Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 2 Persahabatan Part 1


__ADS_3

Rosa mempunyai sahabat dr kecil yang bernama Rian, mereka dilahirkan di hari yang sama hanya Rian lahir satu jam lebih cepat dari Rosa.


Rosa dan Rian dimasukkan kesekolah yang sama oleh kedua orang tuanya.


Pandu dan Ajeng orang tua Rian sangat menyayangi Rosa seperti anak sendiri karna selain mereka dilahirkan dihari yang sama mereka berdua adalah saudara sesusuan karna Pandu dan Ajeng sering menitipkan Rian dengan Arya dan Linda begitupun sebaliknya.


Ketika Rosa sedang menunggu jemputan di tempat kursus baletnya.


"Sa, pulang bareng yok, udah sore," ucap Rian mendekati Rosa.


"Tapi nanti papa jemput, dia bingung nyari," jawab Rosa menatap rlRian.


"Ntar Papa kabari kalo Rosa ikut pulang, kita makan dulu baru pulang, bentar lagi malem," ucap Pandu.


"Iya nak, gak baik anak gadis kok sendirian duduk dihalte," kata Ajeng merangkul bahu Rosa.


Akhirnya Rosapun menurut mengikuti langkah Ajeng. Merekapun pulang bersama.


🌻🌻🌻🌻🌻


Selain Rian, Rosa juga mempunyai sahabat yang bernama Susi yang tinggal didepan rumahnya. Mereka sering bermain sepeda bersama di taman termasuk dengan Rian dan mereka satu sekolah.


Di sekolah, selain Rian dan Susi Rosa pun mempunyai sahabat yang bernama Bayu, mereka sangat dekat, walau pertamanya Bayu dan Rosa slalu berantem tp semakin hari mereka semakin dekat setelah mengenali satu sama lain.


Mereka sering makan bareng dikantin dengan bekal masing-masing yang mereka bawa dari rumah, terkadang mereka sering tukar menukar bekal yang mereka bawa masing-masing dari rumah.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Suatu hari dikantin sekolah, Rosa makan dengan Bayu, Rian dan Susi.


"Wah Sa, bagi donk rainbow cakenya," Kata Susi yang tau Rosa sedang membawa Rainbow cake. Rosapun membaginya, seperti biasa mereka pun saling tukar menukar bekal.


"Gue bakal kangen nich sama rainbow cake buatan elo Sa," ucap Bayu sambil memakan rainbow cake yang diberikan Rosa.


"Emang elo mau kemana? Pergi jauh?" canda Rian merangkuk bahu Bayu.


"Gue mau pindah, papa dipindah tugaskan kantor cabang disana," ucap Bayu.


"Elo mau pindah? Kemana?" tanya Rian, Rosa dan Susi bersamaan.

__ADS_1


Bayu tertawa melihat ekspresi sahabat-sahabatnya. "Kompak banget, nanya aja bareng, sampe pertanyaannya aja sama," candanya.


"Namanya berarti sehati karna kita tak terpisahkan," ucap Rian. Semua tertawa.


"Elo mau pindah kemana?" tanya Rosa. "Papa dipindahtugaskan ke Lembang, jadi terpaksa gue ikut, kemaren gue gak mau ikut, mau tinggal sama nenek dan sekolah bareng disini sama kalian, tapi mama gak nyuruh takut ngerepotin nenek," kata Bayu.


"Kok sama? Gue juga mau pindah ke Lembang, kata Papa kasian nenek sendirian udah tua gak ada yang jaga," ucap Susi.


Jadi kalian mau pindah semua?" kata Rosa pelan. "Tenang aja Sa, masih ada gue kok," ujar Rian merangkul Rosa.


"Iya Sa, kita masih bisa kok surat-suratan walau berjauhan tapi kan kita deket disini," ucap Susi menunjuk dada Rosa.


"Iya Sa, Susi bener, gue janji kita akan berkumpul lagi suatu saat nanti dan tugas elo Yan, jaga Rosa seperti yang elo lakukan selama ini dan buat dia bahagia, gue juga akan jaga Susi sampe dia menemukan kebahagiaannya agar suatu saat nanti kita bertemu lagi," kata Bayu.


"Dalem kata-kata elo Bay, gue pegang janji lo," ucap Rian merangkul bahu Bayu.


Apaan sich, gue gak ngerti," ujar Rosa. "Ntar juga elo ngerti Sa," ucap Rian merangkul Rosa.


Semua tertawa. Merekapun bercanda tawa sampai bel istirahat usai.


🌺🌺🌺🌺🌺


"Iya Zan, elo sendiri? Nunggu jemputan?" kata Rosa menatap Rezan.


"Rosa, mata elo itu bener-bener tulus, andai gue bisa deket dengan elo sama seperti Rian dan yang lainnya," gumam Rezan menatap Rosa.


"Kenapa Zan?" ujar Rosa menatap Rezan.


"Gak papa, elo kaya'nya selain deket dengan Rian deket banget sama Susi dan Bayu," jawab Rezan.


"Ya kaya'nya emang cuma mereka yang mau temenan sama gue, elo khan tau sendiri gue paling gak bisa deket sama orang," ujar Rosa pelan menundukkan kepalanya.


"Kok gitu?" tanya Rezan menatap mata indah Rosa.


"Gue cuma minder Zan, gue sadar kok gue gak sama dengan yang lainnya, gue cuma anak seorang pegawai kantoran, sedangkan elo tau sendiri teman-teman kita di sini? Semua rata-rata anak pengusaha termasuk Bayu dan Susi, cuma mereka berdua mau jadi temen gue," kata Rosa.


Rezan mendesah. "Andai elo tau Sa, kehidupan elo masih lebih beruntung daripada gue," gumamnya menatap Rosa.


"Kenapa elo liatin gue gitu? Gue salah ngomong yach? Maafin gue yach," ucap Rosa memegang lengan Rezan.

__ADS_1


"Gak kok, elo gak salah, elo itu terlalu baik Sa, slalu menjaga tutur kata dengan orang, gak mungkin lah elo salah ngomong," jawab Rezan.


"Syukurlah klo gitu, gue takut kalo kata-kata gue nyakitin elo," ucap Rosa menatap Rezan.


Rezan tersenyum. "Elo mau tau Sa? Elo masih termasuk beruntung, masih banyak orang yang lebih kurang daripada elo,"ucapnya. "Gue contohnya," gumamnya dalam hati.


"Maksudnya," kata Rosa menatap Rezan bingung.


"Elo tau sendiri? Gue masuk sekolah kita bukan seperti kalian yang dibiaya orang tua yang mampu, gue kalo gak karna beasiswa gak akan pernah bisa sekolah di tempat kita, makanya gue jarang suka kumpul bareng kalian, karna apa? Karna sepulang sekolah gue harus bantu ibu jualan dan slalu tutup mata dan telinga ketika diejek temen-temen sekolah kita terutama Amel," ucap Rezan.


"Alah omongan Amel kok didengerin, gue masuk telinga kanan keluar telinga kiri, bagi gue semua manusia itu sama, kita ini masih anak-anak, klo pun terlahir di kalangan orang berada toh yang berada itu orang tuanya," ujar Rosa.


"Makanya gue slalu giat belajar Sa, gue bertekad akan jadi orang yang membanggakan orang tua, tapi tetap aja gak bisa ngalahin elo," ucap Rezan.


"Jadi maksudnya gue saingan dimata elo?" tanya Rosa.


"Gak lah, gue malah pengen deket dengan elo sama seperti Bayu, Rian dan Susi, tapi seperti kata elo tadi, gue minder dan malu mau deketin elo aja gue takut,"lirih Rezan pelan.


"Takut kenapa?" kata Rosa. "Takut elo gak mau berteman dengan gue," jawab Rezan.


Rosa tertawa. "Elo ini Zan, lucu tau, masa mau deket sama gue aja takut, emang gue makan orang apa," Katanya.


"Jadi kita temenan yach," ujar Rezan. Rosa menganggukkan kepalanya.


Ketika sedang bercanda tawa.


"Dooooor," teriak Rian memukul bahu Rosa dan Rezan.


Rosa berteriak kaget. "Elo tuch yach, nyebelin banget, seneng banget ngagetin orang," ujar Rosa mengacak-acak rambut Rian.


Rian tertawa. "Ngobrolin apa sich? Seru banget," ujarnya.


"Gak ada yang penting, ya kan Sa," ujar Rezan menatap Rosa.


Rosa mengedikkan bahu. "Pulang yuk, gue laper," Katanya. "Terserah," Jawab Rian.


"Bareng yuk Zan," ujar Rosa menarik tangan Rezan. Akhirnya mereka pulang bersama.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Maaf cerita di akun saya yang bernama Andra Marantika Solihan pindah ke akun saya yang baru ini karna ada sesuatu dan lain hal. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


__ADS_2