosong Zal, sambil nonton tv, "Ujar Sandra. Rizal pun ikut nimbrung, sesekali mengacak gemas rambut rosa. "Udah mau pulang belum?" tanya Rizal menatap Rosa.
"Jam berapa sekarang?" tanya Rosa. "Jam setengah empat," jawab Rizal.
"Udah sore, nanti mama cari," ujar Rosa. "Lah tadi kan tau pergi kerumah Mas," ucap Rizal.
"Ya tetap aja Mas, udah sore, kata mama anak cewek jam 5 sudah harus ada dirmh, gak boleh kemana-mana lagi, liat aja ntar pasti mama sudah nunggu di dpn pintu," cerocos Rosa tanpa titik koma.
Rizal terbahak mengacak gemas rambut Rosa. "Kalo lagi kaya' gini gemesin tau gak," ujarnya. Rosa hanya cemberut.
Sandra menggeleng-gelengkan kepalanya melihat interaksi keduanya. "Kaya'ny anak mama yach, semua kata mama," ujarnya mengacak rambut rosa.
"Iya ma, papa juga bilang gitu,anak ce gak boleh pulang malem, apalagi sama laki-laki," kata Rosa. "Rosa pulang ma," Ujar Rosa mencium punggung tangan Sandra." Rizal nganter Rosa ma," kata Rizal mencium pipi Sandra. "hati-hati," kata Sandra membelai rambut Rizal.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Diperjalanan, "Kaya'nya Mas, deket banget sama Mama yach, pasti ada apa-apa cerita ke mama," ujar Rosa. "Iya Ay, sama siapa lagi coba Mas cerita klo gak sama Mama? Papa jarang di rumah, klo sore aja dirumah, terkadang lembur di kantor sampe malem, makanya Ara beruntung punya papa kaya' papa yang slalu ada untuk Ara," kata Rizal memainkan rambut Rosa yang berada dipundaknya.
"Ya lainlah Mas, Papa kan cuma pegawai kantor, jadi waktu kerjanya teratur, gak kaya' Papa Mas, seorang pengusaha, bahkan usahanya udah ada cabang di mana-mana," kata Rosa. Tanpa terasa merekapun sampai.
"Udah nyampe Ay, yuk turun," ajak Rizal merangkul bahu Rosa. Rosa hanya terdiam mengiringi Rizal. Setelah pamit dengan orang tua Rosa Rizal pun pulang ke rumahnya.
__ADS_1
πΉπΉπΉπΉπΉ
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β₯οΈ, β, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya.. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.