Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Bab 51


__ADS_3

Sementara itu, Rayn melihat mereka yang masuk ke dalam pesta. Sayang sekali ia tidak bisa ikut masuk ke dalamnya, karena mereka mungkin akan merasa heran dan bingung melihat dirinya ada di sana. Jadi ia berinisiatif untuk menunggu mereka di sini, dan tidak ke mana-mana. Ia berharap Cherry dan Reynald tidak terlalu larut, agar ia tidak terlalu lama menunggu mereka di sini.


“Mudah-mudahan mereka cepat kembali,” gumam Rayn, yang lalu segera memainkan handphone-nya untuk mengusir kesepian dirinya, menunggu mereka kembali lagi ke sini.


3 jam telah berlalu, mereka pun akhirnya keluar dari aula pesta tersebut. Kemudian Rayn pun tersadar dengan kedatangan mereka. Matanya memandang ke arah mereka. Ia pun bersiap kembali menyimpan handphone-nya di dalam sakunya.


“Mereka sudah mau pergi, aku harus segera mengikuti mereka!” gumam Rayn, yang saat ini harus segera mengikuti ke mana mereka pergi.


Karena sudah salah paham dengan Reynald, yang sudah membeli sebuah pengaman untuk melakukan hubungan intim, Rayn pun merasa harus mengikuti mereka. Padahal itu bukanlah sebuah pengaman, melainkan susu yang berwarna merah. Rayn pun merasa sangat was-was, karena biasanya mereka yang telah menghadiri pesta, akan melakukan hubungan itu bersama dan menginap di sebuah hotel.


Opini itu ia dapatkan saat ia menonton sebuah film, yang adegannya persis seperti yang Cherry dan Reynald hadapi saat ini. Wajar saja jika Rayn merasa was-was, karena ia tidak bisa melihat Cherry sampai melakukan hal itu dengan Reynald.


Rayn pun mengikuti ke mana mereka pergi, dengan sangat berhati-hati, agar mereka tidak curiga terhadapnya agar mereka juga tidak mengetahui kalau selama ini ia mengikuti mereka diam-diam.


Sementara itu di sana, mereka pun sedang berjalan untuk pulang ke rumah mereka. Reynald memandang ke arah cherry, yang saat ini sedang memandang ke arah luar jalanan.

__ADS_1


“Kau sedang apa?” tanya Reynald, yang hendak berbasa-basi dengan Cherry.


“Aku sedang melihat jalan. Apa kau tidak melihatnya?” jawab Cherry dengan ketus, membuat Reynald merasa bingung dengan sikapnya saat ini.


“Ada apa, Sayang? Kenapa kamu tiba-tiba mendadak tidak mood seperti ini? Apa yang terjadi denganmu?” tanya Reynald, sembari tetap menyetir kendaraannya.


Cherry pun memandang sinis ke arah Reyanald. “Bagaimana aku tidak mood? Cahaya selalu mengatakan hal-hal baik untuk kita, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Aku dan kamu tidak menikah, dan aku menikah dengan Rayn dan sedang mengandung anaknya. Aku merasa bersalah terhadap Rayn, karena sudah mendengar ucapan dan doa yang Cahaya katakan tadi,” papar Cherry menjelaskan, membuat Reynald tertawa mendengarnya.


“Baguslah kalau seperti itu. Ucapan adalah doa, mungkin itu adalah doa yang bagus untuk kita ke depannya, dan mungkin kita akan bersama seperti yang Cahaya katakan,” sahut Reynald, membuat Cherry semakin jengkel saja mendengarnya.


“Tidak bisa seperti itu! Biar bagaimanapun juga, Rayn adalah suamiku! Aku tidak bisa menerima doa seperti itu!” bantah Cherry membuat Reynald menghela napasnya dengan panjang.


Cherry mendadak terdiam mendengarnya. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Reynald, karena ia sendiri masih belum mengerti dengan jelas perasaannya terhadap Rayn seperti apa. Kebersamaannya itu membuatnya tidak bisa jauh dari Rayn, dan karena ia mengandung anak dari Rayn, ia merasa tidak bisa melakukan hal itu.


“Aku tidak tahu dengan hal itu,” ujar Cherry, yang memberikan jawaban menggantung pada Reynald.

__ADS_1


Hal itu membuat Reynald berpikir, bahwa Cherry sudah mulai jatuh cinta dengan Rayn karena sikapnya yang aneh itu.


“Kika sikapmu yang aneh seperti itu ketika ditanya, sudah dipastikan kamu memiliki perasaan terhadap Rayn, dan itu tidak bisa dipungkiri. Karena kalian juga setiap saat selalu bersama. Bahkan kau sudah mengandung anak dari Rayn, jadi apa yang kau tidak tahu lagi sekarang? Itu sudah jelas yang namanya perasaan cinta!” ujar Reynald menjelaskan tentang apa yang Cherry rasakan.


Namun Cherry sendiri yang merasakannya, tidak mengetahui pasti tentang hal yang ia rasakan. Bahkan ia baru saja mengetahui semuanya dari apa yang Reynald katakan.


“Aku yang merasakan saja tidak mengetahui dengan jelas, jadi aku tidak bisa mengatakan apa pun untuk masalah ini,” ujar Cherry, yang malah tidak ingin membahas masalah ini.


“Cherry, aku adalah kekasihmu! Aku tidak ingin kau mencintai pria lain selain diriku! Kita sudah bersama selama ini, menjalin cinta dan hanya karena masalah itu saja kau sampai rela menikah dengan Ryan? Harusnya kau tunggu aku, jangan sampai pernikahan itu terjadi dan jangan biarkan mereka melakukan hal yang tidak ingin kau lakukan! Aku di sini tersiksa, aku juga tahu kau pasti tersisa karena masalah ini. Jadi sekarang, lepaskanlah saja apa yang membuat kita tersiksa,” ujar Reynald, membuat Cherry memandangnya dengan sendu.


“Awalnya memang aku tersiksa dengan pernikahan ini, tapi setelah mengetahui bahwa aku mengandung anak dari Rayn, Aku berusaha untuk menerima semua yang menyangkut tentang Rayn. Padahal aku sama sekali tidak mengerti, tetapi saat ini aku mengerti apa yang aku rasakan karena kamu yang sudah menjelaskan kepadaku,” ujar Cherry, sontak membuat Reynald menghentikan kendaraannya.


Cherry sangat kaget, karena Reynald yang tiba-tiba saja menghentikan kendaraannya di pinggir jalan. Hal itu juga membuat Rayn terkejut, karena mereka yang tiba-tiba saja berhenti tanpa sebab.


Pikiran Rayn sudah kacau, ‘Entah ... bagaimana mungkin mereka sedang melakukan hal yang aneh di dalam mobil?’ pikir Rayn yang merasa bimbang saat ini dan tidak ingin sampai hal buruk terjadi pada Cherry.

__ADS_1


Ketika Reynald sudah menghentikan kendaraannya di tepi jalan, ia pun memandang datar tajam ke arah Cherry yang saat ini terlihat sangat bingung. Ia merasa bahwa apa yang Cherry rasakan itu tidaklah benar.


“Cherry, kau adalah kekasihku! Seharusnya kau menikah denganku, tidak seharusnya kau jatuh cinta dengan adikku sendiri! Aku tidak ingin kau jatuh cinta dengan Rayn! Tolong, kembalilah padaku dan aku akan mengatur semuanya. Aku tidak akan menikahi Syerlin jika kau menceraikan Rayn dan kembali padaku. Aku bisa jamin semua kebutuhanmu, dan juga kebahagiaanmu. Karena memang awalnya kita yang akan menikah. Untuk masalah anak, aku tidak memedulikannya. Kau boleh mengajak anakmu, atau bertemu dengan ayahnya sesekali. Aku tidak mempermasalahkan itu. Yang terpenting kamu menjadi milikku selamanya. Tinggalkan Rayn, aku akan meninggalkan Syerlin untukmu, dan mereka juga pasti akan segera kembali bersama seperti dulu lagi,” ujar Reynald menjelaskan panjang lebar, membuat Cherry mendadak menyadari hal tentang yang Rayn lakukan padanya.


__ADS_2