Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 42 Perkenalan Part 2


__ADS_3

Rizal terjaga ketika tangannya digenggam oleh Rosa. "Ada apa?" kata Rizal. " Mas Angga kok di sini? Gak sekolah?" ujar Rosa lemah.


"Ini hari Minggu Ay, Mas mau di sini nemenin Sweety," ujar Rizal membelai rambut Rosa. "Minum susu mau? Mas buatin," tawarnya kemudian beranjak membuatkan susu.


Rosa terdiam menatap Rizal yang sedang membuatkan susu. "Mas Angga, apakah cintanya masih untuk gue?" gumamnya dalam hati. "Ini susunya diminum,"Β  tawar Rizal.


Rosa menggeleng. "Ara mual Mas," lirih Rosa. "Pelan-pelan aja, perut Ara kosong, Mas ambilin pipet," tawarnya mengambil pipet.


Baru beberapa isapan, akhirnya Rosa muntah, tangan Rizal penuh muntah Rosa. Rizal membersihkan muntah di tangannya kemudian dengan telaten dia melap wajah Rosa yang penuh muntah dengan lap basah.


"Maafin Ara Mas," lirih Rosa. Rizal tersenyum. "Gak papa kok," ujar Rizal mengacak rambut Rosa.


"Ara nyusahin Mas," lirih Rosa. "Mas gak suka Ara ngomong gitu, mulai sekarang, Ara harus janji, jangan begini lagi, bukankah kita pernah berjanji gak akan pernah ada ketertutupan diantara kita?" ujar Rizal menggenggam tangan Rosa kemudian menatap mata sayu gadisnya.


"Inget gak kita pernah berjanji? Apapun yang terjadi," belum selesai Rizal bicara. "Kita akan slalu bersama," ucap Rizal dan Rosa saling menatap. Rizal tersenyum. "Mas sayang Ara, sampe kapanpun gak akan pernah berubah, ini, di sini, hanya milik Ara," ujar Rizal menggenggam tangan Rosa meletakkannya di dadanya.


Rosa balik menatap mata elang Rizal. Dia menemukan kesungguhan di manik mata lelaki itu.


"Mas cari sarapan dulu," ujar Rizal mencium kening Rosa dan mengacak rambutnya kemudian beranjak pergi.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Seperginya Rizal, Linda membantu membersihkan badan Rosa. "Biar seger Sa, jadi enak, udah lap dan ganti baju," ujar Linda. "Rizal anak baik, sepertinya sayang banget dengan Rosa, semoga kalian sampe ke pelaminan yach," ujar Linda.


"Masih lama Ma," lirih Rosa sambil memainkan aquarium kesayangannya.


"Lah emang Rosa gak mau Rizal jadi jodohnya?" goda Linda. "Mama kok ngomong gitu, emang ada lelaki yang ngerti Rosa seperti Mas Angga ngerti Rosa?" rajuk Rosa cemberut.


Linda hanya terkekeh mengacak gemas rambut Rosa.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Satu jam kemudian, Rizal kembali dari sarapan. "Ma, tadi Rizal beli sarapan untuk Mama," ujar Rizal. "Makasih nak, Mama makan dulu di kantin yach, sekalian beli air minum, titip Rosa," ujar Linda. Rizal hanya mengangguk.


"Lama nunggu Ay? Mas tadi mandi dulu, baru ke sini lagi," ujar Rizal mencium rambut Rosa dan mengacaknya.

__ADS_1


"Maaaas, ich, gak usah cium-cium rambut napa?" rajuk Rosa menghindar. "Loh kenapa?" ujar Rizal.


"Bau, Ara udah lama gak keramas," lirih Rosa. Rizal tertawa. "Lah bau pacar ndiri kok risih? Kalo udah jadi istri juga ntar terbiasa heeem," goda Rizal mengangkat alisnya satu.


"Apaan sich, masih lama tau, Ara aja masih SMP," rajuk Rosa. "Emang Ara gak mau jadi istri Mas?" goda Rizal. Rosa hanya tertunduk malu, wajahnya bersemu merah.


"Mas suka kalo Ara gini, keliatan seksi," bisik Rizal di telinga Rosa. "Jangan suka manja-manja dengan orang lain, Mas gak suka, manja Ara hanya milik Mas," sambungnya menatap manik mata Rosa. Rosa hanya mencibir kemudian melanjutkan memainkan aquarium kesayangannya.


Rosa menarik nafas panjang kemudian memejamkan mata. "Kenapa Ay?" tanya Rizal. "Ara mual," lirih Rosa.


"Mas atur bednya biar Ara bisa tidur," ujar Rizal menurunkan bed pasien "Istirahatlah, dari tadi Mas perhatikan main ini terus," ujar Rizal mengambil aquarium yang ada di tangan Rosa dan menaruhnya di meja. "Mas gak latihan? Ini kan hari minggu," ujar Rosa.


Rizal menggeleng. "Sweety lebih penting dari latihan, latihannya di tunda dulu," ujarnya membelai rambut Rosa sayang. "Jangan mikir yang macem-macem, istirahatlah biar cepet sembuh," titah Rizal membelai rambut Rosa. Rosapun tertidur dalam belaian Rizal.


🌷🌷🌷🌷🌷


Sudah hampir satu minggu Rosa berada di rumah sakit, ketika sedang menyuapi Rosa. "Hai Kak, pantes betah, di sini adem," ledek Iin menepuk bahu Rizal. Rizal kaget langsung berdiri. Rosa pun menatap Iin.


"Loh Iin? Dengan siapa ke sini?" sapa Rizal kaget. "Tante tuch," jawab Iin menunjuk ke arah Sandra yang sedang ngobrol dengan Linda.


"Ay, kenalin ini Iin, sepupu Mas, dia sekarang sekolah di sini, jadi satu sekolah dengan Mas," ujar Rizal menatap Rosa. "Iin," sapa Iin tersenyum menjulurkan tangannya.


"Rosa," balas Rosa membalas jabatan Iin sambil tersenyum. "Senyumnya manis, pantes Kakak tergila-gila," goda Iin.


"Elo ini, mulai dech, suka kali ngeledek," ujar Rizal salah tingkah menggaruk kepala yang tak gatal. Iin tertawa. "Tenang aja Sa, akan Kakak jaga pangeran tampan elo dari godaan cewek," ledeknya.


"Iin, mulai lagi dech," gerutu Rizal yang membuat Iin tambah tertawa. "Cepet sembuh yach, Kakak tadi beli ini, kata Kak Rizal Rosa klo sakit suka makan roti tawar," ujar Iin meletakkan roti di meja.


"Makasih Kak," lirih Rosa. "Sudah sana, jangan digoda terus Rosanya," usir Rizal. "Tau-tau, yang gak mau diganggu," ledek Iin. Rizal mendelik diirimgi derai taa Iin.


"Itu yang Ara bilang pacar Mas?"tanya Rizal. Rosa menganggukkan kepalanya menatap Rizal. Rizal tersenyum. "Mas tau kok, Ara jadi gini karna Ara sayang Mas," ujarnya merangkul bahu Rosa.


"Gimana kabarnya nak?" tanya Sandra mendekati Rosa. "Masih pusing Ma," lirih Rosa pelan. "Mama baru sempet ke sini, karna ada kesibukan," ujar Sandra.


"Gak papa kok Ma," ujar Rosa tersenyum. "Ada Rian dan yang lainnya nak," ujar Linda.

__ADS_1


"Gimana kabar elo?" ujar Vivi. "Udah agak mendingan," ujar Rosa. "Syukurlah klo gitu," ucap Rian.


"Kalo gak ada perubahan, lusa Rosa pulang," ujar Arya. "Syukurlah kalo gitu Sa," ujar Retno. "Ntar gue pinjem catetan elo yach Si," ujar Rosa.


"Yaelah nich anak, sembuh juga belum udah mikirin catetan," ujar Gavin. "Maklum, juara umum," ledek Untari yang membuat semua tertawa.


Setengah jam kemudian, Sandra dan Iin pamit pulang, diikuti oleh Rian dan yang lainnya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Hari berganti tanpa terasa Rosa sudah satu bulan keluar dari rumah sakit, kegiatannya masih di kontrol oleh keluarganya termasuk Rizal ikut mengontrol.


"Ke rumah yuk Ay, udah lama gak ke rumah, Mama kangen," ujar Rizal. "Tapi Ara mau ganti baju dulu Mas," ujar Rosa.


"Iya, kita pulang dulu, sekalian pamit sama Mama," ujar Rizal. Merekapun pamit ke rumah Rosa.


Sesampai di rumah Rizal. "Loh ada Kak Rosa, udah lama gak ke sini," ujar Anton duduk di samping Rosa kemudian menjatuhkan kepalanya di pundak Rosa.


"Mulai manjanya kelewatan, kasian Kak Rosa, baru nyampe, capek," ujar Rizal. "Alah Kak Rizal ganggu aja, padahal dia juga suka manja," ujar Anton.


"Loh ada Rosa? Udah lama?" sapa Iin duduk di samping Rosa. "Baru aja Kak," ujar Rosa.


"Sana pergi, Tante manggil tuch minta temenin elo belanja," usir Iin. "Ich, Kak Iin nyebelin, orang lagi enak-enak manja-manja dengan Kak Rosa," rajuk Anton pergi meninggalkan Rosa dan Iin


Iin ngobrol bareng dengan Rosa karna dia ingin lebih mengenal pribadi Rosa yang kata Rizal pemalu. "Nich Mas buatin bubur ayam, gak tau enak apa gak," ujar Rizal menyodorkan semangkuk bubur ayam.


"Wah enak nich," ujar Iin menyambar mangkuk di tangan Rizal. "Apaan sich elo , ambil sendiri di dalem, ini untuk Rosa," ujar Rizal. "Pelit," gerutu Iin.


"Bodo', sana pergi, jangan ganggu Kakak," ujar Rizal mendorong Iin setelah menaruh semangkuk bubur tadi. "Tau-tau yang mau pacaran," ledek Iin.


Rizal mendelik melempar Iin dengan bantal kursi di ruang tamu. Iin terbahak meninggalkan Rizal dan Rosa. Mereka pun makan bersama


🌱🌱🌱🌱🌱


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2