
''Aku melakukan ini semua demi nama baik keluarga kita. Coba kamu bayangkan, apa yang akan terjadi pada Papa jika para tamu undangan mengetahui acara pernikahan dibatalkan secara tiba-tiba. Mau ditaruh di mana muka Papa nanti? Kamu boleh saja tidak perduli dengan semuanya. Tapi pikirkanlah kali ini saja perasaan Papa dan Mama." Jelas Rayn sambil membalas tatapan pria yang ada di hadapannya tersebut.
"Aku tahu, sejenak aku egois. Tapi ... aku sangat mencintai Cherry. Kamu tidak boleh sedikit pun menyentuhnya, atau kamu akan tahu akibatnya." ancam Reyn.
"Aku mengerti, lagi pula aku tidak menyukainya sedikit pun. Aku sudah memiliki kekasih, kamu harus tahu itu. Aku bahkan tidak akan mendekati Cherry, aku janji." Rayn meyakinkan Reyn.
Akhirnya Reyn bisa tenang, dia tahu jika Rayn akan berada satu kamar dengan Cherry. Dia takut jika Rayn akan melakukan hal-hal yang tidak dia inginkan. Karena dia tahu jika Rayn memang suami sahnya Cherry, sehingga dia memiliki hak untuk menyentuh Cherry.
Namun setelah Rayn memberikan penjelasan dan meyakinkannya, kini Reyn merasa tenang.
'Aku ingin menemui Cherry, menggenggam tangannya, memeluknya, dan menciumnya. Aku sungguh merindukannya. Dia pasti sangat sedih saat ini, dia tidak bisa berbuat apa pun. Aku salah, ya, ini semua kesalahanku. Maafkan aku sayangku, Cherry.' Batin Reyn sambil menatap kamar di mana Cherry berada.
.
.
Kehidupan setelah pertunangan itu kini dipenuhi dengan hari-hari berat bagi pasangan yang seharusnya tidak tertukar itu.
Setiap kali Syerlin datang bertamu, makan Rayn lah yang merasakan tekanan batin itu. Ia kini tau bagaimana rasanya menjadi saudara kembarnya itu setiap kali ia mencoba bersikap mesra pada isterinya itu. Ada sedikit penyesalan di hatinya karena telah bersikap seperti itu selama ini .
__ADS_1
"Maafkan aku, buat semuanya.''
Tanpa ia sadari, kini kata maafnya itu tak lagi ada artinya. Semuanya sudah terlanjur dan mungkin mereka akan saling menyakiti satu sama lain. Itulah sebabnya kenapa ia mencoba menahan langkah Cherry yang meminta cerai padanya dengan harapan ia tak akan menjadi orang paling menyedihkan di dunia ini
Hingga pada siang itu, ia memutuskan mengajak Syerlin ketemuan namun malah dilihat oleh istrinya dan tepat di hadapannya wanita itu terjatuh dan pingsan lagi.
Kehidupan setelah pertunangan itu kini dipenuhi dengan hari-hari berat bagi pasangan yang seharusnya tidak tertukar itu.
Setiap kali Syerlin datang bertamu, makan Rayn lah yang merasakan tekanan batin itu. Ia kini tau bagaimana rasanya menjadi saudara kembarnya itu setiap kali ia mencoba bersikap mesra pada isterinya itu. Ada sedikit penyesalan di hatinya karena telah bersikap seperti itu selama ini.
"Maafkan aku, buat semuanya."
Tanpa ia sadari, kini kata maafnya itu tak lagi ada artinya. Semuanya sudah terlanjur dan mungkin mereka akan saling menyakiti satu sama lain. Itulah sebabnya kenapa ia mencoba menahan langkah Cherry yang meminta cerai padanya dengan harapan ia tak akan menjadi orang paling menyedihkan di dunia ini
Hingga pada siang itu, ia memutuskan mengajak Syerlin ketemuan namun malah dilihat oleh istrinya dan tepat di hadapannya wanita itu terjatuh dan pingsan lagi.
Memang sih ia mencintai Reyn bukan Rayn. Tapi beberapa waktu belakangan ini ia merasa khawatir karena kondisinya yang selalu lemah dadakan.
"Apakah aku hamil?" katanya pada diri sendiri suatu hari.
__ADS_1
Jelas terlihat dalam raut wajahnya kalau ia khawatir jika harus memeriksakan diri. Memang sih, apa salahnya hamil saat ia masih bersuami, tapi lambat laun Rayn pasti akan menghilang karena ada sosok Syarlin lagi. Dan tentu saja anaknya akan kehilangan kasih sayang seorang ayah meskipun dirinya bisa hidup tanpa suami.
Perlahan aroma minyak kayu putih menusuk hidungnya membuatnya terjaga dari alam bawah sadarnya. Ia merasakan pusing yang sangat mencekam menyerang kepalanya, dan ia kembali memejamkan matanya.
Namun saat ia memejamkan mata, bayangan suami sahnya berjalan bersama dengan kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi saudara iparnya bermain lagi di kepalanya. Perlahan tapi pasti ia merasakan air mata kembali membasahi pipinya karena air matanya enggan bersikap damai dengan dirinya sendiri.
"Bisa-bisanya ia melakukan hal itu padaku." Katanya dalam diam.
Beberapa saat kemudian, ia merasakan ada seseorang yang menggenggam erat tangannya dan meremasnya perlahan.
Dengan malas, Cherry membuka mata dan kaget saat melihat Reyn menggenggam erat tangannya. Yah, ia memikirkan kalau ia hanya salah melihat karena mereka sangat mirip satu sama lain.
"Mengapa dalam keadaan seperti ini aku masih merindukannya?" katanya pelan.
Ia menggeleng kan kepala beberapa kali dan kemudian memejamkan mata kembali. Berusaha bangun dari mimpi-mimpi nya agar ia bisa tersadar bahwa semuanya hanyalah khayalan.
Namun, ia harus menepis pemikiran yang mengatakan kalau ini khayalan karena ia merasakan aliran darah yang nyata dan ia sadar kalau ia masih hidup dan tengah berjuang.
Mau tak mau ia membuka mata lagi dan dan melihat sosok itu lagi. Bahkan kali ini ia tersenyum dan menjulurkan tangan menyentuh pipi wanita itu.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja?" katanya tersenyum lembut dan sangat menawan hati.
BERSAMBUNG....