Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku
Eps 30. Pernikahan


__ADS_3

Hari ini tiba saat di mana Rere dan Rey akan melangsungkan pernikahan, pernikahan yang megah dan mewah di laksanakan di hotel milik bintang lima milik keluarga Rey.


Pengucapan janji suci hanya di hadiri dari kalangan keluarga dan orang terdekat saja. Malamnya nanti saat resepsi, semua kalangan akan hadir mulai dari rekan bisnis, teman-teman dari Rey dan Rere, dan masih banyak lagi.


Saat ini Rere masih di rias oleh MUA profesional yang berada di kamar hotel mewah itu, "waahh... nona anda sangat cantik," puji salah satu anggota MUA itu. Mereka terkagum-kagum melihat kecantikan Rere. Riasan yang tidak terlalu menor membuat Rere terlihat semakin cantik.


"Anda bisa saja, nyonya," ucap Rere yang sedikit malu.


Suara pintu terbuka membuat Rere mengalihkan pandangannya ,"waahh... anak mama sama papa cantik sekali," puji mama Dias melihat kecantikan Rere.


"Mamaa..." Rere manghampiri mamanya dan memeluk erat.


"Anak mama sama papa sudah gede ya," ucap papa Xander mengelus lembut rambut Rere.


"Nak... setelah ini kamu hidup bersama suamimu. Jadilah istri yang baik dan berbakti, pernikahan tidak selamanya berjalan dengan mulus, kalian harus bisa melewatinya," pesan papa.


"Ma, pa, maafin Rere ya belum bisa menjadi anak yang baik buat mama sama papa. Rere masih suka merepotkan mama sama papa," ucap Rere dengan menahan air matanya. Semua orang yang ada di kamar itu merasa terharu.


"Tidak sayang, kamu adalah anak mama dan papa yang hebat. Kamu sudah membuat mama dan papa bangga padamu," sahut mama Dias, kemudian mereka kembali berpelukan.


Lalita sedari tadi hanya diam menyimak suasana haru itu. Tidak mau berlama-lama hanyut dengan perasaannya yang sedari tadi dia tahan, Lalita membuyarkan suasana haru yang menyelimuti ketiganya, "Kenapa kau cengeng sekali kak?" Sahutnya yang sedari tadi diam. Rere yang mendengar celotehan Lalita menghunuskan tatapan tajam.


Lalita melihat tatapan Rere yang tidak bersahabat itu bukannya takut melainkan sebaliknya, "apa liat-liat. Aku tau aku cantik," ucapnya dengan gaya narsis.


"Sudah-sudah, kenapa malah bertengkar seperti ini," lerai papa.


"Ayo Re, calon suamimu sudah menunggu di bawah," ajak papa untuk segera turun.


Pintu ballroom terbuka memperlihatkan Rere berjalan melewati karpet merah menuju altar bersama dengan sang papa yang mengapit tangan Rere.


Rey yang berdiri menunggu kedatangan Rere, jantungnya berdegup dengan kencang saat melihat Rere berjalan ke arahnya.

__ADS_1


Rere dan sang papa sudah tiba di depan altar, papa Xander memberikan tangannya yang mengapit tangan Rere dan di sambut hangat oleh Rey.


"Papa serahkan anak papa padamu Rey, jika suatu saat nanti kamu sudah tidak mencintainya, antarkan dia kerumah kami dengan baik-baik," ucap papa Xander yang membuat Rere ingin sekali menangis.


"Rey akan selalu menjaga dan mencintai Rere pa," jawab Rey dengan bersungguh-sungguh. Papa Xander kembali ketempatnya yang sudah disiapkan.


Prosesi acara satu demi satu sudah selesai, tibalah saatnya untuk Rey dan Rere mengucapkan janji suci pernikahan.


"Tuan Reynald Narendra Abraham, bersediakah engkau menjadikan nona Aresha Cassandra sebagai pendamping hidupmu? Bersediakah engkau mencintainya dalam suka dan duka, dalam sakit dan sehat, dalam susah maupun senang dan menjaganya sampai akhir hayat?" Ucap sang pendeta.


"Aku Reynald Narendra Abraham, menyatakan di hadapan Tuhan bahwa aku bersedia menjadikan Aresha Cassandra pendamping hidupku satu-satunya. Menerimanya dalam suka ataupun duka, dalam sakit dan sehat, dalam susah maupun senang dan selalu mencintai dan menjaganya sepanjang hidupku," jawab Rey dengan tegas tanpa ada salah sedikitpun.


Pendetapun beralih menatap ke arah Rere.


"Nona Aresha, apakah engkau bersedia menerima tuan Reynald Narendra Abraham sebagai suamimu? Menerimanya dalam suka dan duka, dalam sakit dan sehat, dalam susah dan senang serta saling mencintai satu sama lain?"


"Aku Aresha Cassandra, menyatakan di hadapan tuhan bahwa aku bersedia menerima Reynald Narendra Abraham sebagai suamiku. Menerimanya dalam suka maupun duka, dalam keadaan sakit maupun sehat, dalam susah maupun senang serta selalu mencintai sepanjang hidupku," jawab Rere dengan lantang.


Reypun mendekat dan mencium kening Rere, suara riuh tepuk tangan dan sorak sorai memeriahkan suasana di sana.


"Huuaahh... bu boss sudah menikah, nanti aku tidak bisa kemana-mana lagi bersamanya," rengek Agnes dengan mengelap ingus di hidungnya.


Daniel yang melihat kelakuan Agnes bergidik ngeri, "jorok sekali kau itu," ujar Daniel.


"Hiks... hiks... kau benar Nes, Rere sudah menikah," sahut Arin yang merasa terharu.


"Aku kira mereka tidak akan bisa bersatu, tapi ternyata takdir memihak mereka, aku ikut senang," sambung Arin sambil mengelap air matanya yang hampir saja menetes.


"Sudahlah, kalian jangan menangis. Harusnya kalian ikut bahagia melihat nona sudah bahagia," sela Daniel yang jengah melihat 2 orang di hadapannya ini.


"Kau kapan menyusul Arin? Sepertinya kau cocok sama Liam," ceplos Agnes. Arin yang mendengar nama Liam di sebut seketika melototkan matanya.

__ADS_1


"Kenapa harus dia? Tidak ada yang lain apa?!! Ogah aku dengannya," sewot Arin.


"Jangan begitu, aku doakan kalian berjodoh nanti baru tau rasa," sahut Daniel yang ikut mengompor-ngompori.


"Bisa-bisa gila aku menghadapi manusia es yang menyebalkan itu," sungut Arin.


"Sudahlah ayo kita kedepan, setelah ini kita harus mengurus segalanya Nes," ucap Daniel yang sudah dulu melenggang pergi ke depan menghampiri Rere.


"Selamat untuk kalian berdua nak. Papa menitipkan Rere padamu Rey," ucap papa Xander memeluk mereka berdua.


"Rey pasti akan menjaga Rere pa," jawab Rey senang.


"Rey, jaga menantu papa dan mama baik-baik. Jangan berulah lagi, kalau kau sampai berulah nanti papa coret dari kartu keluarga," ucap papa Haris dengan sedikit memberi peringatan pada Rey.


"Rey janji pa, Rey tidak akan berulah," jawabnya.


Kedua keluarga itu bersendau gurau dan melakukan foto bersama di momen berharga ini.


Daniel mendekat kedepan diikuti oleh Arin dan Agnes, sebelum Daniel naik ke atas altar tubuhnya di dorong oleh Agnes yang menyerobot untuk naik dulu. Daniel terhuyung dan mendengus kesal karena ulah Agnes.


"Menyebalkan sekali orang itu, ingin ku patahkan saja kakinya supaya tidak bertingkah lagi," gerutu Daniel menahan kesal.


Arin terkekeh melihat dua oramg itu yang tidak pernah bisa diam, ada saja yang dilakukan. Agnes berjalan cepat ke arah Rere, "Huaahh... bu boossku sudah tidak jomblo lagi," ucap Agnes memeluk Rere dengan tangisannya yang membuat orang ingin sekali menaboknya.


"Kenapa tingkahmu itu memalukan sekali," ketus Danie yang menyeret baju Agnes agar mundur sedikit kebelakang.


Mereka terus saja bertengkar di atas sana, Rere merasa jengah dan melerai perdebatan mereka yang tidak ada hentinya.


Setelah perdebatan selesai, mereka memutuskan untuk mengambil gambar momen bahagia itu.


Acara pengucapan janji sudah selesai, semua kembali ke tempat masing-masing yang sudah disiapkan. Rere dan Rey memutuskan untuk ke kamar mereka, sedangkan Daniel dan Agnes segera ke markas melakukan persiapan untuk keamanan nanti malam.

__ADS_1


__ADS_2