Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku
Eps 8. Kerinduan Rey dan Pertemuan Yang Tak Disengaja


__ADS_3

Haripun berganti malam.


Dimana waktunya setiap orang untuk beristirahat. Tidak dengan Rere yang masih berkutat diruang kerjanya ditemani Agnes.


"Haiissh... bu bos... ini kenapa banyak sekali berkasnya? Pusing aku jadinya," rengek Agnes sambil mengacak-acak rambutnya.


"Sudah diamlah, dan selesaikan saja," sungut Rere pada Agnes. Agnes yang mendengarnya mulutnya manyun 5 centi.


Rere mengajak Agnes untuk menyelasaikan berkas-berkas kantor yang di antarkan oleh Liam tadi sore.


Agnes yang kemudian bosan dengan setumpuk kertas itupun, dia langsung memandang foto yang tertempel di dinding ruang kerja disitu. "Bu bos... kalau dilihat-lihat dari foto ini kalian berdua cocok sekali ya," ucap Agnes pada Rere.


Ya... yang dilihat Agnes adalah foto Rere dan Rey disitu.


"Kenapa kau sedari tadi bicara terus, apa yang aku suruh sudah selesai?" Sungut Rere yang tak menjawab ucapan Agnes tadi.


"Aiihh bu bos mah, aku kan cuma memberi pendapat," gerutu Agnes.


"Aku tidak perlu pendapatmu, sudah selesaikan atau kau tidak akan tidur," geram Rere.


"Iyaa iyaa, galak amat sih," gerutu Agnes pelan tapi masih bisa di dengar oleh Rere.


"Aku mendengarnya Nes," sahut Rere.


***


Lain halnya ditempat Rey, lelaki itu berdiam diri di balkon rumahnya sambil memandangi gelang cuople yang pernah dikasih Rere padanya. Penyesalanpun dirasakannya saat ini dan merutuki kebodohannya yang sudah dilakukannya.


Ia merasakan rindu yang teramat pada Rere, ia mengingat bagaimana manisnya wajah Rere waktu itu.


Flasback 6 tahun yang lalu...


"Emm Rey, aku ada sesuatu untukmu," ucap Rere dengan menampilkan senyum manisnya.


"Sesuatu? Apa itu?" Tanya Rey yang penasaran.

__ADS_1


Rerepun mengeluarkan kotak yang ia bawa, "ini," tunjuknya sambil mengeluarkan isi dalam kotak itu. "Biar aku pakaikan," Rerepun memakaikan pada Rey.


"Gelang?" Ucap Rey, "jangan kenceng-kenceng ngikatnya," sambung Rey.


Yaa... kotak yang di bawa Rere berisikan gelang couple.


"Nah sudah..." ucap Rere dengan tersenyum senang. "Satunya ada di aku," tunjuknya sambil mengangkat tangannya. "Kau berada di tangan kananku dan aku di tangan kirimu," ucapnya sambil menyandingkan gelang yang di tangannya dengan yang dipakai oleh Rey.


"Emm... memang gak seberapa sih harganya. Kalau kau tidak suka kau simpan saja tak apa, tapi jangan sampai hilang ya," ucapnya pada Rey.


"Memangnya kenapa," tanya Rey sambil menatap gelang yang dipakainya.


"Pokoknya gak boleh sampai hilang, awas kalau sampai hilang," ujar Rere dengan wajahnya dibuat cemberut.


Rey yang melihat wajah Rerepun tersenyum, "iyaa... aku akan jaga gelang ini," janjinya pada Rere. "Makasih ya," sambungnya. Rere yang mendengar kata Rey pun senang dan seketika wajahnya kembali tersenyum dengan manisnya.


Flasback selesai...


"Aku merindukanmu Re, dimana kau sekarang? Aku ingin bertemu denganmu. Maafkan aku Re... maafkan aku. Aku memang bodoh. Kembalilah Re, aku ingin menebus semua yang sudah aku lakukan," lirihnya dengan menahan tangisnya.


"Aku selalu mencarimu Re, sampai sekarang aku tidak menemukan titik terangnya. Sebenarnya kau dimana Re?"


***


Keesokan paginya.


Hari ini adalah hari minggu, setelah sarapan Rere bersiap-siap untuk pergi belanja kebutuhan rumah bersama bi Nunung ke mall. Karena sekalian Rere mencari barang yang ia cari.


Kalau Agnes sendiri, ia bersiap-siap pergi ke markas. "Kau duluan saja Nes, nanti aku menyusul," ucap Rere.


"Ooh... oke bu bos, sekalian aku mau berkeliling dulu sama Daniel."


"Bii... kasih tau mang Ujang kalau kita mau ke mall. Biar nanti dia bisa bantu bawa belanjaan," perintah Rere.


"Baik nona, akan saya sampaikan."

__ADS_1


Kenapa Rere tidak membawa bodyguard ataupun pengawal? Karena Rere memang terbiasa mandiri, biar nanti juga bisa leluasa. Mereka hanya di tugaskan dari jarak jauh saja untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang terjadi.


***


Sesampainya di mall, Rere dan bi Nunung segera ketempat dimana kebutuhan rumah seperti sayur, buah dan lainnya berada. Mereka memilih-milih apa saja yang harus di beli.


Di tempat lain, Rey juga bersiap-siap pergi mall untuk mencari barang yang ia butuhkan. Mall yang dikunjungi Rey adalah mall yang sama dengan Rere saat ini.


Di sisi lain, Rere sudah selesai belanja kebutuhan rumah langsung meminta bi Nunung menuju parkiran dimana mobilnya berada, "Bibi langsung ke parkiran saja, nanti aku menyusul. Masih ada yang ingin aku cari."


"Baik nona, bibi duluan ya," pamit bi Nunung.


Setibanya bi Nunung diparkiran di mana mobilnya berada, ia melihat seseorang yang seperti ia pernah lihat tapi entah dimana. "Kok sepertinya aku pernah melihat orang itu ya? Tapi dimana?" Gumamnya, seketika bi Nunungpun mengingat siapa yang dia lihat sekarang. Dia adalah Rey, mantan dari nonanya. Sedikit banyak bi Nunung tahu tentang nonanya.


"Emm... mang Ujang ini tolong dulu ya, saya ada perlu sebentar."


"Yasudah jangan lama-lama," ucap mang Ujang


Bi Nunung pun berjalan menuju ke mobil Rey yang berhubungan parkir mobil mereka tak jauh. "Permisi tuan, apa benar ini tuan Rey ya?" Tanya bi Nunung. Entah dorongan darimana bi Nunung menghampiri Rey saat itu.


Rey yang merasa namanya di panggilpun menoleh sambil menatap bingung karena dia tidak mengenal orang yang ada dihadapnnya saat ini. "Iya benar, apa ibu mengenal saya ya?" Tanya Rey dengan kebingungannya.


"Ternyata anda tak jauh berbeda dari foto yang saya lihat," ya bi Nunung ingat jika pernah melihat foto Rey dan Rere di ruang kerjanya, makanya tadi seperti tidak asing. "Panggila saja saya bi Nunung tuan," ucapnya.


"Foto? Foto apa yang bibi maksud?" Tanya Rey bingung.


"Saya adalah kepala asisten rumah tangga di rumah non Rere tuan, saya pernah melihat foto anda dan non Rere tergantung di ruang kerjanya," ucap bi Nunung.


Rey yang mendengarnyapun terkejut karena orang yang ada di hadapannya menyebut nama Rere.


Bi Nunung yang melihat ekspresi orang yang ada dihadapannya ini hanya tersenyum. Kemudian bi Nunung mulai menceritakan bagaimana pada Rey dan bagaimana Rere sekarang.


Bi Nunung yang di tugaskan untuk membersihkan ruang kerja Rere, biasanya melihat nonanya termenungpun mencoba mendekati nonanya secara perlahan. Sedikit banyak bi Nunung tahu, karena Rere biasanya bercerita bagaimana kisahnya. Bi Nunung sudah menganggap Rere seperti anaknya sendiri, begitupun dengan Rere menganggap bi Nunung seperti ibunya sendiri.


"Non Rere sangatlah baik, meskipun sikapnya itu terbilang dingin. Tapi non Rere tidak pernah berlaku kasar pada kami semua, non Rere tidak membeda-bedakan kami," ujar bi Nunung sambil tersenyum setelah menceritakan tentang Rere.

__ADS_1


Rey yang mendengarkan cerita tersebut ada perasaan bersalah dan menyesal, dan ada juga perasaan bahagia mendengarnya serta secerca harapan untuk Rey. "Sekarang dimana Rere sekarang, bi? Aku ingin bertemu dengannya," tanya Rey yang antusias.


"Bii... aku sudah selesai, ayo kita pul..."


__ADS_2