Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 24 Reuni Sekolah


__ADS_3

Hari berganti hari, tanpa terasa hari reunipun telah tiba, Rosa memutuskan untuk pergi karna gak ingin mengecewakan sahabat-sahabatnya yang tlah datang dri jauh. Dia pergi dengan Bayu dan Rian.


"Gue gak sabr lagi nyampe ketempat Reunian, udah kangen banget dengan Rezan," ujar Bayu. "Gue juga, udah kangen sama Susi, kok elo gak bareng Susi aja Yu?" Tanya Rosa.


"Susi kan nginep di hotel tempat kita ngadain reunian karna Papa ada pertemuan di hotel itu," jelas Bayu. "Oh gitu," jawab Rosa menganggukkan kepalanya.


"Iya, di nunggu di depan lobby hotel, ntar kita masukknya bareng aja dengan dia," kata Bayu.


"Gue jadi gak sabar pengen ketemu Susi, kangen banget," ujar Rosa. "Sama, gue juga gak sabar mau ketemu Rezan, kangen banget," ujar Bayu.


"Rezan sekarang udah jadi pemain basket," Jelas Rian. "Oh ya? Berarti terkabul dunk impian dia jadi pemain basket," kata Bayu.


"Emang lain klo three boys," canda Rosa. Semua tertawa. Akhirnya merekapun sampai di tempat reuni.


🌻🌻🌻🌻🌻


      Sesampai di tempat acara reunian, Rosa melonjak kegirangan ketika melihat Susi sahabatnya yang sudah lama gak ketemu. Dia tak menyadari klo ada Kak Rizal di samping Susi.


"Yuk masuk," ajak Rosa merangkul bahu Susi. "Titip Rosa yach Si, ntar klo ada apa-apa kabari Kakak," kata Rizal mengacak rambut Susi.


Rosa akhirnya menyadari keberadaan Rizal. "Loh Mas Angga? Disini juga?" tanya Rosa bingung. "Sa, Sa, sangking senengnya liat temen lama, jadi gak nyadar klo pujaan hati ada di sini," ledek Rian. Rosa hanya mencibir.


"Lain ketemu soulmate jadi lupa sgalanya," ledek Bayu. Akhirnya semua tertawa.


"Ini Mas Angga yang sering elo ceritain Sa?" tanya Susi mendekati Rizal. Rosa mengangguk. "Elo kenal?" tanyanya.


"Ya kenallah Sa, Mas Angga elo ini Kak Rizal yang sering gue ceritain dengan elo, yang kata gue udah gue anggap kaya' Kakak sendiri, elo inget kan?" Jelas Susi. "Iya, gue inget," kata Rosa.


"Berarti Rosa yang sering gadis manis yang sering Kakak ceritain itu Rosa?" tanya Susi. "Adik pinter," ujar Rizal menepuk-nepuk kepala Susi pelan.


"Syukurlah, berarti gak perlu kenalan lagi," kata Rosa. "Yuk masuk," kata Rian merangkul bahu Bayu.

__ADS_1


"Kontrol emosi yach Ay, jangan buat kekacauan, jangan terlalu digubris kelakuan Amel dan yang lainnya," Kata Rizal menatap gadisnya. "Ara usahain Mas," lirih Rosa. "Mas yakin kok Ara bisa," bisik Rizal merangkul bahu Rosa. Rosa hanya mengangguk. kemudian menyusul Rosa dan yang lainnya yang menunggunya untuk masuk ke ruang tempat reuni.


💎💎💎💎💎


         Waktupun berlalu, tanpa terasa acara inti dalam reuni udah selesai dan tibalah waktu makan, "Hei Sa, gak taunya elo dateng juga," sapa Rezan mendekati Rosa yang sedang mengambil makanan. "Dengan siapa?" tanyanya. "Biasa, Rian, Bayu dan Susi, gue gak enak dengan mereka klo gak dateng, mereka aja bela-belain dateng walau jauh, masa gue yang deket aja gak dateng," Jelas Rosa.


"Oh ya? Mana mereka?" Tanya Rezan celingukan mencari Rian dan yang lainnya. "Tuch," Tunjuk Rosa ke arah tempat Bayu dan yang lainnya kumpul.


Baru akan melangkahkan kaki tiba-tiba, "Liat Mel, itik buruk rupa bertemu dengan jodohnya anak tukang sayur," ejek Robby. Amel tertawa mengejek. "Iya, bener, cocok banget tuch, pasangan serasi," ejek Amel.


Rosa hanya mendesah untuk mengontrol emosinya melanjutkan mengambil makanan.


"Kenapa elo diem aja hah?" teriak Amel mendorong Rosa, "Elo takut?" ejeknya.


"Sudahlah Mel, kita disini ini mau silahturahmi, elo kenapa sich slalu aja bikin rusuh?" sinis Rezan. "Iya, elo kan pangeran kodoknya, jadinya dibela," ejek Amel. Susi membelai lengan Rosa perlahan agar Rosa tak terbawa emosi.


Ketika Rosa berbalik ingin mendekati Rian dan yang lainnya, tiba-tiba Amel dengan sengaja menumpahkan sirup di baju Rosa. "Uuups gak sengaja," ejek Amel.


"Elo tuch yach," murka Rezan tanpa sadar menampar Amel. Amel melotot. "Elo berani nampar gue?" teriak Amel membalas tamparan Rezan.Ketika Amel melayangkan tamparan dengan Rezan, tiba-tiba "Sudahlah Mel, kita disini ini ajang silahturahmi bukan ajang mau cari musuh," Kata Bayu menahan tangan Amel yang akan mendarat di pipi Rezan.


"Gue tau, elo sengaja menumpahkan minuman ke baju Rosa," murka Rezan menunjuk Amel. "Kalo iya kenapa?" ejek Amel.


"Sudah, sudah, sudah, kok malah berantem," Lerai Bayu. "Kenapa elo berubah Yu? Bukankah elo dulu sama? Gak suka Rosa?" Ujar Amel.


"Karna gue tau, Rosa orang yang baik dan gue gak mau cari musuh, gue pengen banyak teman," jawab Bayu."Sekarang puas lo haah, semua yang gue punya dan gue ingin elo miliki?" teriak Amel mengguncang bahu Rosa.


Rosa hanya terdiam menahan emosi yang tlah membucah, nafasnya memburu dan menghela nafas agar dapat mengontrol emosinya.


"Gue mau pulang Si," bisik Rosa. "Loh kenapa?" Tanya Susi. "Gue takut gak bisa menahan emosi dan membuat kekacauan disini," lirih Rosa berbalik meninggalkan meja makan.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


       Baru beberapa langkah, tiba-tiba "byuuuuur" Amel dengan sengaja menyenggol Rosa yang sedang berjalan ditepian kolam yang membuat Rosa akhirnya terjun bebas ke kolam.


Rizal yang melihat kejadian itu akhirnya masuk ke dalam. Melihat Rizal Amel pun mendekat, "Kak Rizal? Datang kesini nyari gue?" Ujarnya merangkul lengan Rizal. "Lepasin gue," Teriak Rizal mendorong Amel dengan kasar dan meninggalkan Amel yang terjatuh akibat dorongannya kemudian membantu Rosa yang berusaha naik di bibir kolam.


"Hati-hati Ay, sini Mas bantu," katanya. Rosa menerima uluran tangan Rizal kemudian Rizal pun menariknya keatas.


"Gak papa heeemmm," kata Rizal cemas menatap Rosa membingkai wajah gadisnya. Rosa hanya menggeleng sambil menggigil kedinginan.


"Si, tolong temenin Rosa ganti baju," ucap Rizal memberikan paper bag pada Susi. Susi hanya mengangguk dan mengambil paper bag dari Rizal.


"Ganti baju sama Susi, ntar masuk angin, Mas tunggu," bisik Rizal merangkul bahu Rosa dan mencium pelipis gadis tersebut. Rosa hanya terdiam mengiringi langkah Susi yang sedang merangkul bahunya.


🌸🌸🌸🌸🌸


       Rizal mendekati Amel dan menamparnya. Amel kaget mengelus pipinya bekas tamparan Rizal. "Loh Kak, Kenapa gue ditampar?" tanyanya.


"Elo itu orang terjahat yang pernah gue kenal, apa salah Rosa dengan elo haaah, begitu jahatnya elo sama Rosa apa Rosa pernah jahat dengan elo???!!" Murka Rizal menggoncang bahu Amel. Matanya memerah karna emosi.


"Apa salah gue?" Tanya Amel bingung. "Gue tau, elo kan yang mendorong Rosa ke kolam? Gue liat semuanya dari luar," murkanya.


"Apa salah Rosa dengan elo haaaah!!!" teriaknya mengguncang bahu Amel dengan kuat, nafasnya semakin memburu. Matanya melotot dan memerah karena emosi, rahangnya mengeras.


"Mas, udah, jangan diladeni," ucap Rosa membelai lengan Rizal dengan pelan. Rizal menatap Rosa, emasinya mulai stabil ketika matanya beradu dengan mata teduh Rosa.


"Ara mau pulang," Lirih Rosa. Rizal mematung menurunkan emosinya. "Maaas, Ara mau pulang, lirihnya menatap Rizal dengan muka memelas.


Rizal mendesah, tatapan dan muka memelas Rosa slalu saja membuat dia gak berkutik untuk menolak permintaan gadis itu. "Klo gak karna Rosa, udah gue abisin lo," lirih Rizal menunjuk Amel yang terdiam karna syok akibat perlakuan Rizal dan melangkah menjauh dari tempat acara mengiringi langkah gadisnya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2