Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 15 Disukai Kakak Kelas


__ADS_3

Semenjak perkemahan, Rosa dan Rizal semakin dekat, bahkan mereka di gosipkan berpacaran, ditambah lagi semenjak kejadian Rizal yang mengakui bahwa Rosa adalah pacarnya y membuat gosip itu semakin merebak. tapi mereka berdua tak menyadarinya.


"Apa iya Rosa dan Rizal pacaran?" gumam Indra dalam hati menatap Rizal dan Rosa yang sedang bercanda tawa.


"Elo kenapa?" tanya Winda melihat Indra. "Gak, cuma penasaran aja, apa iya Rosa dan Rizal itu pacaran?" tanya Indra.


"Emang kenapa? Rosa mau elo jadikan korban selanjutnya?" ledek Winda terkekeh. "Apaan sich, gue suka Rosa, bukan mau jadi'in dia korban," gerutu Indra. "Iya, udah elo bosen dengan dia elo tinggalin, hati-hati loh bodyguard dia itu ada dua," canda Winda.


"Bodyguard? Maksudnya?" tanya Indra. "Iya, gue denger dari Mimi, selain Rian, Rizal jg slalu melindungi Rosa," jawab Winda.


Indra terbelalak kaget. "Maksudnya? Mereka berdua bener-bener jadian," tanyanya. Winda mengedikkan bahunya. "Gue gak tau persis, tapi kata Mimi, Rizal itu sayang sama Rosa dan gak akan pernah biarin Rosa terluka dan kata Ilona sama Tere, Rizal udah ngakuin klo Rosa itu pacar dia, makanya sekarang satu sekolah gosipin mereka pacaran, apa iya seorang Rizal ngaku-ngaku pacar Rosa klo dia gak pacaran?" tanyanya.


"Gue masih belum yakin karna belum denger dari mulut Rizal maupun Rosa," ucap Indra. "Tapi Tere sama Ilona bilang, Rizal mengakui klo Rosa itu pacarnya dan emosi Rizal bisa tak terkendali seperti Rian ketika melihat Rosa tersakiti, apalagi klo liat Rosa nangis san terluka," jelas Winda. "Masa iya sich? Seorang Rizal mengakui Rosa pacarnya? Berarti mereka bener-bener pacaran?" tanya Indra.


"Elo mau nembak Rosa?" tanya Winda.


Indra mengangguk. "Gue yakin Rosa nerima gue," ungkap Indra. "Pede lo," ledek Winda. "Iyalah, lah coklat gue dia terima terus," ucap Indra.


"Dari mana elo tau? Setau gue Rosa juga suka dengan Rizal, mereka itu udah sama-sama suka," ungkap Winda.


"Elo tau dari mana?" tanya Indra. "Mimi cerita semua ke gue, Rizal lelaki yang sedingin es itu bisa berubah menjadi lelaki yang hangat dan humoris ketika berada di dekat Rosa, berarti Rizal itu bisa jadi diri sendiri ketika ada deket Rosa, julukannya sebagai beruang kutub itu menghilang ketika berada di dekat Rosa karna pada dasarnya Rizal itu orang yang hangat, itu kata Mimi," jelas Winda.


🌻🌻🌻🌻🌻


      Ketika Rosa sedang membereskan bukunya. "Hai Sa, tumben belum pulang," ucap Indra mendekati Rosa. "Iya Kak, tadi kami les matematika, baru aja selesai, ini lagi beres-beres," jawab Rosa. "Tumben sendiri," ucap Indra. "Yang lain udah pada di jemput, Rosa juga udah mau pulang kok," ujar Rosa.

__ADS_1


"Biasanya dengan Rian, mana Rian?" tanya Indra celingukan mencari Rian. "Rian tadi ke toilet dulu, ntar kami juga pulang bareng kok," jawab Rosa.


"Ooh gitu," ucap Indra.


"Kakak sendiri kok belum pulang? Bukannya sekarang udah lama jam pulang ya?" tanya Rosa menatap Indra. "Kami tadi rapat OSIS jadinya baru kelar," jawab Indra.


"Oh ya? Berarti ada Kak Rizal donk, Rosa nemuin Kak Rizal dulu yach Kak, kemaren itu dompetnya ketinggalan dirumah, jadinya mau Rosa kembalika," ujar Rosa.


"Dompet Rizal? Ada di elo?" tanya Indra menatap Rosa keheranan. "Iya, emang kenapa? Kemaren itu Kak Rizal nemenin Rosa tanding balet, trus dompetnya ketinggalan di mobil papa," jelas Rosa.


"Rizal sering maen ke rumah elo?" tanya Indra. Rosa mengangguk. "Bahkan Kak Rizal sering nemenin Papa ngobrol," jawabnya.


"Sebenernya hubungan elo sama Rizal itu apa sich? Apa bener kalian pacaran seperti yang di gosipkan?" tanya Indra. "Emang iya? Satu sekolah  bilang gitu yach? Rosa aja gak sadar," ucap Rosa tertawa kecil sambil menutup mulutnya.


"Kakak cinta elo Sa, mau kan jadi pacar Kakak?" tanya Indra menatap Rosa. Rosa kaget, matanya membulat sempurna dan mengerjap pelan tanda dia sedang bingung yang membuat Indra semakin gemas.


"Sa, mau kan jadi pacar Kakak?" tanya Indra menggenggam erat tangan Rosa.


Rosa tersadar dan buru-buru menarik tangannya digenggaman Indra. "Maafin Rosa Kak, Rosa gak bisa," lirihnya menarik tangannya dari genggaman tangan Indra.


"Maksudnya? Elo nolak Kakak gitu?!" teriak Indra. Rosa hanya terdiam menundukkan kepalanya.


"Kenapa Sa?" tanya Indra menatap Rosa tajam. "Karna Rosa gak suka dengan Kakak," jawab Rosa pelan menundukkan kepalanya.


"Bukannya elo slalu nerima coklat dari Kakak? Itu kan tandanya elo juga suka gue Sa?" tanya Indra.

__ADS_1


Rosa menggeleng. "Bukan gitu Kak," jawabnya.


"Elo berusaha mempermainkan gue haaah?!" teriak Indra menatap Rosa.


Rosa menggeleng, jantungnya mulai berdegup kencang karna ketakutan. "Rosa gak pernah punya niat untuk mempermainkan Kakak," katanya pelan.


"Papa pernah bilang, klo ada seseorang memberi sesuatu kita harus menerimanya dan mengucapkan terima kasih untuk menghargai pemberian dari orang tersebut, urusan kita suka atau gak suka pada pemberian orang itu urusan belakangan, makanya Rosa slalu nerima coklat dari Kakak karna Rosa gak mau mengecewakan Kakak," sambungnya pelan mulai berani menatap mata Indra.


Dia menundukkan kepalanya lagi karna ketakutan ketika melihat amarah di mata Indra.


"Apa karna Rizal? Jawab Sa? Elo pacaran dengan Rizal?!" teriak Indra. Rosa menggelengkan kepalanya kemudian berlari.


"Rosa, tunggu!" teriak Indra menarik tangan Rosa. "Ada apa lagi Kak?" tanya Rosa berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Indra.


"Jadi coklat slama ini elo terima hanya untuk memanfaatkan Kakak?!" teriak Indra.


Rosa menggeleng. "Gak gitu Kak, bukankah Rosa tadi udah bilang? Rosa gak mau mengecewakan Kakak? Bukan hanya Kakak aja kok kalo ngasih barang Rosa terima, Rian, Gavin dan Yoga juga sering kasih Rosa sesuatu, apa juga tandanya Rosa suka mereka? Gak kan Kak?" jelas Rosa menatap Indra.


"Alah, omong kosong!" teriak Indra menarik tangan Rosa. dengan kuat. "Kak, Rosa mau di bawa kemana?" tanya Rosa berusaha memberontak ketika Indra semakin kuat mencengkram tangan Rosa masuk ke dalam kelas. "Diam, ikut aja!" bentak Indra semakin kuat menarik tangan Rosa. "Lepasin Rosa Kak, sakit," ucap Rosa berusaha memberontak. Dia semakin panik, matanya mulai berkaca-kaca karna benar-benar ketakutan.


Indra tak memperdulikan teriakan Rosa. Rosa berusaha memberontak dan akhirnya dia berhasil melepaskan tangannya dari cengkraman Indra. Dengan cepat dia berlari keluar kelas berusaha menghindari Indra.


🌺🌺🌺🌺🌺


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2