
Ketika istirahat les. "Ke kantin yuk Sa, mana Sofi?" ajak Andre mendekati Rosa. "Gue nunggu Kak Wahyu Ndre, nganter nasi, Sofi tadi ke kantin makan sama Siti," ujar Rosa.
"Yach udah, gue ke kantin ya," ujar Andre. Rosa mengangguk. seperginya Andre ke kantin. "Sa, gak ke kantin?" ujar Raka mendekati Rosa, kakak kelas Rosa yang dari pertama rosa masuk sudah suka dengan Rosa. "Gak Kak, gue lagi nunggu nasi dari Kak Wahyu.
"Sa, gue suka sama elo, mau kan jadi pacar gue?" ujar Raka tiba-tiba menggenggam tangan rosa. Rosa kaget dan kembali menarik tangannya. "Maafin gue Kak, gue gak bs," ujar Rosa.
"Loh kenapa Sa? Gue kurang menarik?" tanya raka. Rosa mengeleng. "Apa karna Andre? Elo sudah pacaran dengan Andre?" ujar Raka yang tau Rosa dekat dengan Andre.
Rosa juga menggeleng. "Terus kenapa elo gak bisa nerima gue?" ujar Raka. "Karna gue gak suka kakak," lirih Rosa menatap Raka. "Masa' elo gak suka gue sa?" ujar Raka mencium tangan Rosa.
Rosa langsung menarik tangannya yang berada ditangan Raka kemudian dia pergi meninggalkan Raka. Raka menarik tangan Rosa dengan kuat hingga membuat Rosa jatuh dipelukkannya.
Raka berusaha mencium bibir Rosa. Rosa mendorong tubuh Raka. "Jangan Kak," ujar Rosa menggeleng berlari meninggalkan Raka.
Raka tak menyerah, dia mengejar Rosa dan menarik tangan Rosa. "Lepasin gue Kak, gue mohon," ujar Rosa memelas ketika Raka memeluk pinggangnya dengan posesif.
Rosa berusaha memberontak dalam pelukan Raka. "Lepasin gue Kak," ujar Rosa mulai terisak dan berusaha memberontak yang membuat Raka semakin kuat memeluknya dan berusaha untuk mencium bibir mungil Rosa.
Andre yang balik lagi karna dompetnya ketinggalan melihat kejadian itu. "Loh ngapain kalian disini?" sapanya melihat Raka dan Rosa berpelukan. Raka terkejut dan melepaskan pelukan Rosa.
Rosa langsung berlari kebelakang Andre. "Tolongin gue Ndre," isak Rosa menatap Andre sambil memegang kedua tangan Andre. Andre menangkap ketakutan yang tersirat dari mata Rosa yang berkaca-kaca.
Rosa mencengkram tangan Andre dengan kuat dan berlari ke belakang Andre seraya mohon perlindungan, masih terdengar isak tangisnya. "Kakak apain Rosa?" selidik Andre. "Bukan urusan elo, ini urusan gue sama Rosa," gerutu Raka.
Rosa masih tertunduk di belakang Andre sambil terisak. "Rosa gak akan jadi gini kalo gak Kakak apa-apain, gue panggilin guru biar Kakak diskor?" ancam Andre.
Raka mendengus sebal pergi meninggalkan mereka. Rosa semakin kuat mencengkram tangan Andre terus membelakangi Andre ketika Raka lewat di depan mereka dan Andre merasakan hal itu. Masih terdengar isak tangis Rosa dengan kepala tertunduk.
"Elo gak papa sa? Emang Kak Raka mau ngapain elo?" selidik Andre menatap Rosa yang masih tertunduk dibelakangnya, masih terdengar isak tangisnya."Sa," selidik Andre memegang dagu Rosa dan menatap Rosa yang terisak.
Tiba-tiba Rosa memeluk Andre. "Gue takut Ndre, anter gue pulang, gue gak mau les," isaknya dipelukan Andre. Tangisnya pecah dipelukan Andre.
__ADS_1
Andre terdiam menenangkan jantungnya yang bergemuruh tak menentu ketika Rosa memeluknya. Dia merasa kenyaman karna sebenarnya dia mencintai Rosa tanpa sadar membalas pelukan Rosa. "Elo nanti pulang dengan gue ya," ujarnya tanpa membelai rambut Rosa tanpa sadarpun menciumnya.
Rosa menggeleng masih dipelukan Andre.
"Gue mau pulang Ndre, gue takut," isaknya. "Baru sekarang gue menemukan titik lemah Rosa yang slama ini tangguh, tapi gue bahagia dia bisa meluapkannya pada gue, berarti elo nyaman dengan gue Sa," gumam Andre dalam hati membelai rambut Rosa.
"Loh kenapa Rosa Sit? Kenapa pelukan sama Andre? Yuk kesana," ujar Sofi menarik tangan Rosa hatinya terbakar cemburu karna sebenernya Sofi mencintai Andre.
Mereka kemudian mendekati Rosa dan Andre. "Kenapa Rosa Ndre?" ujar Sofi menatap Rosa yang terisak di pelukan Andre. Sambil terisak Rosa menceritakan kejadian yang baru menimpanya di kelas tadi.
"Sudahlah Sa, elo gak papa sekarang," ujar Andre membelai rambut Rosa yang masih dipelukkannya. "Iya Sa, elo gak papa kok," ujar Fatur membelai punggung Rosa.
"Gue takut, gue mau pulang, anter gue pulang," isaknya. Sofi dan lainnya berpandangan melihat Rosa yang slama ini tangguh menjadi lemah.
"Ntar kita nunggu A' Wahyu aja yach, ntar dia ke sini elo udah pulang, kata elo A' Wahyu dalam perjalanan ke sini," ujar Fatur. "Iya Sa, bener kata Fatur," ujar Siti.
"Iya Sa, gue juga setuju dengan Fatur," ujar Nurul. Siti dan Sofi mengangguk tanda setuju.
Beberapa menit kemudian. "Loh De', kenapa?" tanya Wahyu yang baru datang mengantar nasi melihat Rosa dipelukan Andre. Rosa menghambur kepelukan Wahyu dan tangisnya semakin pecah.
"Rosa mau pulang A', Rosa takut, Rosa gak mau les," isak Rosa sesegukan. Sofi, Andre Fatur,Nurul dan Siti berpandangan. Wahyu menatap Andre minta penjelasan.
Andre menjelaskan apa yang dia lihat. Rosa menceritakan kejadian yan menimpanya di kelas tadi sambil terisak. "Rosa takut A', Rosa mau pulang," isak Rosa menatap Wahyu. "Ayo A'," rengeknya menarik tangan Wahyu. Siti, Nurul dan Sofi berpandangan.
"Sepertinya Rosa bener-bener terpukul, dia gak pernah bersikap seperti itu sebelum-sebelumnya," ujar Andre. "Iya Ndre, yang Aa' takutkan nanti dia gak mau sekolah lagi kalo dibiarkan, masalahnya di Surabaya dulu dia juga pernah mengalami hal yang sama dan satu minggu gak mau sekolah, kalo saja Rian gak bujuk dia, mungkin dia pindah sekolah," ujar Wahyu.
"Makan dulu, ntar sakit, kakak ke kantor," sambungnya memberikan bekal pada Rosa. Rosa menarik tangan Wahyu. "Jangan dilaporin ke guru A', Rosa takut," lirih Rosa menatap wahyu.
"Iya kalo gak gitu, besok-besok pasti berusaha melakukan lagi," terang Wahyu.
"A' Wahyu bener Sa, nanti pasti Kak Raka mengulangi perbuatannya dengan elo, ia takutnya ntar lebih parah dari itu," ujar Fatur.
__ADS_1
"Makasih Ndre, gue gak tau jadi apa gue kalo elo gak datang tadi," ucap Rosa menatap Andre tulus. "Biasa aja sa, kita kan sahabat, apa salahnya saling bantu," balas Andre mengacak rambut Rosa.
"Elo udah makan Ndre? Makan bareng gue yuk, tapi sendoknya cuma satu gantian aja," ujar Rosa menatap Andre.
"Gue udah makan, ya ampun, gue belum bayar, gue tadi kesini kan mau ngambil dompet, gue bayar dulu ya," ujar Andre. "Udah gue bayarin Ndre, elonyaΒ ke kantin lama banget, gue kira gak balik lagi," balas Fatur.
"Makasih Tur, ntar uangnya gue ganti," ujar Andre. "Mulai dech gitu, gak suka gue, kita sahabat, bukannya elo bilang tadi sahabat harus saling bantu, ya gak Sa?" ujar Fatur merangkul bahu Rosa memasang muka tengil. Rosa yang sedang makan kaget dan terbatuk dan mengambil minum.
"Fatuuuuuur!!!!" teriak Rosa melempar botol minumnya pada Fatur. Fatur berlari menghindar dengan tawa menggelegar.
"Tuch elo mau tau asli pacar elo kalo dengan gue," gerutu Rosa dengan Nurul. Wahyu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rosa pada sahabatnya.
"Gue baru tau Kak Raka suka elo sa," ujar Sofi . "Gue juga gak tau Fi, untung tadi ada Andre, kalo gak ada Andre, gue gak tau apa yang terjadi," ujar Rosa. "Aa' pulang yach," ucap Wahyu. "Rosa ikut, Rosa gak mau les Kak, Rosa takut," lirih Rosa menatap Wahyu dengan memelas.
"Loh kan bisa pulang sama Andre atau Fatur De', bisa kan anter Rosa pulang?" ujar Wahyu. "Bisa A," kata Andre dan Fatur bersamaan.
Rosa menggeleng. "Rosa mau pulang," lirihnya pelan menundukkn kepalanya. "Mungkin Rosa butuh waktu untuk tenang A', gue rasa memang lebih baik dia pulang, percuma juga ikut les kalo dia gak konsentrasi," ujar Andre.
"Iya A', Andre bener," sahut Siti. "Yach udah kalo gitu, yuk pulang," ajak Wahyu merangkul bahu Rosa. "Kalo memang bener dia gak mau sekolah lagi gara-gara kejadian hari ini, Aa' minta tolong kalian untuk membujuknya ya, karna setau Aa' cuma kalian berlima yang deket dengannya dan cuma kalian yang slalu ada dalam ceritanya setiap hari, berarti kalian orang yang paling deket di hati Rosa, biasanya Rosa akan lebih cepet luluh hatinya kalo orang yang deket dihatinya yang bujuk dia," sambung Wahyu menatap sahabat-sahabat Rosa.
"Iya A'," jawab Andre, Sofi, Fatur, Nurul dan siti bersamaan. Pada akhirnya Wahyu dan Rosa pun pulang.
πππππ
Diperjalanan, Rosa memejamkan mata. "Emang kejadiannya gimana De'?" tanya Wahyu. Rosa menceritakn kejadian di sekolah dengan Raka. "Itulah, kenapa Aa' wanti-wanti sama Ade', takutnya kejadian seperti ini, diluar sana banyak orang jahatnya daripada yang baik, De', ada apa-apa bilang ke Aa' jangan diem-dieman, nanti ada apa-apa, Ade' itu Ade' Aa' dan Adek disini cuma punya Aa', jadi Kakak harus jaga Ade' dan Ade' jadi tanggung jawab Aa' disini," jelas Wahhyu mengacak rambut Rosa.
"Aa' cuma percaya Adek pergi sama Andre atau Fatur dibanding cowok yang lain yang suka sama Adek karna mereka sama seperti Rian tulus sama Adek," ujar Wahyu. Tanpa terasa mereka pun sampai di rumah.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β₯οΈ, β, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Maaf cerita di akun saya yang bernama Andra Marantika Solihan pindah ke akun saya yang baru ini karna ada sesuatu dan lain hal. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.
__ADS_1