Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku
Eps 31. Pesta Pernikahan


__ADS_3

Rey dan Rere sudah berada di dalam kamar mereka berdua, desain interior yang mewah membuat siapa saja betah untuk bermalam di hotel tersebut.


Rere duduk di tepian ranjang karena merasa lelah, Rey segera menyuruh Rere untuk memebersihkan dirinya terlebih dulu agar rasa lelah itu hilang.


Tiga puluh menit lamanya akhirnya Rere keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono dan melihat Rey yang sepertinya tertidur. Rere segera menuju walk in closet terlebih dulu dan membangunkan Rey.


"Rey... aku sudah selesai. Apa kau tertidur?" Ucap Rere yang tidak di sahuti oleh Rey. Itu tandanya benar jika Rey tertidur.


"Rey... bangunlah. Bersihkan dulu tubuhmu," sambungnya dengan mengguncang tubuh Rey dengan pelan.


Rey merasa tubuhnya terguncang akhirnya terbangun dan tersenyum melihat Rere sudah berada di hadapannya. Rey segera bangun dan mendekat kearah Rere memeluk dari samping.


Rere hanya tersenyum melihat kelakuan manja Rey, "mandi dulu," ucap Rere pelan.


"Biarkan seperti ini dulu," jawab Rey dengan suara terdengar serak. Rey masih memeluk erat tubuh Rere dan bersandar di bahu Rere dengan nyamannya.


"Nanti lagi, sekarang bersihkan dirimu dulu. Apa kau tidak lelah?"


"Baiklah," jawabnya segera melangkah menuju kamar mandi.


Rere merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mulai terpejam.


Tak lama kemudian Rey keluar dengan muka sudah kembali fresh, melihat Rere yang tertidur Rey menyusul untuk kembali merebahkan dirinya di samping Rere dan memeluk erat tubuh indah itu.


Akhirnya dua insan itu terlelap bersama dengan nyenyaknya tanpa ada yang mengganggu.


***


Waktu sudah menunjukkan malam, Rere dan Rey sudah selesai bersiap untuk pesta pernikahannya.


Rey mendekat ke arah Rere tersenyum melihat kecantikan Rere, "cantik," ucapnya mengec**p kening Rere.


"Benarkah?" Jawab Rere tak percaya.


"Eemm... sangat sangat cantik," sambung Rey menganggukkan kepalanya.


"Gombal kamu. Sudah, ayo kita turun," ajak Rere supaya Rey tidak mengeluarkan kata-kata gombal lagi.


Skiip...

__ADS_1


Pesta yang sangat megah dan banyak hidangan mewah tersaji membuat siapa saja bertanya-tanya berapa banyak anggaran yang di keluarkan untuk pesta ini.


Pintu ruangan terbuka, terlihat Rey berjalan dan menggandeng tangan Rere. Semua tamu hadirin berbisik-bisik melihat keserasian dua insan yang sudah resmi menyandang status sebagai suami istri itu.


Keduanya terus saja berjalan menuju singgah sana mereka.


Banyak tamu undangan yang naik untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan Rey, dan masih banyak juga dari mereka menikmati hidangan yang tersaji terlebih dulu.


"Selamat atas pernikahanmu tuan Rey," ucap salah satu kolega Rey.


"Terima kasih tuan, silahkan nikmati semua yang ada di sini," jawab Rey menjabat.


Ucapan selamat tidak henti-hentinya, Rey melihat Rere terlihat kelelahan kasihan di buatnya, "duduklah jika lelah. Aku tidak mau kamu kelelahan," ujar Rey penuh perhatian.


"Tidak, aku masih kuat," tolak Rere.


Tibalah saat ini puncak dari acara tersebut, yaitu berdansa.


Lantunan musik romantis mulai terdengar di telinga, Rey mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Rere dengan hangat, tak lupa juga dengan senyum yang mengembang.


Mereka berdua mulai berdansa dengan romantisnya, semua yang berada di sana di buat iri oleh keromantisan mereka.


"Apa aku salah memandang wajah istriku sendiri?" Rere di buat bungkam dengan jawaban Rey.


"Apa kau bahagia?" Rey tak mengalihkan pandangannya sama sekali.


"Kenapa harus bertanya seperti itu? Tentu saja aku merasa bahagia," jawab Rere dengan wajah berseri.


"Maafkan aku yang dulu begitu bodoh pernah menghianatimu," ujar Rey sedikit sendu.


"Sudahlah, itu sudah berlalu. Aku hanya ingin menyambut kebahagian yang akan datang nanti," jawab Rere dengan menunjukkan senyumnya.


Mereka melanjutkan dansa dan saling melempar candaan.


'Kamu begitu sempurna Re, entah bagaimana bisa aku bisa menghianatimu. Mulai sekarang aku berjanji, aku akan selalu berusaha membahagiakanmu, aku akan mengganti hari-hari burukmu waktu itu. Dan aku merasa beruntung bisa mendapatkan dirimu kembali, aku selalu berdoa, semoga kita tidak akan terpisah lagi, semoga kita bisa melewati semua,' batin Rey.


'Aku bahagia, dan aku tidak bisa mendeskripsikannya saat ini. Seseorang yang tidak bisa aku lupakan selama bertahun-tahun akhirnya dia kembali padaku. Dia adalah rajaku, permataku yang telah kembali, semoga kita akan terus bersama hingga ajal menjemput' batin Rere.


Pasangan lain menyusul untuk berdansa, mereka semua tidak mau kalah dengan Rey. Bahkan kedua orang tua mereka juga tidak ingin kalah dengan anak dan menantunya.

__ADS_1


Banyak juga dari mereka yang datang sendiri mencari partner untuk berdansa.


Agnes, Arin dan Daniel yang berada di pojok ruangan memandang dua insan itu dengan menggigit jari mereka.


"Aku iri dengan bu boss, kenapa tidak ada yang mengajakku berdansa ya," ujar Agnes dengan wajah ngenesnya.


Daniel memutar matanya malas mendengar celotehan Agnes.


"Kalau begitu, dansa saja denganku. Biar kau tidak terlihat jomblo," sahut Daniel dengan menekankan kata jomblo.


"Memangnya kau punya kekasih?" Jawab Agnes tak terima di kata jomblo.


"Aku tampan, banya wanita mengejarku," jawab Daniel tingkat narsisnya mulai kambuh.


"Sok narsis," ketus Agnes.


"Tuan Li..." teriak Agnes pada Liam sambil melambaikan tangannya.


Liam merasa namanya di panggilpun mendekat, "ada apa nona?" Tanyanya dengan wajah dinginnya.


"Kau temani Arin berdansa oke, aku dengan Daniel. Babaaiii..." setelah mengucapkan itu Agnes segera menyeret lengan Daniel untuk menuju ke arena dansa.


Arin mendengar perkataan Agnes melotot seketika, bagaimana bisa dia di pilihkan teman dengan Liam.


"Tapi non..." sebelum Liam menyelesaikan kata-katanya, Agnes sudah melangkah jauh. Dia hanya pasrah dan menghembuskan nafas dengan kasar.


Arin merasa canggung, karena dia sama sekali tidak dekat dengan Liam. Liam selalu bersikap cuek, dingin dan kadang perintah yang tidak bisa di bantah membuat Arin kesal.


Tanpa berlama-lama Liam mengulurkan tangannya untuk membawa Arin ke arena dansa, "mari nona. Sebelum aku berubah pikiran."


"Ehh... ah.. emm..." jawab Arin yang tidak jelas itu. Tanpa pikir panjang Liam langsung saja menyeret Arin. Mau tidak mau Arin mengikuti langkah Liam ke tengah-tengah Arena dansa.


Akhirnya mereka semua bahagia dan bersenang-senang dalam pesta megah itu. Kapan lagi mereka akan melalukan momen seperti itu.


Senyum Rere dan Rey tidak pernah budar melihat semua ikut merasakan bahagia.


Lain halnya dengan seseorang yang sedari tadi bersembunyi di sebalik tembok yang menatap tidak suka dengan kebahagian Rere dan Rey. Tangannya mengepal kuat hingga kuku-kukunya berwarna putih.


'Harusnya aku yang berada disana, bukan dirimu Re. Akan aku rebut kembali dia darimu,' batin orang itu.

__ADS_1


Seseorang itu akhirnya memutuskan untuk pergi, dari pada harus berlama-lama di acara itu membuatnya merasa semakin emosi.


__ADS_2