Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Tidak Membiarkan


__ADS_3

Hal itu membuat Rayn kesal, karena hasrat yang tertahan selama ini dan hampir dikeluarkan olehnya, ternyata tidak bisa tersalurkan saat ini. Itu semua karena Cherry yang mendadak tidak mengizinkannya, untuk melakukannya.


‘Harusnya aku tidak bertanya seperti itu tadi!’ geram Rayn dalam hatinya, merasa kesal karena tidak jadi melakukan hal seperti itu bersama dengan Cherry.


Karena merasa kesal, Rayn pun hanya bisa menghela napasnya dengan panjang. Sementara itu, Cherry melihat tak sengaja melihat ke arah celana yang Rayn kenakan.


Ia melihat ada sebuah benda milik Rayn, yang terlihat sudah menyembul dari celana pendek yang Rayn kenakan. Hal itu membuat wajah Cherry merah seketika, lalu ia pun segera menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


“Apa itu?” tanya Cherry, Rayn pun memandang ke arahnya.


“Apa yang kau tanyakan? Apa yang kau maksud?” tanya Rayn, yang masih merasa tidak jelas dengan pertanyaan yang Cherry lontarkan padanya.


Cherry menunjuk ke arah benda itu, “Itu yang ada di balik celanamu ... kenapa bentuknya seperti itu?” tanya Cherry, membuat Rayn memandangnya dengan datar.


“Apa kau tidak pernah melihat benda milik pria?” tanya Rayn, yang mendapat gelengan kepala dari Cherry.


Rayn pun terdiam sejenak sembari menghela napasnya panjang. “Inilah yang laki-laki rasakan ketika mereka hanya menyentuh beberapa bagian tubuh wanita saja. Maka dari itu, jangan pernah kau menggoda seorang lelaki, karena bisa jadi setelah hal itu terjadi, mereka sedang berusaha untuk menahan hasratnya. Seperti yang aku lakukan ini,” ujar Rayn, berusaha untuk memberitahukan hal ini kepada Cherry.


Namun Cherry hanya bisa memandangnya dengan bingung. “Aku tidak pernah membiarkan pria manapun menyentuhku,” ujar Cherry dengan polos.


“Tapi kau membiarkan aku untuk menyentuhmu tadi. Lalu sekarang kau tiba-tiba berubah pikiran dan tidak ingin disentuh olehku. Kau kenapa?” bidik Rayn, membuat Cherry merasa bingung menjawabnya.


“Aku tidak bisa melakukannya, karena aku harus menjaga apa yang ada di dalam perutku. Aku tidak ingin karena hal itu membuat bayi yang ada di dalam perutku mengalami hal yang tidak diinginkan,” ujar Cherry, lagi-lagi membuat Rayn menghela napasnya dengan panjang.

__ADS_1


“Ya sudahlah, lupakan saja. Aku ingin kau berjanji untuk tidak membiarkan siapa pun menyentuhmu! Karena jika seperti ini, itu bisa memicu hasrat mereka untuk melakukan hal yang lebih, daripada yang ia lakukan padamu di awal,” ucap Rayn, yang berusaha untuk menekankan apa yang tidak ia inginkan kepada Cherry.


Cherry yang juga tidak ingin melakukan hal tersebut, hanya bisa mengangguk kecil mendengar peringatan dari Rayn tersebut.


“Ya, aku sama sekali tidak ingin ada orang lain menyentuhku. Aku tidak bisa melakukan hal yang tidak aku sukai,” ujar Cherry membuat Rayn merasa agak tenang mendengarnya.


“Apa itu tandanya, kau suka jika aku sentuh?” tanya Rayn, membuat Cherry mendelik kaget mendengarnya.


“Tidak!” bantah Cherry kesal, membuat Rayn tertawa kecil karena melihat reaksinya yang seperti itu.


“Baguslah, jangan kau biarkan lelaki selain aku melakukannya,” ujar Rayn, membuat Cherry memandangnya dengan serius.


“Kenapa hanya kau yang boleh melakukannya?” tanya Cherry, membuat Rayn memandangnya dengan dalam.


“Pertanyaan macam apa itu? Kenapa aku tidak boleh menyentuh istriku sendiri?” tanya Rayn, merasa dirinya yang tidak dihargai oleh Cherry.


“Apa maksudmu menemui wanita lain di belakangmu?” tanya balik Rayn, yang tidak mengerti dengan apa yang Cherry katakan itu.


Mereka pun saling memandang satu sama lain, karena mereka sama-sama tidak mengerti dengan apa yang mereka ucapkan. Rayn tidak sadar apa yang Cherry katakan, karena ia lupa pertemuannya pagi tadi dengan Syerlin, sehingga ia tidak merasa melakukannya.


Karena merasa sudah kesal, Cherry pun segera mengambil gaunnya kembali lalu menggunakannya.


“Sudahlah! Aku tidak mau membahasnya!” ujar Cherry dengan ketus, yang segera memakai pakaiannya sendiri dan berusaha untuk menaikkan resleting tersebut.

__ADS_1


Namun memang benar, resleting itu sangat sulit dijangkau oleh tangannya sehingga membuat Rayn menghela napas, kemudian membantu Cherry untuk melakukan hal tersebut. Kali ini Cherry merasa harus waspada karena dia tidak ingin jika Rayn sampai menyentuhnya.


“Jangan menyentuhku kali ini!” ujar Cherry, memberi peringatan pada Rayn.


Namun, Rayn sama sekali tidak memedulikannya dan menyentuh bagian dada Cherry kembali. Namun, kali ini Cherry segera menepiskan tangan itu, dan segera pergi dari sana.


Melihat kepergian Cherry di hadapannya, ia merasa sangat kesal karena ternyata Cherry menuduhnya dengan sesuatu yang tidak ia ketahui dan tidak ia lakukan.


“Kenapa dia bisa-bisanya berkata kalau aku bertemu dengan seseorang di belakang dia? Bukankah dia yang diam-diam menghubungi lelaki lain di belakangku?” gumam Rayn, yang merasa dirinya sudah benar daripada Cherry.


Padahal kenyataannya Rayn lupa telah menemui Syerlin pagi ini.


Hari sudah semakin gelap, Cherry pun segera turun ke bawah untuk menemui Reynald dan berangkat ke pertemuan itu bersama. Ia melangkah dengan sangat hati-hati, kemudian mencari keberadaan mobil Reynald. Setelah mendapati dan menemukan mobil Reynald, ia pun masuk ke dalam mobil tersebut, sehingga Reynald pun senang melihat kedatangannya.


“Selamat datang di mobil ini kembali,” sapa Reynald dengan senyuman yang khas, membuat Cherry ikut tersenyum sedikit karena ia tidak bisa memaksakan keadaan.


Cherry sedang tidak mood, karena masalah dirinya dan juga Rayn, sehingga membuatnya tidak bisa bersikap imut di hadapan Reynald saat ini.


“Ayo kita jalan!” ajak Cherry, yang tidak ingin berbasa-basi dengan Reynald.


Karena jam pertemuan yang hampir dimulai sebentar lagi, mereka pun akhirnya pergi untuk menghadiri pertemuan tersebut.


Walaupun Rayn memberikan izin kepada Cherry untuk mengikuti pertemuan tersebut, ia tidak serta-merta membiarkan Cherry pergi begitu saja bersama dengan Reynald. Ia harus bertanggung jawab dengan keselamatan Cherry, sehingga ia pun segera mengikuti ke mana mobil Reynald pergi.

__ADS_1


Rayn benar-benar memerhatikan mereka karena. Ia tidak ingin kehilangan Cherry, hanya karena masalah seperti ini. ‘Tidak akan kubiarkan kau memenangkan hati Cherry seutuhnya! Akulah yang berhak atas Cherry, dan aku tidak akan menyerahkannya kembali padamu! Aku akan membuat Cherry jatuh cinta padaku, dan akan memastikan dirinya melupakanmu dengan segera,’ batin Rayn, lalu segera mengemudikan mobilnya dan mengikuti ke arah mobil Reynald pergi.


Dengan drama yang terjadi sejak pagi, akhirnya Cherry pun berhasil pergi bersama dengan Reynald, untuk menghadiri pertemuan itu. Namun sepanjang jalan, mereka hanya diam karena Cherry yang sepertinya tidak mood untuk mengatakan apa pun. Karena menyadari Cherry yang tidak mood saat ini, Reynald pun segera mengeluarkan cokelat yang sengaja ia simpan di sakunya, untuk ia berikan kepada Cherry.


__ADS_2