Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku
Eps 16. Hasil Usaha Rey


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tak terasa hampir 2 tahun lamanya Rey berjuang untuk mendapatkan maaf dan meluluhkan hati Rere kembali. Rey sering datang berkunjung ke mension Rere untuk membuktikan usahanya.


Usaha yang dilakukan Rey mulai membuahkan hasil, sedikit demi sedikit Rere mulai bersikap hangat padanya. meskipun terkadang Rere suka bersikap cuek, acuh dan dingin. Tapi Rey tak pernah menyerah, ia sadar mengapa Rere bisa bersikap seperti ini padanya. Dengan Sabarnya Rey selalu berusaha meyakinkan Rere.


Bukannya Rere tak mau memaafkan Rey, tapi Rere juga ingin melihat bagaimana usaha Rey memperjuangkannya kembali.


Saat ini Rere berada dicafe miliknya di temani oleh Agnes, Arin dan tentu juga dengan Rey. mereka berkumpul diakhir pekan untuk menghilangkan penat dari sibuknya bekerja.


“Re… apa besok kau akan ikut? Besok ada reuni organisasi kita waktu dulu. Ikut yah, yah yah yah,” bujuk Arin pada Rere.


“Emm entahlah akan aku pikirkan nanti,” jawab Rere.


“Rere akan ikut, dia pergi bersamaku nanti,” sahut Rey tanpa bertanya pada Rere.


Rere yang mendengar jawaban Rey langsung melototkan matanya kearah sang empunya. Rey yang melihat itu hanya tersenyum, ”besok kita pergi sama-sama. Tenanglah ada aku bersamamu,” ucap Rey dengan suara lembutnya.


Rere yang mendengar kata Rey hanya bisa pasrah dan mengikutinya.


“Yeeeyy… Rere ikut,” sorak Arin dengan gembiranya. Agnes yang berada disana hanya diam menyimak percakapan mereka.


Tanpa disadari, ada yang mengintai mereka sedari tadi. Semua percakapan mereka didengar oleh seseorang dibalik tembok.


***


Keesokan paginya Rere sudah bersiap-siap untuk menghadiri acara reuni organisasinya. Tentu Rere mengajak Agnes kemanapun ia pergi.


Rey sudah tiba dimension Rere untuk menjemput Rere. Tanpa berlama-lama mereka bertiga pergi menuju tempat dimana tempat reuni diselenggarakan. Sebelum itu, menjemput Arin terlebih dahulu. Agnes mengendarai mobilnya dengan Arin, sedangkan Rey bersama Rere.


Setelah menempu perjalanan selama beberapa jam akhinya mereka sampai juga dilokasi. Reuni diselenggarakn di villa yang memiliki halaman luas dengan pemandangan yang menyejukkan mata memandang.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama mereka langsung memasuki villa yang ditempati untuk acara reuni. Akan tetapi, Rere melihat gerak gerik orang mencurigakan disekitar tempat itu saat ini, tentu hal itu membuat Rere waspada.


“Kau masuklah dulu Rey, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Agnes sebentar,” ucap Rere dengan kewaspadaannya.


“Ada apa Re?” Tanya Arin


“Apa ada sesuatu Re?” Tanya Rey pada Rere


“Tidak apa-apa, ada urusan penting mengenai pekerjaan,” jawab Rere yang sedikit berbohong. Rere dan Arinpun menuruti perkataan Rere untuk masuk terlebih dahulu.


Setelah punggung mereka berdua tak terlihat, Agnespun mendekat kearah Rere, “ada apa bu boss?” tanya Agnes penasarannya.


“Apa kau tidak melihat gerak gerik mencurigakan disekitar sini?” jawab Rere


“Yaa… aku melihatnya bu boss, aku merasa mereka bukanlah anggota dari acara ini,” ujar Agnes yang juga merasakan hal yang sama.


“Baik bu boss,”


Setelah usai berbincang-bincang, akhirnya Rere masuk kedalam menyusul Rey dan juga Arin.


Sementara disisi seberang sana, seseorang mendapatkan kesempatan emas setelah mendapat laporan dari anak buahnya yang ia perintah.


Benar sekali, orang itu adalah Jack, salah satu musuh Rere yang telah berani mengusik Rere. “Bagus, inilah saat yang aku tunggu-tunggu. Kita ambil cela untuk menggulingkannya, hahahaa,” ujar Jack dengan diakhiri tawa kerasnya.


“Aku punya usulan tuan,” sahut tangan kanan Jack yang bernama Kaizo.


“Apa itu kai?” Tanya Jck.


“Bagaimana kalau kita kelabuhi mereka, kita serang wilayah perbatasan untuk mengecohnya datang tuan, aku yakin dia akan datang kewilayah perbatasan, separuhnya lagi, kita serang markas mereka. Dan yang terakhir kita datang ke tempat dimana mereka melakukan acara itu tuan. Kita bisa menyandera pria itu dan teman-temannya. Kita gunakan mereka semua untuk menggulingkan wanita itu. Aku yakin, dia tidak akan membiarkan mereka semua dalam bahaya,” usulan Kaizo yang langsung diterima oleh Jack.

__ADS_1


“Usulanmu cukup menarik Kai,” ucap Jack yang langsung menyetujuinya.


“Siapkan pasukan kita sekarang juga, kita akan menyerangnya dalam waktu 1 jam dimulai dari sekarang,” perintah Jack pada anak anak buahnya tadi.


“Baik tuan,”


Kembali lagi kesisi Rere saat ini, Rere yang baru saja masuk bersama Agnes disambut hangat oleh para anggota organisasinya dulu. Rey yang melihat Rere sampai didalampun tersenyum senang, Rey langsung mengulurkan tangannya dan diterima oleh Rere dengan perasaan canggung.


Semua orang yang berada didalam sana bersenang-senang tanpa mereka sadari jika akan ada bahaya yang menghampiri mereka semua. Rere yang mulai merasakan cemaspun hanya berdiam diri dengan tingkat kewaspadaannya. Bukannya Rere takut akan jika ada musuhnya yang menyerangnya, tetapi saat ini berbeda, dia tidak mau melibatkan teman-temannya dalam bahaya.


Salah satu diantara mereka datang menghampiri Rey dan Rere dan membuyarkan rasa kecemasan Rere. Dia adalah Vano teman dekat mereka semasa waktu dulu, “hay Reree… lama kita tak bertemu, kemana saja kau selama ini Re. Rey hampir gila mecarimu, hahaha…” ucap Vano dengan candaanya yang dia tujukan pada Rey. Rere yang mendengar candaan teman lamanya itu hanya menanggapi dengan senyumnya.


“Diam kau,” sungut Rey pada Vano.


“Ada apa Re, aku melihat wajahmu cemas sedari tadi, apa ada sesuatu?” tanya Vano. Rey langsung menoleh kearah Rere untuk memastikannya.


“Ada apa hmm?” tanya Rey yang melihat raut wajah Rere.


“Tidak papa kok, aku hanya tidak terbiasa dengan keramaian seperti ini,” jawab Rere yang sedikit berbohong. Dia tidak mau membuat semua orang takut, Rere akan tetap mencoba bersikap tenang dan menyuruh anak buahnya yang berada disana untuk berjaga-jaga.


“Jika kau merasa tidak nyaman, kita bisa pulang lebih dulu,” ujar Rey dengan perhatiannya.


“Tidak perlu Rey, aku tak masalah. Lihat, Arin dan Agnes menikmati acara ini dengan antusiasnya, aku tidak mau mengganggu kesenangan mereka,” jawab Rere untuk meyakinkan Rey.


“Yasudah kalu begitu, kita juga harus menikmati acara ini,” kata Rey yang diangguki oleh Rere.


“Kenapa gerah sekali ya disini,” sindir Vano sambil mengibas-ngibaskan kerah bajunya layaknya orang kegerahan karena melihat tingkah laku dua orang dihadapannya ini. “Sebaiknya aku pergi dari sini dari pada aku harus menjadi nyamuk. Selamat bersenang-senang untuk kalian berdua,” ucap Vano yang langsung meninggalkan Rey dan Rere. Dia tidak ingin menjadi nyamuk diantara mereka berdua.


Rere mencoba menetralisir kekhawatirannya dengan sedikit bersenang-senang diacara yang diselenggarakan oleh para alumni anggota organisasinya dulu.

__ADS_1


__ADS_2