Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku
Eps 33. Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Saat ini Rey membawa Rere menuju rumah yang ia beli untuk untuk Rere sebagai hadiah pernikahannya. Rumah itu menyerupai istana megah nan mewah dengan nuansa putih, memiliki halaman yang luas dan terdiri dari 2 lantai.


Pintu terbuka membuat siapa saja yang memandang terkagum-kagum dengan desain dan nuansa membuat nyaman.


 


"Kau suka?" Tanya Rey merangkul pundak Rere. Rere menatap setiap detail dari rumah megah itu.


"Megah sekali Rey," jawabnya menatapa ke arah Rey.


"Ini adalah hadiah yang aku siapkan untukmu," sahut Rey dan memeluk dari belakang.


"Sejak kapan kamu menyiapkan semua ini Rey? Tidak mungkin dalam waktu dekat ini bukan?" Tanya Rere penasaran.


"Eemm... aku menyiapkannya saat berusaha untuk mandapatkan maaf dan meluluhkanmu kembali," terang Rey.


"Benarkah?" Tanyanya kembali dengan membalikkan badannya, Rey menjawab dengan menganggukkan kepala.


"Ayo kita lihat kamar kita di atas," ajak Rey.


Setibanya di lantai atas, Rere kembali di buat terkagum dengan interior dari kamar tersebut. Kamar yang sangat luas dengan nuansa putih dan gold, pencahayaan yang pas membuat nyaman di mata.


"Sebenarnya ini rumah apa istana Rey?" Tanya Rere yang tidak menyangka mendapat hadiah semewah itu.


Rumah yang Rey beli memang menyerupai istana, bahkan tempat tidur di masing-masing kamar terdapat tempat tidur yang sama seperti di kerajaan.


"Apa kau tidak suka?" Bukannya menjawab Rey justru bertanya balik.


"Bukannya tidak suka, Rey. Tapi ini sangat mewah,  bahkan ini lebih mewah dari mensionku," terang Rere dengan hati-hati.


Meskipun Rere juga orang kaya, bahkan bisa di bilang kekayaan Rere melebihi Rey, tapi Rere tetap ingin hal yang sederhana. Ia tidak ingin muluk-muluk dalam sesuatu.


"Tunggu, aku punya hadiah lagi," ujar Rey yang membuat Rere mengkerutkan dahinya.


"Apa lagi itu?" Tanya Rere penasaran.


Rey segera melangkah mengambil kotak yang berada di almari.


"Kemarilah," ujar Rey menuntun Rere untuk duduk.

__ADS_1


Rey membuka kotak yang dia ambil, Rere menganga melihat isi dari kotak tersebut.


"Rey..." ucapnya yang tidak bisa berkata-kata lagi. Rere lebih tidak menyangka isi dari kotak itu.


Kotak tersebut berisi sepasang anting-anting dan kalung yang di penuhi oleh berlian dan batu safir biru.


Set kalung yang memiliki berlian marquise, berbentuk seperti buah pir dan bundar dengan berat sekitar 36 karat, batu safir berbentuk Oval 50,14 karat. Sedangkan anting-anting tersebut memiliki berlian bundar dengan sekitar 8,5 karat dan 2 safir berbentuk oval dengan berat sekitar 20 karat.


Perhiasan tersebut seharga $675,000 USD, jika di rupiahkan sama dengan Rp10,016,223,750.00.


"Biar aku pakaikan," kata Rey mengambil kalung berlian itu dan memakaikan pada Rere.


"Cantik, kalung ini aku pilihkan khusus untukmu," ujar Rey setelah kalung itu terpakai.


Rere melihat ke arah Rey dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Rey... bukankah perhiasan ini sangat mahal?" Ucapnya. Meskipun Rere orang berada, tapi dia tidak pernah menunjukkan kemewahan yang dia punya. Bahkan Rere sendiri tidak terlalu suka memakai perhiasan-perhiasan.


"Tidak, apapun untukmu," jawab Rey mengelus lembut pipi Rere.


"Ini sudah menjadi kewajibanku untuk membahagiakanmu Re, apa yang aku berikan saat ini tidak seberapa dengan rasa sakitmu waktu itu karena ulahku. Mulai sekarang, biarkan aku menggantikan rasa sakitmu dulu menjadi kebahagiaan," terang Rey memeluk erat tubuh Rere.


"Tapi... aku tidak menyiapkan hadiah untukmu," sahut Rere dengan nada yang sedikit sendu.


"Terima kasih untuk semua hadiah ini," ucap Rere dengan senyum yang merekah.


"Apapun untukmu,"


"Apa kita harus menempatinya sekarang?" Tanya Rere.


"Sepertinya itu ide bagus," jawab Rey.


"Lusa saja ya, aku juga mau mengambil barang-barangku yang aku perlukan, juga aku ingin menitipkan mensionku pada Agnes dan lainnya," bujuk Rere.


"Baiklah. Lalu... tempat mana yang ingin kamu inginkan untuk bulan madu kita?" Tanya Rey yang sepertinya sudah tidak sabar.


"Aku ngikut saja, dimanapun tempatnya asal bersamamu," jawab Rere.


***

__ADS_1


Malam tiba kini Rey berada di rumah orang tuanya setelah mengunjungi rumah baru mereka.


Mereka semua berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam.


"Rey... papa punya hadiah untuk kalian berdua," ucap sang papa.


"Apa itu pa?" Tanya Rey penasaran.


"Ini..." ucap papa mengeluarkan amplop.


"Di dalam sini ada tiket bulan madu ke swiss untuk kalian berdua, papa memilikan negara itu sepertinya sangat cocok dengan kepribadian Rere yang lebih menyukai keindahan alam, terserah kalian gunakan kapan. Tapi lebih cepat lebih baik, papa menunggu kabar baik dari kalian," sambung papa penuh harapan.


"Mama sependapat sama papa Rey, mama juga ingin segera punya cucu," sahut mama antusias.


"Kita akan usahakan ma, Rey juga minta doa mama sama papa agar kabar bahagia itu cepat datang," jawab Rey menoleh ke arah dengan tersenyum.


"Sudah malam ma, sebaiknya kita semua istirahat," sambung Rey.


"Iya deh percaya yang pengantin baru, iyakan Ro...?" Sahut Alea sambil memakan camilannya yang tidak di sahuti oleh Alvaro.


"Diamlah, tidak usah ikut campur urusan orang dewasa. Tidur sana," sewot Rey pada adiknya.


"Suka-suka doongs," balas Alea. Rey memutar malas bola matanya.


"Ayo Re kita tidur, biarkan anak tuyul ini sendiri," ajak Rey pada Rere.


"Ma, pa, kita istirahat dulu ya. Terima kasih untuk hadiahnya," pamit Rere.


Rey menggandeng tangan Rere menuju kamar yang ia tempati selama saat di rumah ini.


"Jangan lupa ponakan yang lucu untukku ya," teriak Alea saat keduanya menaiki tangga. Rey hanya mengacungkan jempolnya ke arah Alea. Sedangkan Rere, kedua pipinya seperti tomat matang mendengar teriakan adik iparnya itu.


Skiip....


Keesokan paginya, mereka berdua saat ini sudah berada di mension pribadi Rere.


"Nes, mulai sekarang aku titipkan mension ini padamu. Aku akan ikut Rey ke rumah baru kita," ucap Rere pada Agnes.


"Mension sebesar ini, bu boos? Kalau ada hantunya bagaimana nantiii....?" Jawab Agnes dengan komuk yang di buat seperti anak kecil sedang ketakukan.

__ADS_1


"Sejak kapan kau takut dengan hantu, nona? Sepertinya merekalah yang akan takut denganmu," sahut Rey membuat Agnes memanyunkan bibirnya.


"Ada-ada saja kau itu, mana ada hantu. Sudahlah, jangan banyak membual. Anggap saja ini seperti rumahmu sendiri," ucap Rere tegas.


__ADS_2