Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 5 Gadis Manis


__ADS_3

Ketika Rosa duduk di kantin tempat kursusnya. "Hei mana Rian?" kata Retno duduk di depan Rosa. Rosa mengangkat bahu.


"Musuhan yach?" ujar Retno. "Gak, cuma sebel aja," kata Rosa.


"Yan, Rosa ngambek tuch sama elo," teriak Retno ketika melihat Rian dan Vivi sedang memuju kantin.


"Emang gue salah apa?" tutur Rian. "Huuuh, kaya gak tau aja, pura-pura gak ada salah, tau gak?kemaren itu gue nunggu elo sampe janggutan," gerutu Rosa.


"Ooh yang itu, klo yang itu maaf dech, gue bener-bener lupa ngasih tau elo Sa," jawab Rian merangkul bahu Rosa. "Elo mau tau? Gara-gara nungguin elo, gue jadi telat, jadinya disuruh nyanyi sama Sir Arga di depan kelas," gerutu Rosa melepaskan rangkulan tangan Rian dari bahunya.


Rian tertawa. "Bagus donk jadi artis dadakan,yb" candanya. Rosa mencibir kemudian mengambil dompetnyaย tanpa sadar kartu nama Rizal jatuh dari dalam dompetnya.


"Lah ini kan kartu nama Kak Rizal?" ucap Rian. "Elo kenal?" tanya Rosa mengambil kartu nama Rizal dari tangan Rian.


"Iya, Kak Rizal teman latihan gue yang gue sering cerita'in ke elo, temennya Kak Mimi, dia juga kursus disini kok, malah dia sekarang jadi panitia sama Kak Mimi untuk ngada'in acara ulang tahun english course kita,"ย  tutur Rian. Kak Rizal itu cowok yang elo cerita'in semalem di telpon?" ucap Rian.


Belum Rosa menjawab. "Cerita apa sich?" tanya Rizal tiba-tiba duduk di samping Rosa.


Rosa kaget dan matanya membulat sempurna, jantungnya berdegup kencang, rasa ingin meledak yang membuat dia jadi salah tingkah.


"Ciye, ciye, cowok yang di omongin dateng," canda Rian menyenggol bahu Rosa. "Apaan sich lo," gerutu Rosa menggetok kepala Rian pake buku.


"Aduuh, sakit Sa," gerutu Rian menggosok kepalanya. Rosa menjulurkan lidahnya dan melanjutan makannya.


Rizal terbahak. "Elo ini lucu Sa," katanya mengacak gemas rambut Rosa. Rosa melotot menatap Rizal.


Rizal tersenyum menatap Rosa. "Haduuuh, jantung gue kok gak bisa dikondisikan, dia manis banget klo sedang tertawa gitu," gumam Rosa dalam hati menatap Rizal tanpa berkedip.


Retno dan Vivi berpandangan melihat Rosa salah tingkah. "Kaya'nya jatuh cinta beneran tuch," bisik Vivi. Retno mengangguk menyenggol Rian.


"Kak Rizal ganteng yach sampe mandang gak berkedip gitu," ledek Rian menyenggol bahu Rosa. Rosa tersadar dan mengerjapkan matanya tanda dia salah tingkah yang membuat Rizal semakin gemes.


"Apaan sich lo," gerutu Rosa berdiri kemudian pergi meninggalkan kantin. Hei, mau kemana?" teriak Vivi. "Pulang," jawab Rosa.


"Makannya belum bayar," teriak Retno. "Minta bayarin Rian tuch, nebus dosa ninggalin gue kemaren," teriak Rosa.


"Tuch kak mau tau kelakuan gadis Kakak, semau-maunya sendiri, yang makan siapa, yang bayar siapa," gerutuย  Rian. Vivi dan Retno tertawa.


"Biasa juga gitu klo elo bikin salah sama Rosa," ledek Retno. "Iya, siapa suruh buat Rosa ngambek, udah tau anaknya tukang ngambek," ledek Vivi.


"Tapi Kakak malah suka cewek kaya' Rosa, pasti orangnya manja yach kaya' anak kecil," ucap Rizal. "Klo itu jangan dibilang lagi Kak, mana keras kepala lagi, cuma Rian yang bisa merubah keputusan dia yang keras kepala itu," tutur Vivi.


"Karna itulah kakak suka, Rosa itu gadis yang manis, manja, biasanya cewek seperti Rosa itu klo mencintai seseorang itu dia tulus dari hatinya, dia akan tetap jadi my sweet girl," lirih Rizal menatap Rosa tak berkedip. "Tau, tau, tau, yang sedang jatuh cinta," canda Rian. Rizal hanya tertawa.


"Bisa kan bantu Kakak deket sama Rosa? Kakak bener-bener jatuh cinta dengan Rosa," kata Rizal. Gampang Kak, ikut aja tiap kami kumpul, tar deket sendiri," ujar Retno. "Ok lah klo gitu," jawab Rizal. Setelah makan merekapun langsung pulang.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Di hari lain, Rosa kerumah Rian karna mau memgambil catatan kursusnya. "Ada Rian Kak?" tanya Rosa mendekati Mimi yang sedang membuat tugas dengan Rizal dan Rosa tak menyadarinya. "Ada di belakang, sedang maen basket," jawab Mimi.


Baru mau manggil Rian. "Gak usah Kak, biar Rosa aja," kata Rosa tersenyum jahil. "Jangan suka macem-macem tar bikin rusuh lagi," ujar Mimi.

__ADS_1


"Gak macem-macem, cuma satu macem aja Kak, tau aja klo Rosa mau jailin Rian," ucap Rosa tersenyum menggaruk kepalanya yang gak gatal.


"Taulah, senyum elo itu lain," ucap Mimi. "Ach Kak Mimi bisa aja, Rosa masuk dulu," kata Rosa.


"Emang Rosa mau ngapain? Sampe elo bilang gitu," tanya Rizal. "Jailin Rian lah, dia itu klo ketemu kaya' orang seratus, satu keajaiban klo akur, Rosanya diem, pasti Rian y jail, pas Riannya diem, giliran Rosa yang jail, tuch kaya' sekarang, liat aja apa yang akan dilakukannya," kata Mimi.


Rizal tertawa. "Seru kaya'nya klo deket sama Rosa," Katanya.


Rosa menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Rizal. "Seperti suara Kak Rizal, apa iya? Haduuuh, gue kok halu gini sich? Elo bener-bener gila Rosa, gak mungkinlah Kak Rizal ada di sini, lah ini rumah Rian," gumamnya dalam hati sambil memukul-mukulkan kepalanya.


"Woi, ngapain kepala tuch dipukul-pukul?" kata Rian menyenggol bahu Rosa.


Rosa tersentak dan menggelengkan kepalanya. "Mana buku catetan gue," tanyanya mengenadahkan tangannya


"elo ini katanya mau nganterin ke rumah, tapi ditunggu-tunggu gak nongol-nongol gue lusa ulangan naik tingkat, mana teks pidato gue ada di sana mau ngapalin gak bisa, minggu depan gue udah tampil di kecamatan," cerocosnya tanpa titik koma.


"Gue lupa Sa, ambil sendiri di kamar," ujar Rian. Rosa pun melenggang berjalan ke kamar Rian.


Baru mau memasuki ruang keluarga, langkahnya terhenti ketika melihat Rizal sedang berjalan dengan Mimi.


"Kak Rizal? Loh kok ada di sini? Tadi gue denger suaranya, sekarang ada orangnya, gak mungkin, kaya'nya gue bener-bener gila ini, masa' gue sehalu ini sich?" gumam Rosa mengucek-ngucek matanya.


"Kenapa mata elo Sa, kelilipan? Atau sakit?" tanya Rian menatap Rosa.


"Gue bener-bener udah gila apa yach Yan? Kok dimana-mana ada dia? Tadi denger suaranya skrg liat orangnya." lirih Rosa pelan menatap Rizal tak berkedip.


Rian mengikuti arah mata Rosa memandang. Seketika tawanya pecah. "Itu emang Kak Rizal Sa, dari tadi dia di sini," Katanya. "Iya yach? Gue fikir gue yang halu, liat dia dimana-mana," Kata Rosa.


"Elo kenapa sich? Semenjak dari kantin di tempat kursus ninggalin gue, jadi suka bengong," Kata Rian mematap Rosa yang tak berkedip melihat Rizal.


Rosa tergagap karna kaget. "haah, elo ngomong apa tadi?" ucapnya.


Rian masih melihat arah mata Rosa.


"Gue tau nich, elo suka Kak Rizal yach, ayo ngaku, tingkah elo itu aneh dari kemaren semenjak ketemu Kak Rizal," ledek Rian.


"Apaan sich lo," kata Rosa menoyor kepala Rian dan nyelonong pergi ke kamar Rian mengambil buku catatannya.


๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž


Ketika Rian, Mimi dan Rizal sedang bercanda tawa. "Riaaaaaan, elo tuch yach, nyebelin banget sich, kenapa buku gue jadi gini? Kenapa lecek gini? Gimana gue mau belajar coba," teriaknya nyerocos tanpa titik koma menunjukkan catatannya.


"Apaan sich lo, berisik tau," gerutu Rian. "Mulai, mulai, drama duo R, ribut lagi," geruti Mimi.


"Gimana Rosa gak kesel coba? Buku Rosa jadi,lecek gini Kak, mana kotor lagi, jadi males belajar klo buku udah gini," gerutu Rosa cemberut menunjukkan bukunya pada Mimi.


"Elo juga Yan, udah tau Rosa orangnya perfectionis, dia malah sembarangan pinjem buku orang pusing Kakak liat kalian berdua itu, berantem melulu," gerutu Mimi kedalem buatin minum.


Tanpa sadar Rosa pun duduk di samping Rizal dengan memasang muka cemberut. Rizal menatap Rosa yang sedang bad mood itu. "Rosa bener-bener gemesin kalo sedang gini, rasanya tak kecup tuch bibir yang sedang cemberut," gumamnya tersenyum tanpa berkedip.


"Udah ach, jangan gitu, jelek tau, gak malu apa di liat Kak Rizal?" ledek Rian merangkul bahu Rosa.

__ADS_1


"Bodo', gak mau tau pokoknya ganti catatan gue." rengek Rosa.


"Iya, tar gue ganti, gue gak sengaja waktu itu numpahin kopi di buku elo," kata Rian."Elo juga, kan udah pernah gue bilang, klo belajar itu gak boleh sambil makan, kok gak pernah dengerin gue sich," Omel Rosa sambil cemberut.


"Bawel lo ach, ntar gue ganti," Kata Rian. "Yang rapi tapi tulisannnya, awas berantakan tak suruh salin lagi," kata Rosa.


"Kakak bantu nyalin mau?" kata Rizal menatap Rosa. Mata mereka beradu. Mata Rosa mengerjap pelan tanda dia salah tingkah. "Aduuuh, jantung gue kok gak bisa dikondisikan sich," gumamnya dalam hati.


Rian tersenyum melihat tingkah Rosa, dia tau kebiasaan Rosa yang sedang salah tingkah. "Kaya'nya Kak Rizal gak bertepuk sebelah tangan dech," gumamnya dalam hati.


"Mau gak? Heeem?" kata Rizal mengulangi pertanyaannya karna gak ada respon dari Rosa. "Tuch, Kak Rizal mau bantuin, jarang-jarang loh dapet bantuan dari seorang Kak Rizal," canda Rian menyenggol bahu Rosa.


Rosa tersentak. "Ciye, ciye, gugup ketemu pangeran tampan," kata Rian.


"Apaan sich lo," kata Rosa mendorong Rian hingga terjatuh. "Aduuh, elo ini bar-bar banget sich jadi cewek," gerutu Rian berdiri.


Rosa tertawa. "Kualat ganggu orang cantik," katanya mencibir. "Pede lo," kata Rian.


"Elo ada waktu gak hari Minggu nanti?" kata Rosa. "Gue mau nemenin Mama belanja, kenapa?" kata Rian.


"Gue mau minta temenin ke Gramedia, buku yang gue pengen beli kemaren lagi diskon disana, lumayan kan, sisa uangnya bisa ditabung?" kata Rosa "Biasa juga sama Papa," kata Rian.


"Papa mau kondangan sama Mama, masa gue minta temenin Dirga sich? Dia itu banyak maunya, males gue, klo kelamaan ntar bukunya gak diskon lagi," kata Rosa cemberut.


"Pergi sama Kakak yach, mau Kakak temenin?" tawar Rizal. "Bener Kak? Kakak mau nemenin Rosa?" tanya Rosa tanpa sadar memegang kedua lengan Rizal. Rizal melihat binar di mata Rosa.


Rizal mengangguk dan tersenyum. "Mau? Kakak temenin," tanyanya. Rosa terpana sejenak melihat senyum Rizal. "Senyum itu, kenapa slalu menenangkan gue," gumamnya.


"Tuch ditawarin mau gak?" kata Rian menyenggol bahu Rosa. Rosa tersentak. "Mau kak, mau banget, makasih Kak yach," kata Rosa.


"Tumben Yan, Rosa gitu sama Rizal, padahal baru kenal, dia kan paling susah deket sama orang apalagi cowok," bisik Mimi. "Biarlah Kak, gue juga percaya kok Kak Rizal tulus sayang sama Rosa," kata Rian menatap Rosa dan Rizal yang sedang bercanda tawa.


"Gue pulang yach," kata Rosa mendekati Rian. "Siapin diri hari minggu untuk kencan," canda Rian tersenyum nakal.


"Apaan sich lo, masih kecil tau pacar-pacaran," kata Rosa menoyor kepala Rian. Rian terbahak.


"Rosa pulang Kak," kata Rosa menatap Rizal. "Hati-hati gadis manis," kata Rizal tersenyum mengacak rambut Rosa. Rosa mengerjapkan matanya tanda salah tingkah. "Tunggu di rumah ntar Kakak jemput," kata Rizal. Akhirnya Rosa pun pulang.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Seperginya Rosa. "Rosa bener-bener gadis yang manis Mi, tawa lepasnya, kekanak-kanakannya, bikin gue gemes, apalagi klo dia teriak-teriak dengan gaya ngomong gak ada remnya itu dengan mulut bisa di kuncir, buat gue bikin gemes," kata Rizal.


Rian tertawa. "Gue paling suka kalo dia gitu Kak, makanya sering gue usilin, pokoknya kalo gak liat dia gitu, rasanya hidup gue ada yang kurang," katanya.


"Iya, Kakak jadi ingin deket dengan dia kaya' dia deket sama elo, kapan yach dia bisa gitu sama Kakak," kata Rizal.


"Bentar lagi juga bisa kok Zal, kaya'nya dia udah gitu dech sama elo," kata Mimi. "Iya Kak, bener kata Kak Mimi, kaya'nya Rosa udah merasa nyaman dengan Kakak, buktinya dia udah bisa ketawa lepas sama Kakak, itu kemajuan yang pesat loh, Rosa itu pendiem dan dewasa klo sama orang dia hanya bisa jadi dirinya sendiri kaya' tadi yach cuma dengan gue," kata Rian.


"Oh ya? Kok gitu?" kata Rizal. "Berjuang terus agar dapet tuch your sweet girl," ledek Mimi. Rizal mendelik. Mimi hanya tertawa.


Setelah puas ngobrol Rizal pun pulang.

__ADS_1


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, โ™ฅ๏ธ, โญ, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Maaf cerita di akun saya yang bernama Andra Marantika Solihan pindah ke akun saya yang baru ini karna ada sesuatu dan lain hal. Makasih atas partisipasinya. Love all ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜.


__ADS_2