Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku
Eps 22. Kencan


__ADS_3

Setelah melakukan ritual mandinya, Rere langsung keluar menuju walk in closet dan memakai baju santainya.


Tiing...


Rere yang baru saja selesai berganti mendengar notifikasi dari ponselnya, Rere langsung bergegas mengambilnya dan melihat siapa yang baru saja mengirim pesan untuknya.


"Sudah pulang?" Isi pesan itu.


"Sudah, bagaimana denganmu?" Balas Rere.


"Belum. Aku mungkin sedikit terlambat pulang. Masih ada yang aku harus selesaikan," jawabnya.


"Kau selesaikan pekerjaanmu dulu Rey dan berhati-hatilah saat pulang nanti. Jangan berlarut-larut, kau juga harus menjaga kesehatanmu," balas Rere dengan perhatiannya. Rey yang mendapat balasan dari Rere tersenyum simpul.


Benar sekali, orang yang mengirim pesan itu adalah Rey. Dia ingin memastikan jika Rere sudah pulang atau belum.


Setelah mengirim pesan dengan Rey, Rere bergegas turun ke bawah untuk makan malam, disana sudah ada Agnes yang menunggunya. Mereka berdua makan dengan khidmat tanpa suara apapun.


Selesai makan malam, Rere dan Agnes menonton film diruangan berkumpul seperti biasa. Tapi kali ini Rere tidak fokus dengan apa yang ditonton, ia teringat-ingat ucapan Rey tadi saat makan siang.


Agnes yang melihat Rere seperti memikirkan sesuatupun ia langsung bertanya, "kau kenapa bu boss? Sepertinya sedang ada yang dipikirkan?" Tanya Agnes yang melihat ekspresi Rere.


"Eemm... entahlah aku bingung," jawab Rere singkat yang membuat Agnes semakin penasaran.


"Memangnya ada apa? Sepertinya serius sekali?" Tanyanya.


"Tadi Rey mengajakku untuk kerumahnya lusa nanti. Dia bilang jika ingin membahas pernikahanku dan dia," terang Rere yang singkat padat dan jelas.


Agnes yang mendengar jawaban Rere langsung membelalakkan matanya, "haahh... secepat itu?" Ujar Agnes yang tidak menyangka.


"Tapi bukankah itu bagus bu boss? Bukankah itu juga impianmu untuk bisa bersanding dengannya?" Sambungnya.


"Huuhhh..." Rere menghela nafasnya. "Yang kau bilang itu memang benar, tapi aku juga ingin melihat usaha kedepannya lagi. Aku ingin melihat perjuangannya seperti apa. Kau tau sendiri bukan, tak mudah mengembalikan hati yang sudah pernah hancur karena penghianatan," jawab Rere yang panjang lebar.


"Aku kan belum pernah punya kekasih bu boss... ya mana aku tauu," sahut Agnes.


"Iisshhh... kau itu," geram Rere yang kemudian memfokuskan kembali matanya pada film yang dia tonton.


Hampir tengah malam, Rere dan Agnes kembali kekamar mereka masing-masing. Didalam kamarnya, saat ini Rere duduk terdiam diatas kasur king sizenya memikirkan apa yang diucpakan oleh Rey tadi.


Lama Rere berkutat dengan fikirannya akhirnya ia memutuskan untuk tidur. Tanpa berlama-lama Rerepun sudah berlayar dipulau kapuk.


***

__ADS_1


Hari sudah berganti pagi, Rere terbangun saat cahaya masuk melalui celah-celah cendelanya. Ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi.


Rere yang tadinya ingin bermalas-malasan mengurungkan niatnya karena suara gedoran pintu yang membuatnya kesal.


Dordordor...


"Bu boooosss.... banguuuun," teriakan Agnes yang begitu cempreng terdengar dari dalam kamar Rere.


Rere yang mendengar teriakan dan gedoran pintu menutup telinganya dengan bantal.


Begitulah tingkah Agnes, mereka sudah seperti adik dan kakak, dan Agneslah yang sering membangunkan Rere dari tidurnya.


Dordordordor....


"Bu boosss.... kalau tidak bangun aku dobrak ya," teriak Agnes yang tidak di sahuti oleh Rere. Rere yang kesal beranjak dari tempat tidurnya untuk membukakan pintu.


"Berissiikk," kesal Rere setelah membuka pintunya.


"Hehehee...." cengir Agnes.


"Kau tunggu saja dibawah," sungut Rere.


Braakk...


Setelah mengatakan itu Rere langsung kembali kedalam kamarnya dan membanting kencang pintunya. Agnes yang mendengar gebrakan pintu itu terlonjak kaget.


Rere yang saat ini berada didalam juga menggerutu kesal karena tidurnya terganggu, "dassar... mengganggu saja. Padahal aku ingin bermalas-malasan hari ini," gerutunya sambil berjalan menuju kamar mandi. Tanpa berlama-lama Rere langsung melakukan ritual mandinya.


Setengah jam sudah akhirnya Rere turun kebawah dengan pakaian santainya menuju dapur untuk sarapan. Agnes dan Rere menikmati sarapan paginya tanpa ada suara berisik sedikitpun.


Seperti biasa, setelah sarapan mereka berkumpul di ruangan berkumpul, tak berselang lama Rey datang. Rere tak tau jika hari ini Rey datang kemensionnya untuk mengajaknya keluar.


"Sepertinya asik sekali ya," ucap Rey yang baru saja tiba.


Rere yang mendengar suara tak asing lagi seketika menoleh kearah sang empunya, "kapan tiba Rey?" tanya Rere.


"Baru saja," jawabnya dengan tersenyum manisnya.


"Pagi tuan Rey, tumben sekali pagi-pagi sudah sampai disini," sapa Agnes.


"Aku ingin mengajak Rere keluar," jawabnya.


"Mau kemana?" Tanya Rere.

__ADS_1


"Mencari udara segar, kalau kau tidak mau tak apa," jawab Rey singkat.


"Emmm... sebentar aku ganti dulu. Kau tidak ikut Nes?" Tanya Rere menoleh kearah Agnes.


"Tidak ah. Aku tidak mau jadi obat nyamuk," sindir Agnes.


"Yasudah kallau begitu," jawab Rere sambil melenggang pergi kekamarnya.


Tak butuh waktu lama Rere sudah selesai bersiap-siap dan turun kebawah, "aku sudah selesai, ayo," ujar Rere saat sampai dibawah.


Rey tersenyum melihat penampilan Rere yang simple tapi tetap cantik dan elegan. "kami pergi dulu nona Agnes," pamit Rey.


"Oke... selamat bersenang-senang untuk kalian," jawab Agnes yang ikut merasa senang dengan hubungan mereka yang mulai membaik.


Rey dan Rere langsung melesat membelah jalanan kota, "kita mau kemana Rey?" Tanya Rere penasaran.


"Aku ingin mengajakmu ke pantai biasa yang dulu pernah sering kita datangi," jawab Rey yang fokus menyetir. Rere yang mendengar jawaban Rere hanya menganggukkan kepalanya.


Diperjalanan menuju pantai mereka sedikit melempar candaan satu sama lain, terkadang Rey membuat Rere cemberut karena Rey selalu saja menjailinya.


Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya mereka sampai di pantai yang biasa mereka kunjungi dulu. Rere juga tidak pernah bosan datang kepantai itu karena memang dia suka dengan pemandangan laut.


Rey langsung membukakan pintu untuk Rere dan mengulurkan tangannya, Rere menyambutnya dengan hangat dan senyumannya. Mereka berjalan menuju pantai dengan bergandengan tangan dengan mesranya. Mereka berdua terus saja berjalan tanpa menghiraukan pengunjung yang berbisik-bisik mengenai kemesraan mereka.


"Aku ingin kelapa itu, Rey," ujar Rere menunjuk kelapa yang dijual disana. Rere sangat suka dengan kelapa muda, apa lagi dinikmati di pinggir pantai seperti ini.


"Baiklah, kau tunggu disini oke, aku akan bawakan kelapa itu untukmu," jawab Rey sambil mengelus lembut pipi Rere. Rey langsung menuju penjual kelapa muda disana, tanpa berlama-lama Rey datang membawa kelapa yang diminta oleh Rere.


Rere langsung menikmati kelapa muda itu dengan lahapnya, Sesekali Rere menyuapkan kelapa muda itu pada Rey. Mereka berdua menikmati momen kebersamaanya tanpa ada pengganggu.


Setelah menikmati kelapa muda, mereka berdua melanjutkan kesenangan mereka dengan berjalan menginjakkan kakinya diatas pasir.


Rey yang terbesit ide jailnya menyipratkan air laut kearah Rere, "Rey hentikan," ujar Rere dengan menghalau air kearahnya menggunakan tangannya.


"Hahahaa... apa kau takut dengan air," canda Rey.


"Awas kau ya Rey," geram Rere menyipratkan kembali air laut kearah Rey. Akhirnya mereka bermain air dan melakukan aksi kejar-kejaran.


Rere berlari dengan kencangnya tak kenal lelah, karena memang dia terbiasa melakukan latihan fisik. Beda lagi dengan Rey, dia tersengal-sengal mengejar Rere yang lari begitu kencangnya.


"Sudah Re... jangan lari, aku sudah lelah," ujar Rey dengan nafas ngos-ngosan.


Rere yang melihat Rey hanya terkekeh menertawakan Rey, "kau lemah sekali Rey, hahahaa," ejek Rere.

__ADS_1


"Kita duduk disini sambil menunggu matahari terbenam," ujar Rere yang mengajak Rey duduk diatas pasir menunggu terbenamnya matahari.


Rey menuruti ajakan Rere dan duduk disibelah Rere, Rere menyenderkan kepalanya diatas bahu Rey dengan nyamannya. Rey yang melihatnya tersenyum senang dan membiarkan Rere dengan posisi nyamannya.


__ADS_2