Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku
Eps 48. Kedatangan Nicky


__ADS_3

Pukul 10.00 pagi di bandara...


Pria blasteran berkulit putih hidung mancung itu telah menapakkan kakinya di bandara. Ia langsung di sambut oleh anak buahnya yang sudah stand by lebih dulu di kota ini.


"Selamat datang tuan," ucapnya membungkukkan sedikit badannya.


Ia berjalan tanpa menghiraukan sapaan dari anak buahnya dan masuk ke dalam mobilnya.


"Markas," perintahnya singkat.


"Baik tuan."


Mobilpun melaju membelah jalanan kota.


Markas...


Ia segera turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya ke dalam markas yang baru saja ia bangun di kota ini.


"Selamat datang tuan, senang bisa bertemu anda," sapa anak buahnya.


"Hmmm," ia hanya menjawab dengan deheman.


"Bagaimana hasil pengawasanmu selama ini?" Tanyanya.


"Kami sedikit kesulitan tuan, banyak dari anak buah kita yang tewas. Mereka menempatkan pengawal bayangan yang tidak mudah kita ketahui, mereka sangat lihai untuk menyamar," terang anak buahnya.


"Dan ini, kami hanya berhasil mengambil foto anak itu dari samping," ujarnya lagi, memberikan foto pada boss nya.


"Kau awasi mereka lagi, aku tidak ingin semuanya sia-sia. Perbanyak anggota kita untuk mengawasi wanita itu," perintahnya tegas.


"Dan jangan terlalu lama, aku sudah tidak sabar lagi ingin menghabisinya," sambungnya.


Ia pun menuangkan anggur merah di gelasnya dan meneguk habis.


Pria itu adalah Nicky, adik dari Jack. Ia datang ke kota ini untuk membalaskan dendamnya. Selama ini ia berada di Amerika untuk membentuk mafia Jack kembali dan memperkuatnya untuk bisa membalaskan dendam pada Rere.


***


Anak kecil berlari ke dalam rumah megahnya dengan lumpur menempel di seluruh badan. Entah main apa dia hingga lumpur melekat pada tubuhnya.


"Mamaa..." teriaknya.


"Astaga Celo," kaget Rere melihat Celo berlumuran lumpur. Rere melihat dari atas sampai bawah penampilan Celo saat ini.


"Di mana auntymu, hah?" Tanya Rere terlihat garang.


"Aku disini kakak," ujar Lalita yang baru saja nongol. Ia pun juga penuh dengan lumpur seperti Celo.


"Ataga... kalian ini habis main apa sih?" Sungut Rere merasa geram.


"Onty mengajakku belmain di kolam lumpul mama," ujar Celo.

__ADS_1


"Eehh... enak aja," ketus Lalita tak terima di tuduh Celo.


"Kau tau kak, anakmu ini berlari-lari dan main lumpur di depan sana. Aku kepleset gara-gara mengejar anak tuyul ini," terang lalita.


Hari ini Lalita berkunjung ke kediaman Rere karena rindu dengan keponakan gemesnya itu. Sesampainya di sana ia bermain dengan Celo, namun karena saking aktifnya Celo, ia juga harus menjadi seperti itu karena mengejar Celo.


Rere hanya bisa menepok jidatnya, "sudah kalian bersihkan diri kalian sana," perintah Rere.


"Onty, ayo belenang," ajak Celo.


"No Celo," tukas Rere menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan.


"Ajak keponakanmu itu mandi," perintah Rere.


Keduanya hanya pasrah dan mengikuti perintah Rere.


Sembari menunggu Celo dan Lalita membersihkan dirinya, Rere mengotak-atik ponselnya. Ia melihat pesan masuk dari salah satu tangan kanan di markas.


"Nyonyaa... kapan kau berkunjung kesini? Ada hal penting yang aku ingin sampaikan," isi pesan itu.


"Ada apa?" Balas Rere.


"Ada laporan jika Nicky sudah tiba di kota ini," balas orang di seberang sana. Raut wajah Rere pun menjadi serius setelah membaca pesan tersebut.


"Besok aku akan kesana," tulis Rere.


"Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja Nicky," gumam Rere dengan tatapan tajam.


"Mamaa, Celo sudah halum," cicit Celo.


"Besok gak boleh main lumpur lagi, oke," ujar Rere mengangkat tubuh mungil Celo.


"Mamaa... Celo ingin makan pizza," ujar Celo.


"Oke. Mama pesankan dulu. Kau mau apa Lita?"


"Terserah kakak aja deh," jawab Lalita.


Rere pun memesankan sesuai permintaan Celo.


A'C Company...


"Kau ini kenapa aneh sekali sih tuan? Kenapa tiba-tiba menyeretku?" Ketus Arin pada Liam karena menurutnya tingkah Liam menjadi aneh.


Arin sendiri bingung, tiba-tiba saja Liam menyeretnya dari ruangan kerjanya


"Tidak, tidak kenapa-kenapa. Kau kerjakan tugasmu dariku disini," jawab Liam.


"Kenapa harus disini? Aku kan punya ruangan sendiri, di ruanganku kan enak banyak temannya," protes Arin yang masih tidak terima karena Liam seenaknya sendiri menyuruhnya.


"Sudah diamlah, kerjakan saja tugasmu," titah Liam.

__ADS_1


'Ini orang kenapa sih, akhir-akhir ini kayak orang aneh. Gedek aku lama-lama. Bisa-bisanya ya Rere punya asisten kayak gini' batin Arin menatap Liam.


"Apa kau sudah puas menatapku?" Ujar Liam yang fokus dengan dokumen di hadapannya.


Arin tidak menyahuti ucapan Liam, ia kembali mengerjakan tugasnya yang belum selesai tadi.


"Malam ini kau mau kemana?" Tanya Liam.


Arin pun menoleh bingung, karena tidak biasanya Liam bertanya seperti itu.


"Kau dengar tidak?" Tanya Liam lagi.


"Memangnya kenapa?" Tanya Arin heran.


"Aku hanya bertanya saja," jawab Liam dengan santainya.


"Aku di rumah," jawab Arin ketus. Ia masih kesal dengan tingkah Liam.


"Oohh.. yasudah," jawabnya dengan singkat.


Arin mencebikkan bibirnya karena lagi-lagi dia merasa kesal oleh Liam.


"Dasar aneh," gumam Arin yang masih bisa di dengar oleh Liam.


Kembali lagi ke sisi Rere dimana  Celo dan Lita melahap pizza yang ada di hadapannya.


Celo melahap habis hingga bibir kecilnya belepotan.


"Waahh sepertinya enak sekali ya," ujarnya saat baru memasuki pintu rumah. Ketiganya menoleh ke arah sumber suara.


"Papaa, sini makan," ajak Celo dengan mulut penuh pizza.


"Anak papa makan apa ini?" Tanya Rey mendekat ke arah Celo.


"Celo makan pizza papa. Papa mau?" jawab Celo sambil mengarahkan pizza bekas gigitannya pada Rey.


Rey pun menggigit pizza uluran Celo. "Hmm... enak," ucapnya sambil tersenyum.


"Tumben sekali Rey sudah pulang?" Tanya Rere melihat kepulangan sang suami.


"Mumpung hari ini tidak ada kerjaan. Jadi aku pulang saja," jawab Rey.


"Boss mah enak ya, bisa pulang sesuka hati," sindir Lalita.


"Tumben sekali kau kesini, Lita?" Tanya Rey pada Lalita.


"Aku kangen sama anak tuyul, sudah lama nggak main kerumah," jawab Lalita menyebut Celo dengan anak tuyul.


"Gitu-gitu juga keponakanmu," sahut Rere.


"Celo suapin papa ya," ujar Celo. Suara cedal dan tingkah gemesnya membuat siapa saja merindukannya. Rey hanya menurut saja apa yang di lakukan oleh Celo.

__ADS_1


"Celo gak boleh makan banyak-banyak ya, nanti perutnya sakit. Celo harus banyak makan sayur," ujar Rey penuh perhatian.


__ADS_2