Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 7 Primadona Sekolah


__ADS_3

Belum sampe dua minggu Rosa bersekolah, dia sudah menjadi primadona sekolah dari kakak kelasnya sampai teman satu kelasnya pun suka dengannya dan berusaha pdkt dengan Rosa.


Ketika Rosa sedang duduk di bawah pohon. "Hai Sa, sendiri?" kata Indra mendekati Rosa. "Loh Kak Indra? Disini? Bukannya Kak Indra tadi memberi pengarahan?"ujar Rosa.


"Gak kok, udah selesai, ini kakak bawa coklat," ucap Indra memberikan satu kotak coklat. "Wah coklat lagi Kak? Yang kemaren aja belum habis," Kata Rosa dengan mata yang berbinar.


"Elo suka?" ucap Indra. "Suka kak, bahkan suka banget, bahkan coklat itu makanan kesukaan Rosa, makasih kak," ucap Rosa.


"Oh ya? Klo gitu ntar besok kakak bawain lagi coklatnya," ujar Indra. "Gak usah kak, yang kemaren aja masih banyak," jawab Rosa.


Indra tersenyum. "Gak papa kok, elo pacaran dengan Rian?" ucap Indra menatap Rosa. "Gak kok Kak, kami temenan berdua dari kecil," kata Rosa.


"Oh gitu? Tapi sepertinya kok dia itu seperti gak suka klo elo dekat dengan cowok laen selain dia?" tanya Indra.


"Gak kok, perasaan Kakak aja kali, Rosa gak merasa begitu," jawab Rosa."Gitu yach?" kata Indra.


Rosa hanya tersenyum. Merekapun bercanda tawa. Rosa,elo bener- bener gemesin klo lagi tertawa seperti itu, gue bener-bener ingin memiliki elo," gumam Indra.


"Kenapa kak?" tanya Rosa menatap Indra yang terdiam. "Gak, dilanjutin aja makan coklatnya, kakak ke kelas dulu," kata Indra mengacak rambut Rosa kemudian pergi berlalu.


Rizal menatap Rosa dari kejauhan. "Sepertinya Indra mulai melancarkan aksinya, gue harus gerak cepat ini," gumamnya dalam hati. "Tapi gimana? Mau menampakkan diri gue gak berani," gumamnya lagi.


🌻🌻🌻🌻🌻


Ketika Rosa sedang makan di kantin. "Hai Sa," kata Bobby mendekati Rosa. "Loh Bobby?" ucap Rosa menggeser tempat duduknya.


"Elo sendiri?" tanya Bobby duduk di samping Rosa."Iya, kelompok Rian dan yang lainnya belum istirahat,"jawab Rosa.


"Oh iya, kita satu kelompok, gue lupa," ujar Bobby. "Ach elo Bob, masa belum tua udah lupa," canda Rosa.

__ADS_1


Bobby hanya tertawa. "Kaya'nya Kak Indra suka elo dech Sa," ucapnya. "Perasaan elo aja kali, Kak Indra gak ngomong gitu kok sama gue," ucap Rosa.


"Percaya gue, elo itu cantik Sa, manis, pendiem, makanya banyak cowok suka elo," ujar Bobby. "Termasuk gue Sa," gumamnya dalam hati.


"Ach elo Bob, bisa aja," ucap Rosa. "Gue serius kok, banyak orang yang berusaha deketin elo, elo aja yang gak nyadar," kata Bobby.


"Ach masa iya Bob?" tanya Rosa. "Ya iya liat Amel aja gondok liat elo, karna banyak banget yang mau deketin elo sedangkan dia belum ada satupun cowok yang dapet," ucap Bobby.


"Gue gak merasa seperti itu," ujar Rosa. "Elo yang terlalu cuek dengan keadaan sekeliling" jawab Bobby.


"Gak tau ach," kata Rosa. Akhirnya tertawa bersama.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Ketika Rosa sedang main kerumah Rian, "Hai Sa," sapa Rizal mendekati Rosa. Loh Kak Rizal kok disini juga?" tanya Rosa terbelalak yang membuat Rizal semakin gemas.


"Tadi Mimi nelpon Kakak, katanya dia buat kue di bantu sama elo, trus kakak disuruh ke sini klo mau icip-icip," ujar Rizal.


"Iya, emang tadi kami bikin kue, tapi gagal, bolunya keras banget bisa dilempar," cerocos Rosa tanpa titik koma dan tertawa lepas.


Rizal terpaku melihat Rosa tertawa, "Rosa bener-bener gemesin kalo sedang bertingkah seperti ini, kok gue semakin salah tingkah?" gumam Rizal dalam hati.


"Tapi tenang aja Kak, kami udah buat lagi kok, kue yang kedua berhasil dan enak lagi," ucap Rosa memukul pelan lengan Rizal. "Ayo kita ke belakang makan bolunya," sambungnya menarik tangan Rizal. Merekapun kebelakang memakan kue.


🌺🌺🌺🌺🌺


Ketika sedang bercanda tawa bersama. "Sa, elo kasih Rian coklat banyak banget, kok kakak gak dikasih? Kakak minta satu yach?" ucap Mimi mengambi coklat di atas meja belajar Rian.


"Itu kan coklat gue kak? Kok diambil semua?" protes Rian. "Walah, pelit banget sama saudara, minta lagi sama Rosa, dia pasti masih banyak, lah di kasih sekotak tiap hari." ucap Mimi.

__ADS_1


"Iya ich, elo Yan, pelit sama saudara, ambil di tas gue tuch ada satu kotak, tadi Kak Indra kasih lagi," ujar Rosa.


"Indra kasih elo coklat?" tanya Rizal.


Rosa mengangguk. "Maklum kak, primadona sekolah, belum sampe satu minggu sudah banyak cowok naksir," canda Rian.


"Apaan sich elo," gerutu Rosa menoyor kepala Rian. Rian tertawa. "Kak Rizal kenal sama Kak Indra?" tanya Rosa yang gak nyadar klo Rizal satu sekolah dengan dia. "Iya, orang tua kakak sama Indra patner bisnis, jadi kami sering bareng," jawab Rizal.


"Oooh, berarti Kak Indra itu anak orang kaya toh sama seperti Kakak," ucap Rosa. "Yang kaya itu kan orang tua Sa, bukan Kakak," ujar Rizal.


"Elo masih nerima coklat dari Kak Indra?" tanya Rian melotot. Rosa mengangguk. "Emang kenapa?" tanyanya.


"Kan udah gue bilang Sa, jangan diterima lagi, Kak Indra itu suka sama elo dan gue gak suka," ucap Rian. "Masa iya? Dia gak bilang gitu sama gue," ucao Rosa.


"Ini nich klo jadi orang polosnya kelewatan," ucap Rian menggetok kepala Rosa. "Aduh sakit, ganas banget sich," ujar Rosa menggosok kepalanya.


"Elo itu klo dibilangin keras kepala," gerutu Rian. "Ada orang ngasih coklat gratis kok ditolak? Gak boleh tau nolak rezeki, berisik loh ach, gue mau makan," ucap Rosa berlalu meninggalkan Rian.


"Tuch kak, liat pacar Kakak, klo dibilangin, keras kepala," gerutu Rian. Rizal tertawa. "Tar Kakak yang bisa meluluhkan hatiny," ucapnya merangkul Rian kemudian menyusul Rosa.


"Klo emang elo suka Rosa, cepetan bilang, ntar keburu orang laen yang ngutara'in isi hatinya dan dia nerima," ucap Mimi. "Gue mau mengambil hatinya dulu Mi." Kata Rizal.


"Sepertinya Rosa udah nyaman dengan elo Zal, buktinya dia bisa cerita panjang lebar dengan elo, dia itu orangnya pendiem loh klo gak kenal," ujar Mimi. "Oh ya?" tanya Rizal.


Mimi hanya mengangguk. Merekapun masuk kedalam makan bersama Rosa dan bercanda tawa.


🌸🌸🌸🌸🌸


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Maaf cerita di akun saya yang bernama Andra Marantika Solihan pindah ke akun saya yang baru ini karna ada sesuatu dan lain hal. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2