Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 51 Studi Banding


__ADS_3

Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like,β™₯️,vote, hadiah dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


🌻🌻🌻🌻🌻


Pada suatu hari. "Hei, kalian mau ikutan gak?" tawar Andre yang melihat Rosa dan Sofi sedang bercanda tawa di jalan. "Ikut Andre Sa?" ujar Sofi.


"Boleh juga, yuk daripada telat," ujar Rosa. Kemudian mereka masuk. "Elo gak dianter A' Wahyu Sa?" ujar Andre.


Rosa menggeleng. "Hari ini kan jadwal Teh Novi cek kandungan," ujarnya. "Oh Teh Novi sedang hamil Sa? Berapa bulan?" tanya Sofi.


Rosa angkat bahu. "Gak ngerti gue, Teh Novi juga gak cerita, dia cuma bilang, kemungkinan punya anak kembar," ujarnya. "Wah, enak dunk, elo punya ponakan sekaligus dua, pasti rame rumah," ujar Sofi membayangkan keramaian rumah yang banyak penghuninya.


"Elo Fi, Teh Novi yang hamil kembar, dia yang antusias," ujar Andre. "Ya iyalah Ndre, dari dulu gue slalu menginginkan punya sodara banyak, bisa diajak main, gak kaya' gue slalu sendiri, sepi, paling main sama Rinto dan Indah," lirih Sofi.


"Mangkanya gue seneng disini, banyak temen yang ngerti gue kaya' kalian," sambungnya menatap kaca jendela. Rosa dan Andre berpandangan.


"Emang di Jakarta elo gak punya teman?" ujar Rosa. "Punya sich, tapi yang ngerti gue cuma Rinto dan Indah adik Rinto, karna kata orang sich gue keras kepala, jadinya mereka males temenan sama gue, iya Sa? Emang gue keras kepala?" ujar Sofi.


"Kadang-kadang sich," ujar Rosa. "Bukan kadang-kadang lagi Sa, keseringan malah," ledek Andre sambil nyetir.


"Andre, nyebelin ich," rajuk Sofi cemberut memukul lengan Andre yang berada disampingnya yang membuat Andre terbahak.


"Elo Ndre, suka banget usil, kemaren ngusilin gue, sekarang ngusilin Sofi," gerutu Rosa. "Habisnya, kaya' dia aja yang sendiri, gue juga gak punya sodara loh, mangkanya gue seneng banget punya temen-temen baik kaya' kalian, gue merasa punya sodara," ujar Andre.


"Sama, gue juga gak punya sodara disini, lah sodara gue di Surabaya semua, bagi gue, kalian adalah sodara gue," ujar Rosa. Tanpa terasa merekapun sampe di sekolah.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Ketika istirahat, ketua dan wakil ketua kelas disuruh kumpul di lapangan. "Sa, tuch dipanggil ke kantor, Andre nunggu elo," ujar Sofi. "Gue kumpul dulu yach," pamit Rosa mengiringi Andre.


"Apa pengumuman Sa?" ujar Sofi. "Kita akan study banding ke SMA Negeri 1 di Surabaya," ujar Rosa. "Pulang kampung dunk Sa," ujar Nurul.


"Iya, kaya'nya," ujar Rosa. "Ciyeee, yang mau ketemu pujaan hati," ledek Fatur berbisik. Rosa melotot. "Berisik lo, gak ada yang tau, tau gak," bisik Rosa.


"Termasuk Andre?" bisik Fatur. "Andre udah tau," bisik Rosa.


"Berarti dia udah nembak elo?" bisik Fatur. Rosa mengangguk. "Jangan kasih tau yang lain, gak ada yang tau, awas kalo sampe ada yang tau," ancam Rosa berbisik meniup kelingkingnya kearah Fatur.

__ADS_1


"Fatur terbahak. "Apa sich, ada yang lucu apa?" ujar Nurul dengan tatapan menyelidik. Rosa melotot ke arah Fatur memberi tanda jangan berbicara apapun.


Yang membuat Fatur cengengesan menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Ngomong apa dari tadi bisik-bisik," selidik Nurul. "Adalah, gue laper, ke kantin yuk," ujar Rosa mengalihkan pembicaraan kemudian berjalan menuju kantin.


"Apa maksud elo pujaaan hati dengan Rosa tadi?" bisik Andre merangkul bahu Fatur. "Elo denger gue ngeledekin Rosa?" bisik Fatur melotot.


Andre mengangguk. "Apa bener Kak Rizal yang sering ngirimin Rosa surat itu yang elo bilang pujaan hati Rosa," bisiknya. Fatur angkat bahu. "Ntar elo tau ndiri nanti, gue takut salah ngomong, Rosa ngambek sama gue," bisiknya.


"Elo ini, ada rahasia apa sebenarnya?" Tadi bisik-bisik dengan Rosa, sekarang bisik-bisik dengan Andre," selidik Nurul. "Iya, jangan-jangan ada rahasia yang gak kami ketahui diantara kalian bertiga," ujar Sofi.


"Udah ach, gue laper, nyusul Rosa ke kantin yuk," ujar Fatur mengalihkan pembicaraan agar tak membahas Rosa lagi. Mereka pun menyusul Rosa ke kantin.


🌺🌺🌺🌺🌺


Menjelang bel masuk sekolah. "Sit, elo ikut yach study banding, kata Andre, kita bertiga nanti ikut cerdas cermat untuk cewek," ujar Rosa. "Tapi Sa, gue gak bisa, elo tau sendiri kan keadaan gue?" lirih Siti.


"Apa yang elo khawatirkan?" Biaya? GampanglahΒ  itu gak usah difikirin, ya kan Sa?" ujar Sofi menyenggol bahu Rosa. "Iya, gak usah difikirkan, biar kami yang fikirkan, yang penting elo ikut, dan persiapkan diri elo," ujar Rosa merangkul bahu Siti.


"Iya Sit, biar kami yang mikirin semuanya," ujar Nurul. "Makasih, kalian emang sahabat gue yang paling baik," ujar Siti memeluk Rosa, Sofi dan Nurul.


"Loh ngapain kalian pelukkan kaya' teletubbis," ledek Fatur. "Elo tuch yach, suka banget ganggu orang," gerutu Rosa.


"Ya Ndre," ujar Fatur merangkul bahu Andre. Andre hanya tertawa. "Suka gitu ach elo Tur, ntar pamor Rosa turun dari penggemarnya ketauan gak wibawa lagi," ledek Andre.


Rosa hanya mendelik yang membuat Andre dan Fatur tertawa. "Emang elo sering teriak-teriak Sa?" selidik Nurul. "Sering, apalagi kalo moodnya lagi jelek, ngambeknya gak ketulungan, lebih parah dari Sofi," ledek Andre.


"Mulai, mulai kan ngeledek itulah kerjanya," gerutu Rosa yang membuat Fatur dan Andre akhirnya tertawa.


"Kalian ini suka banget ngeledekin Rosa," ujar Sofi. "Elo belum tau asli Rosa yach, ntar kapan-kapan gue liatin yach," ujar Fatur.


Candaan merekapun terhenti ketika guru masuk kelas dan mulai belajar.


🌸🌸🌸🌸🌸


Sepulang sekolah, Rosa mengambil foto Rizal yang berada di meja belajarnya. "Mas, bentar lagi kita bertemu, Ara jadi gak sabar, Ara kangen banget dengan Mas Angga," gumamnya tersenyum membelai foto Rizal yang berada dalam bingkai.


"De', makan yuk, Teteh tungguin dari tadi gak nongol-nongol dari kamar," ajak Novi. "A' Wahyu udah pulang Teh," ujar Rosa yang tau kalo Wahyu pasti pulang ketika makan siang.

__ADS_1


"Belum nyampe, lagi dijalan," jawab Novi. "Yang lagi kangen, foto kekasih dipandangi terus," ledeknya ketika melihat Rosa memegang foto Rizal.


"Sekolah kami mau ngadain study banding ke sekolah Mas Angga Teh, Rosa seneng banget bisa ketemu A' Angga lagi," ujar Rosa dengan mata berbinar. "Ciyee, yang kangen, belum juga setahun," goda Wahyu yang baru sampai langsung ke kamar Rosa karna tau istrinya berada di kamar Rosa.


"A' Wahyu, suka gitu," rajuk Rosa cemberut. Novi tertawa membelai rambut Rosa. "Iya, dari tadi diajak makan, malah sibuk liatin foto kekasih," ledeknya.


Wahyu tertawa. "Yuk makan, Aa udah laper," ajaknya. Merekapun makan siang bersama.


🌹🌹🌹🌹🌹


Suatu hari, Sofi dan yang lainnya ke rumah Wahyu karna mau mengajak belanja untuk persiapan study banding. "Ada Rosa Teh?" ujar Sofi kekita Novi membukakan pintu. "Lagi siap-siap, masuk dulu yuk," tawar Novi. Sofi dam yang lainnya masuk.


"Kalian mau belanja untuk persiapan keberangkatan besok?" ujar Novi sambil menyuguhkan minum. "Iya Teh, lusa berangkatnya, jadi kami mau mempersiapkan semuanya," jawab Nurul.


"Oh, pantes Rosa semangat banget, pasti dia udah gak sabar mau ketemu dengan Rizal," ujar Novi.


Sofi, Siti dan Nurul berpandangan. "Rizal? Siapa Rizal?"ujar Sofi. "Iya Kak, siapa Rizal?" ujar Siti.


"Loh kalian gak tau toh? Rizal itu pacar Rosa, dia selama ini menjalin hubungan LDR karna Rosa di Bandung, dia,rajin ngirim surat ke sini, Teteh kira kalian tau, karna Fatur juga tau kok suka ngeledekin dia," ujar Novi. "Oooh, gue ngerti, berarti yang dia cerita kemaren pacarnya itu berarti yang namanya Rizal?


"Emang Rosa cerita apa dengan elo, elo gak asyik ach, pake maen rahasia-rahasiaan dengan gue," rajuk Sofi. "Yeeee, mana gue tau, gue fikir kalian tau karna Fatur juga udah tau dengan Andre," ujar Nurul.


"Berarti cuma kita berdua yang gak tau Sit," ujar Sofi. "Iya, liat aja Rosa ntar tak omelin," gerutu Siti.


Nurul tertawa. "Rosa juga gak akan cerita dengan gue kalo dia punya pacar di Bandung, berhubung gue kemaren gak ngambek sama Fatur karna cemburu dan curiga sama Rosa, jadi Rosa cerita tentang Mas Angganya tercinta," ujarnya.


"Elo sich ambekkan sama Fatur, sampe Fatur uring-uruingan terus," ledek Siti. "Iya, untung sayang, kata Fatur, kali gak sayang udah tak tinggal," ledek Sofi.


"Kalian itu yach, ngeledek terus," rajuk Nurul. "Tapi bukannkah dia dia cerita kemaren itu Mas Angga bukan Rizal?" ujarnya.


"Ya sama aja, Mas Angga itu panggilan sayang dia untuk Rizal," ujar Novi. "Berarti Kak Rizal yang sering ngirim surat itu sama dengan Mas Angga yang pernah diceritakan dengan Nurul?" ujar Sofi.


"Iya, Kak Rizal dan Mas Angga itu sama," ujar Novi. Siti dan yang lainnya berpandangan. "Jangan-jangan Rizal Erlangga yang ketua OSIS di SMA itu yang pacarnya Rosa," ujar Siti.


"Emang bener, kok kalian tau?" ujar Novi. "Itu Kak, diundangan study banding kan ada namanya," ujar Siti.


"Waaaaah, Rosa kereeen, bisa punya pacar ketua OSIS," ujar Nurul. "Lama nunggu?" ujar Rosa yang baru keluar dari kamar.

__ADS_1


"Lumayanlah, elo gak liat, camilan dengan air yang disuguhkan Teh Novi udah ludes?" ledek Nurul. Rosa hanya cengengesan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ayo berangkat," ujar Nurul. Setelah pamit merekapun berangkat ke Mall


__ADS_2