Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku
Eps 72. Anniversary Dan Pesta Pertunangan (Ending)


__ADS_3

“Bukankah bulan depan anniversary kita?” Ucap Rey.


“Aku ingin membuat pesta.” Sambung Rey memeluk tubuh Rere dari belakang.


“Untuk apa? Bukankah sama saja?” Tanya Rere.


“Aku ingin kita selalu mengingat moment dimana kita pertama kali mengucapkan janji suci.”


“Aku ngikut saja.” Jawab Rere.


“Kalau begitu, kita juga harus menyiapkan pesta pertunangan untuk Lalita dan Daniel.” Sambung Rere yang masih dalam posisi yang sama.


“Apa tidak terlalu cepat? Daniel dan Lalita juga belum terlalu dekat, aku takut nanti jika mereka putus di tengah jalan.” Timpal Rey pada keputusan Rere.


“Aku percaya pada mereka, mereka pasti bisa melaluinya. Setelah ini, aku akan mengirimkan Laita ke Amerika untuk melanjutkan study-nya. Aku tidak ingin nanti jika Lalita salah memilih orang.” Kata Rere dengan yakin.


“Lalu, bagaimana papa dengan mama? Apa mereka akan setuju?” Tanya Rey lagi.


“Untuk mama dan papa biar aku yang urus.”


“Sudah ayo kita ke bawah, kita sarapan dulu.” Ajak Rere melepaskan pelukannya.


Mereka pun segera turun ke bawah dan sarapan sebelum Rey pergi ke kantor.


.


.


.


3 hari sebelum pesta di mulai…


Hari ini keluarga Rere pergi ke butik untuk melakukan fitting baju yang akan mereka kenakan untuk acara nanti. Kali ini, mereka memilih tema berwarna silver.


“Mama… Celo mau baju seperti papa.” Ucap Celo melihat Rey mengenakan tuxedonya.


“Sebentar, ya. Nanti Celo akan di ukur bajunya, sekalian sama adeknya.” Kata Rere lembut.


“Adek Celo juga memakainya? Pasti mereka terlihat lucu.” Celo membayangkan bagaimana lucunya adik-adiknya nanti mengenakan tuxedo dan gaun.


Untuk semua anak buah Rere pun sama, mereka akan mengenakan baju bewarna silver nantinya. Untuk pertunangan Lalita, Rere meminta pada Agnes dan Liam yang mengurusnya. Rere mengatakan jika tidak memberitahu Lalita dan Daniel untuk hal ini, biar akan menjadi kejutan untuk mereka.


Untuk kedua orang tua nya, Rere sudah mengurusnya. Kedua orang tua mereka setuju akan hal ini.


Saat semua sudah selesai, mereka pun kembali pulang ke rumah. Untuk Rey, seperti biasa, dia akan pergi ke kantor. Rere hanya sesekali pergi ke kantor jika ada urusan yang mendesak.


“Bagaimana dengan persiapannya?” Tanya Rere pada Agnes yang berada di sana.


“Sudah beres bu boss… dekorasi, makanan semuanya beres.” Jawabnya sambil mengunyah cemilan yang ada.


“Oke good. Persiapkan juga semua anggota kita.” Perintah Rere.


“Semua sudah siap.” Jawab Agnes dengan mulut yang penuh akan makanan.

__ADS_1


*


Tibalah hari ini dimana acara pesta pernikahan Rere dan Rey dilakukan. Pesta tersebut di adakan di salah hotel bintang lima milik keluarga Rey.


Rere terlihat sangat cantik dan elegan menggunakan gaun berwarna silver itu dengan riasan yang tidak terlalu mencolok. Untuk Rey, ia terlihat cool memakia tuxedonya dengan dasi kupu-kupu yang menghiasinya.


Pesta itu terlihat sangat meriah, dekorasi yang di buat sedemikian rupa dan makanan yang menggugah selera berada di sana.


Tamu yang datang terdiri dari kolega bisnis Rey dan Rere


pastinya, seagian juga adalah karyawan yang bekerja pada mereka.


Semua anak buah dari Rere pun sudah stand by di tempatnya masing-masing untuk mengamankan acara yang di gelar megah itu.


“Selamat atas pesta ulang tahun pernikahan, taun Rey.” Ucap salah satu teman bisnis Rey.


“Terima kasih, tuan Adam. Silahkan nikmati acara kami dan nikmati hidangan yang sudah tersedia.” Jawab Rey menerima jabatan tangan dari teman bisnisnya.


Rere dan Rey berbincang-bincang dengan semua koleganya.


Untuk si kembar, mereka sangat anteng di gendongan oma dan opanya. Mereka terlihat sangat lucu menggunakan tuxedo dan gaun berwarna yang sama.


Kalau Celo, pasti kemana saja mengikuti Lalita dan Agnes.


“Aunty, Celo keren kan pakai baju ini.” Ucapnya sedikit narsis.


“Jangan narsis-narsis, Celo.” Ketus Lalita melihat gaya Celo yang narsis.


“Celo bukan narsis. Tapi memang Celo keren dan tampan.” Lalita hanya mencebikkan mulutnya karena ucapan dari Celo.


“Selamat malam para hadirin sekalian, suatu kehormatan buat saya untuk bisa menjadi MC di acara tuan Rey dan nyonya Rere kali ini. Saya ucapkan selamat ulang tahun untuk penikahan kalian, semoga bisa langgeng hingga maut memisahkan.” Ucap MC memulai acara.


“Langsung saja, sebelum acara inti kita lakukan. Kita akan ke acara pertunangan terlebih dahulu.” Sambung MC.


“Pertunangan? Siapa memangnya yang akan bertunangan?” Gumam Lalita yang mendengar ucapan dari MC tersebut.


“Oke, langsung saja saya meminta untuk semua keluarga dari nyonya Rere berkumpul. Untuk nona Lalita dan tuan Daniel, saya persilahkan untuk maju kedepan.”


“A-aku? Kenapa aku?” Lalita bingung mendengar panggilan tersebut.


“Sudah sana,” ujar Agnes pada Lalita dengan tersenyum.


“Tapi kak, bagaimana bisa. aku belum siap.” Lalita ingin menolak.


“Bu boss dan semua keluargamu sudsh menyiapkan ini semua. Mereka ingin yang terbaik buatmu. Ayo sana, jangan sampai kau menyesal nanti. Aku pastikan kau tidak akan menyesal dengan Daniel.” Terang Agnes.


Lalita pun menurut dan maju ke depan.


Daniel pun tidak kalah bingung dibuatnya. Ia tidak mengira akan hal ini.


“Apa ini?” Ucapnya bingung.


“Majulah, Niel.” Perintah Liam padanya.

__ADS_1


“Tapi… bagaimana bisa Li, ini terlalu mendadak bagiku. Aku belum siap.” Daniel sangat bingung saat ini. Tidak ada angina tidak ada hujan, tiba-tiba saja ada acara pertunangan antara dirinya dan Lalita.


“Sudah sana. Jangan sampai kau menyesal nanti.” Sahut Arin yang beada di sebelah Liam sejak tadi.


“Nyonya dan tuan Rey sudah mengatur ini semua. Mereka ingin kalian yang terbaik.” Sambung Liam.


“Sudah sana maju. Kau tidak akan menyesal nanti bersama dengan Lita.” Ujar Arin membujuk Daniel.


Daniel pun hanya pasrah dan melangkah maju kedepan.


“Baiklah, ini dia dua pasangan yang akan melangsungkan tukar cincin.” Ucap MC itu. Semua keluarga besar Rere mendekat untuk melakukan prosesi tukar cincin antara Daniel dan Lalita.


Daniel dan Lalita pun bertukar cincin, meskipun dari mereka terkejut dengan hal ini.


“Tepuk tangan untuk Nona Lalita dan tuan Daniel.” Semua hadirin di sana bertepuk tangan ikut bergembira dengan momen ini.


Lalita tersenyum tipis kearah Daniel dan di balas oleh nya. Wajah dari keduanya terlihat bahagia, meskipun acara ini diluar dugaan mereka.


Acara selanjutnya adalah pemotongan kue antara Rey dan Rere. Kue tersebut sangat besar dengan dan terdapat angka dari lamanya Rere dan Rey menikah.


MC memandu acara tersebut dengan berurutan. Hingga acara yang sangat di nanti oleh pasangan lainnya yaitu pesta dansa.


Rere meminta di adakan dansa di acara anniversary mereka.


Musik romantis mulai terdengar, Rere dan Rey memulai dansa mereka terlebih dahulu. Setelah itu, baru pasangan lain dan para tamu hadirin menyusul untuk berdansa dengan pasangannya masing-masing.


“Apa kau bahagia, sayang?” Tanya Rey sambil menatap wajah cantik Rere di tengah-tengah dansa mereka.


“Tentu saja aku bahagia. Aku bisa memilikimu, kita juga di karuniai Celo, Calvin dan Clara. Itu membuat semuanya sempurna untukku.” Tak lupa dengan senyum manisnya di tunjukkan pada Rey.


Rey menunjukkan senyum yang tak kalah manis pada Rere. “Aku bahkan lebih bahagia. Aku berharap, kita selalu bersama sampai maut memisahkan.”


“Aku beruntung sekali mempunyai istri sepertimu, bahkan aku tidak bisa mendeskripsikannya saat ini.” Sambung Rey.


“Hehe… benarkah itu.” Rere sedikit terkekeh dengan perkataan Rey.


“Kenapa kau tertawa? Apa kau tidak percaya padaku, hmm?” Rey menatap Rere dengan penuh cinta.


“Aku percaya. Aku pun juga beruntung bisa bersamamu.”


Mereka berdua pun berpelukan menyalurkan kebahagian masing-masing. Semua orang ikut bahagia melihat keromantisan Rere dan Rey saat ini.


‘Mungkin banyak dari semua orang mengatakan jika aku terlalu b*d*h karena tidak bisa melupakanmu waktu itu. Perjalanan cinta memang tak selamanya mulus. Tapi, aku selalu meyakinkan diriku saat itu jika kita akan bisa bersatu dan hidup bahagia kelak. Dan sekarang, bahagia itu mengahampiri dirimu dan diriku. Kebahagiaan itu bahkan lebih dari yang aku kira’ batin Rere menerawang jauh dengan posisi yang masih memeluk erat tubuh Rey.


‘Suatu anugerah untukku karena kehadiranmu di hidupku. Kau begitu sempurna di mataku, dirimu telah menyempurnakanku. Semoga, kita tidak akan pernah terpisahkan lagi. Kecuali hanya maut yang memisahkan kita’ batin Rey.


Semua orang pun merasakan kebahagian mereka masing-masing. Mereka semua mengungkapkan kebahagian mereka dengan cara mereka tersendiri. Tak terkecuali dengan dua pasangan yang baru saja melangsungkan pertunangan mendadak itu.


...TAMAT.......


Terima kasih author ucapkan kepada para readers semua yang sudah menyempatkan untuk membaca karya author yang masih terbilang monoton.


Silahkan beri masukan yang membangung untuk author. Jangan lupa selalu dukung author dengan memberi hadiah, like, vote dan komen. Dukungan kalian sangat berarti bagi author.

__ADS_1


Terima kasih untuk semuanya dan sampai jumpa di karya author berikutnya... 😊😊😊


__ADS_2