
Ketika Rosa mau pulang dari kursus dan mau menemui Rian yang duduk dibangku deket resepsionis. "Rosa, come here, follow me to madam selly's room," Ajak Arga. "What for sir?" Tanya Rosa mengiringi langkah Arga.
Arga hanya tersenyum. Rosa pun menemui Selly diruangan. Argapun keluar ruangan setelah mengantar rosa keruangan Selly.
🌻🌻🌻🌻🌻
Diruangan Selly. "Rosa, come here, please sit down here," Tawar Selly. "What happen maddam?"Tanya Rosa mendekati Selly.
"You take part in the English speech contest representing our course," Kata Selly. "what?" Ujar Rosa terbelalak. "But maddam I can't, I never follow that contest," Sambungnya.
"I believe Arga's choice," Jelas Selly. "U mustn't be winner, the most important of our courses is representatives," Ujar Selly.
"But maddam, I can't," Ujar Rosa. "I believe you can, cause I believe Arga's choice, this text, you have to memorize this text cause when appearing don't use text," Ujar Selly.
"When will the contest take place?" Tanya Rosa. "Two more weeks, I believe you can give the best for our course," Jawab Selly. "Excuise me maddam," Ujar Rosa kemudian meninggalkan ruangan Selly dan memasukkan teks yang diberi Selly ke buku catatan bahasa Inggrisnya.
💎💎💎💎💎
Rosa mendekati Rian. "Yuk pulang," ajaknya yang tak menyadari kalo Rizal berada disamping Rian. "Elo mau pulang dengan gue apa kak rizal?" Tanya Rian. "Loh ada Mas Angga toh? Ara gak nyadar," Ujar Rosa akhirnya duduk disamping Rizal.
"Kelakuannya Kak, pasti ada yang ganggu fikirannya," Ujar Rian. "Kenapa elo tadi dipanggil maddam? Lama banget lagi," Sambungnya menatap Rosa.
"Kerjaan Sir Arga tuch, milih gue jd perwakilan speech english dari tempat kursus kita," Gerutu Rosa memainkan kakinya. Rian tertawa. "Sa, Sa, gitu aja kok bingung, elo kan udah biasa speech english didepan temen-temen," katanya.
"Iya, depan temen-temen tapi depan orang banyak? Gue kan bener-bener belum pernah Yan," lirih Rosa pelan. "Bisa kok, sama seperti kata Sir Arga I believe u can," ujar Rian menatap Rosa. Rosa hanya mencibir.
"Minta ajari Kak Rizal tuch, dia kan ketua OSIS, pasti bisa menguasai mimik diatas panggung, punya pacar ketua OSIS kok gak dimanfaatin," ledek Rian. "Elo tuch yach, klo ngomong gak disaring lagi, suka asal jeblak," sewot Rosa memukul kepala rian pake buku yang dipegangnya kemudian meninggalkn Rian dan Rizal keluar ruangan.
__ADS_1
"Aduh, salah gue apa coba Kak? Pacar Kakak ini ganas bgt," gerutu Rian menggosok-gosokkan kepalanya yang sakit habis dipukul oleh Rosa.
Rizal mengangkat bahu kemudian menyusul rosa. "Yuk pulang, tuch Rosa ngambek," katanya. Rianpun mengiringi langkah Rizal.
"Elo mau pulang sama kak rizal?" Tanya Rian. Rosa mengangguk. "Yach udah klo gitu, gue pulang duluan," ujarnya mengacak rambut Rosa. kemudian merekapun pulang.
🌺🌺🌺🌺🌺
Ditaksi, "Kenapa tadi kepala Rian Ara getok?" tanya Rizal merangkuk bahu Rosa. "Habisnya Ara kesel sama Rian, masa Ara dibilang manfaatin Mas, padahal Ara kan gak pernah merasa seperti itu? Lagian juga dulu kan Ara kenal Mas, Angga Ara gak tau klo Mas Angga itu ketua OSIS atau bukan, Rosa mau deket sama Mas Anga kan karna Mas Angga baik sama Ara?" jelas Rosa menatap Rizal.
Rizal tersenyum menatap Rosa, senyum yang slalu buat Rosa jatuh cinta dan menjadi candu baginya. "Mas tau itu kok, karna itu Mas sayang Ara memilih My Sweety dibanding yang lain, gadis yang sederhana dan tulus bukan seperti mereka yang suka dengan ketenaran yang Mas punya," jelasnya mencium rambut rosa yang berada dipundaknya. Akhirnya mereka pulang, Rizalpun pulang setelah mengantar Rosa pulang ke rumah.
🌸🌸🌸🌸🌸
Ketika Rosa sedang duduk di samping musolah sekolah sambil menghafal teks pidato.
"Udah hafal teksnya? Kapan kita latihan lagi? Sore nanti? Dimana? "tanyanya. "Udah, tapi Ara gak pede mau bicara di depan banyak orang nanti, Ara takut gugup dan lupa," lirih Rosa pelan.
"Malah bagus, biar terbiasa Ay, liat aja, kalo Ara udah sekali maju pasti ketagihan, ngomong didepan orang banyak itu gak sesusah sweety bayangkan kok, anggap aja orang-orang didepan sweety itu teman-teman sekelas sweety yang biasa dengerin presentasi Ara, gampang kan?" ujar Rizal. "Gitu yach Mas?" tanya Rosa.
"Iya, ntar Mas buatin podium dari kardus, Ara latihan disana biar terbiasa seolah-olah ngomong dipodium beneren," jelas Rizal. "Makasih Mas," lirih Rosa.
Rizal hanya tersenyum mengacak rambut Rosa. "Yuk kita latihan lagi diruang OSIS," ajaknya menarik tangan Rosa. Rosa mengangguk kemudian mereka pergi keruang OSIS.
"Rosa bener-bener beruntung dapat pacar kaya' Kak Rizal yach, gue jadi iri, kapan gue punya pacar kaya' Kak rizal," kata Retno menatap Rosa dan Kak Rizal. "Sekarang juga bisa," canda Rian.
"Yang bener Yan? Siapa?" Tanya Retno. "Yoga," ledek Rian tersenyum nakal.
__ADS_1
Vivi tertawa. "Gue kira siapa, elo ini Yan," ledeknya. "Iya elo ach Yan, becandany gak lucu tau," gerutu Retno memukul pelan bahu rian.
"Gue serius Ret, liat aja bentar lagj dia nembak elo, kalo sampe itu terjadi, terima aja, Yoga tulus kok sayang elo," kata Rian tersenyum menatap Retno. "Elo ach, gak lucu tau," gerutu Retno. Rian tertawa dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Tapi saran gue, ikuti aja dech kata Rian Ret, elo liat sendiri Rosa, dia bahagia kan dgn Kak Rizal?Dia jg yang nyaranin nerima cinta Kak Rizal, Rian itu slalu tepat nilai org," ujar Vivi menatap Rian dari kejauhan.
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari berganti hari tanpa terasa waktu lomba pun tiba, satu demi satu peserta tampil termasuk Rosa, tiba akhir pengumuman dan Rosa ternyata jadi pemenangnya.
"Selamat sayang, Papa bangga sama Rosa," ujar Arya memeluk Rosa dan mengacak gemas rambut anaknya. "Selamat yach nak," ujar Linda memeluk Rosa dan mencium pipi rosa.
Rosa memeluk Rizal. "Ara menang Mas," bisiknya. "Selamat Ay, Mas bangga sama Ara," bisik Rizal mencium rambut rosa. "I believe you can," sambungnya menatap Rosa.
"Makasih Mas," lirih Rosa memegang kedua tangan Rizal dan menatap Rizal. Rizal melihat binar dimata indah Rosa yang membuat dia benar-benar bahagia. "Loh untuk apa?" tanya Rizal.
"Semuanya, kalo gak karna Mas Angga terus menyemangati Ara dan ngajarin Ara tentang penguasaan panggung, Ara pasti gak akan menang," lirih Rosa menatap Rizal.
Rizal tersenyum. "Bukankah suatu hubungan itu harus mendukung satu sm lain? Bukankah Ara sering melakukan hal itu klo Mas sedang bertanding taekwondo dan basket? Bahkan Ara lakukan itu sebelum kita jadian," katanya menatap Rosa.
"Congrulation Rosa, I believe my choice isnt wrong." Ujar Arga mengacak rambut Rosa. "Thanks Sir," ujar Rosa. Arga hanya tersenyum. "who is this?" tanyanya menatap Rizal. "He is my boy friend, cause him Iam be winner," ujar Rosa. "Oooh, how can?" Tanya Arga. "He taught me about mastering the stage every day," ujar Rosa. "Its great, you are lucky have boyfriend like him," ujat Arga. Rosa hanya tersenyum.
"Talent Rosa di speech english sangatlah bagus Pak, jadi kalo bisa diasah trus," ujar Arga.
"Makash, udah mendidik anak kami," ujar Arya.
"Saya hanyalah gurunya yang mengarahkan Rosa akan talentnya, selanjutnya itu tergantung dengan Rosa yang akan mengasahnya atau gak," jelas Arga, setelah agak lama dia bercerita dengan keluarga Rosa, diapun pulang.
__ADS_1
🥀🥀🥀🥀🥀
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.