Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku
Eps 29. Fitting Baju


__ADS_3

Rey sedari tadi memandang wajah datar Rere dengan harap-harap cemas, "Re... maafkan aku. Tadi bukan seperti yang kau pikirkan," ucap Rey pelan dan menghampiri Rere.


Rere menoleh kearah Rey dengan wajah yang masih terlihat datar, "aku tau. Aku melihat semuanya. Aku juga tau sebenarnya seperti apa wanita itu, dia menghalalkan segara cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk dengan cara keji sekalipun," jelas Rere panjang lebar.


"Sudahlah ayo kita berangkat. Aku tidak ingin memperpanjang masalah ini. 3 hari lagi acara kita," sambungnya lagi.


Mereka berdua menuju butik langganan keluarga Rey untuk fitting baju yang akan di kenakan di acara pernikahan nanti.


Mereka berdua menuju butik langganan keluarga Rey untuk fitting baju yang akan di kenakan di acara pernikahan nanti.


Sesampainya di butik, Rey dan Rere di sambut oleh pemilik butik, tanpa berlama-lama Rere segera mencoba gaun untuk di kenakan nanti.


"Bagaimana Rey?" Tanya Rere menunjukkan baju pertama yang ia coba. Rey terpana dengan kecantikan Rere saat menggunakan gaun itu.


"Cantik. Tapi aku tidak suka, kenapa kau memilih model yang seperti ini. Pilih model yang menutupi dada dan lenganmu," protes Rey yang melihat model gaun yang di kenakan Rere.


Rere yang mendengar protes Rey segera memilih lagi model baju yang tepat.


"Bagaimana yang ini?" Tanya Rere yang sudah berganti baju.


"Kenapa punggungnya terlihat seperti ini, coba cari lagi," protes Rey lagi. Rey tidak mau jika tubuh indah Rere terlihat orang lain.


Rere segera melangkahkan kakinya lagi dengan sedikit kesal.


"Bagaimana kalo yang ini?" Tanya Rere lagi.


"Cantik," ucap Rey menyetujui gaun yang terakhir.


Gaun yang dipilih Rere bewarna putih dengan bawahan sangat lebar, dibuat dari bahan berkualitas dengan full payet dan beberapa buah berlian menempel indah.


Rere terlihat cantik dan elegan, Rey menghampiri dan menyelipkan anak rambut ke telinga Rere.


"Bahkan kamu lebih cantik meskipun tanpa riasan apapun," puji Rey melihat kecantikan alami yang dimiliki oleh Rere.


"Kenapa dirimu akhir-akhir ini sering sekali menggombal?" Sindir Rere dengan wajah datarnya. Rere tidak seperti wanita pada umumnya jika mendapat pujian sudah klepek-klepek, justru Rere sebaliknya.


Rey tersenyum mendengar perkataan Rere, "aku tidak menggombal, aku sedang memuji calon istriku," elak Rey.


"Sama saja," ketus Rere.

__ADS_1


"Kau tidak mengukur untuk jas yang dikenakan nanti?" Tanya Rere masih berhadapan dengan Rey.


"Tidak perlu, mereka sudah tau ukuran jas ku nanti. Keluarga kami sudah berlangganan disini sejak lama," jawab Rey dan di angguki oleh Rere.


"Emmm... maaf mengganggu tuan. Kami punya model satu lagi, sepertinya sangat cocok jika nona Rere memakainya nanti. Apa anda mau melihatnya? Tawar pemilik butik itu.


"Boleh," jawab Rey setuju.


"Mari nona, saya tunjukkan gaun satunya lagi," ajaknya dengan ramah.


Rerepun mengikuti pemilik butik itu untuk mencoba gaun rekomendasi dari butik tersebut. Tanpa berlama-lama Rere keluar dengan gaun yang berwarna sparkly rose gold. Gaun yang sangat indah dan cocok untuk warna kulit Rere.


Rey melihat penampilan Rere dari atas sampai bawah tanpa bersuara apapun.


Melihat reaksi Rey, pemilik butik itupun bertanya, "bagaimana tuan?" Tanyanya.


"Bagus. Bungkus yang ini sekalian nyonya," jawab Rey dengan entengnya


"Baik tuan," jawab pemilik butik dengan senangnya.


Di rasa cukup, Rere segera bergegas mengganti gaunnya dengan pakaian yang tadi ia kenakan. Sedangkan Rey segera membayar setelan jas dan gaun yang akan ia dan Rere kenakan nanti.


"Antar saja ke alamat ini," ucap Rey memberikan alamat tujuan yang tertera.


"Baik tuan," ucap pegawai itu menerima alamat yang di berikan oleh Rey.


"Terima kasih atas bantuannya, nyonya. Datanglah nanti di acara kami," ucap Rere setelah selesai berganti pakaian dan keluar menyusul Rey.


"Terima kasih atas undangannya, nona. Senang bisa membantu, saya usahakan nanti untuk datang. Semoga lancar ya nona dan tuan, kalian memang serasi," jawab pemilik butik itu dan disambut senyum hangat oleh Rey dan Rere.


"Kalau begitu, kami permisi dulu nyonya," pamit Rey pada pemilik butik. Pemilik butik tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya.


Rey segera mengantarkan Rere untuk kembali ke mension, hari ini Rey ada latihan bersama Daniel. Tapi sebelum itu dia selesaikan dulu persiapan pernikahannya.


"Mau makan dulu?" Tawar Rey sebelum sampai.


"Kita makan di mension saja Rey, kasian bibi sudah masak banyak," jawab Rere.


"Sesuai keinginanmu ratuku," ujar Rey dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


"Mulai," ucap Rere sambil menggerakkan malas bola matanya. Rey hanya terkekeh melihat Rere seperti itu.


Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan standart, saat tiba di mension mereka berdua makan dengan khitmad tanpa suara apapun, hanya dentingan sendok saling berhasutan.


Di markas Rere...


Setelah dari mension Rere, sekarang Rey sudah tiba di markas dan berlatih melawan Daniel. Sebagian dari anggota disana melihat bagaimana pertarungan antara pimpinan dan calon suami dari nona mereka.


Kemampuan Rey sudah di bilang cukup untuk pemula, Daniel merasa senang karena Rey mudah sekali untuk bisa menguasai ajaran yang ia berikan.


Bugh... bugh...


Rey terjatuh karena pukulan telak dari Daniel, "aiisshh... kau masih lemah untuk melawanku tuan, bagaimana bisa nanti kau melindungi nonaku. Bahkan satu pukulan nona saja bisa menumbangkanmu," ejek Daniel. Kemampuan Daniel memang tidak bisa di ragukan lagi untuk bela diri dan menembak.


"Aku hanya mengalah saja padamu," elak Rey yang tidak terima di ejek oleh Daniel. Daniel yang mendengar itu hanya menggedikkan bahunya.


"Kalau begitu, ayo lawan aku lagi," tantang Daniel. Rey merasa terpancing dan bersemangat kembali.


Akhirnya mereka melanjutkan pertarungan lagi, kali ini Rey sangat bersemangat untuk bisa mengalahkan Daniel.


Bugh... bugh...


Mereka berdua tumbang bersamaan.


Daniel yang melihat perkembangan Rey tersenyum bangga, "lumayan juga kemampuanmu tuan," puji Daniel.


"Kemampuanku masih jauh darimu Niel, aku belum apa-apa jika dibandingkan denganmu," ucap Rey dengan nafas yang tersengal sengal, Rey mengulurkan tangannya untuk membantu Daniel berdiri.


Keduanya beristirahat sejenak untuk menghilangkan penat dan melemaskan otot-otot mereka.


"Bagaimana persiapan pernikahanmu, tuan?" Tanya Daniel dengan meneguk minumannya.


"Semua persiapan sudah beres, jangan lupa datanglah nanti."


"Pasti tuan, akulah yang menjamin keamanan pernikahan kalian. Aku akan menyebarkan sebagian anggota disini untuk berjaga-jaga di acara nanti," terang Daniel.


"Kalau begitu, terima kasih untuk bantuannya," ucap Rey.


"Tidak perlu tuan, itu memang sudah tugas kami untuk melindungi nona," jawab Daniel.

__ADS_1


Mereka melanjutkan percakapan mereka hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan malam. Rey bergegas untuk pulang kerumahnya.


__ADS_2