
“Ah, aku hampir saja lupa, kalau nanti malam ada pertemuan antar alumni universitas. Kalau kau tidak menelponku tadi, mungkin aku sudah lupa dan tidak jadi datang ke sana,”
ujar Reynald, membuat Cherry tersenyum kecil mendengarnya.
“Yah ... aku hanya mengingatkanmu dan aku ingin kamu datang bersamaku nanti, untuk menggantikan Rayn,” ujar Cherry membuat Reynald bingung mendengarnya.
“Apakah kau yakin benar-benar ingin mengajakku? Apa suamimu tidak akan marah nantinya?” tanya Reynald, membuat Cherry merasa bingung mendengarnya.
“Tidak tahu, tapi dia yang menyuruhku untuk datang bersamamu, karena dia juga tidak tahu seluk-beluk kampus dan teman-temanku. Mungkin dia tidak ingin teman-temanku merasa aneh dengannya,” ujar Cherry, membuat Reynald paham dengan situasinya.
“Ya, aku paham dengan hal itu. Ya sudah, aku akan siap-siap sekarang. Nanti aku akan menunggumu, dan kita akan pergi ke sana bersama,” ujar Reynald, membuat Cherry sedikit tersenyum mendengarnya.
“Baiklah, aku juga akan melakukan persiapan lebih dulu. Oh ya, jangan lupa memakai baju berwarna hitam, karena aku memakai baju berwarna hitam sekarang,” ujar Cherry, berusaha mengingatkan Reynald tentang dress code, yang akan mereka pakai.
“Hitam? Apa kau tidak ingin memakai pakaian yang senada denganku? Dress yang aku berikan waktu itu, apa kau masih menyimpannya?” tanya Reynald, sontak membuat Cherry terkejut mendengarnya.
“Ya, aku menyimpannya. Namun aku lupa meletakkannya,” jawab Cherry, yang berusaha untuk tenang mengatakannya di hadapan Reynald.
Pada kenyataannya, Cherry sama sekali tidak bisa memakai gaun itu. Rayn sudah memilihkan dress yang cocok untuknya, membuatnya tidak bisa menggunakan dress selain yang Rayn pilihkan untuknya.
“Baiklah, aku akan pakai baju berwarna hitam,” ujar Reynald yang berusaha untuk mengerti keadaan. “Apa tidak masalah memakai tuxedo?” tanya Reynald, membuat Cherry merasa bingung mendengarnya.
“Aku tidak tahu jenis pertemuannya, apakah resmi atau tidak resmi. Tapi kalau kau ingin memakai itu, tidak apa-apa. Karena acaranya juga diselenggarakan malam hari, dan itu sah-sah saja,” ujar Cherry, membuat Reynald tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan menggunakan tuxedo nanti. Jangan lupa dandan yang cantik, aku akan menunggumu untuk berdansa denganmu nanti,” ujar Reynald, membuat Cherry terkejut mendengarnya.
‘Bagaimana ini? Dia ingin berdansa denganku?’ batin Cherry, merasa sangat bingung untuk mengatakannya.
“Aku tidak bisa berdansa. Perutku sudah terlalu besar. Aku tidak bisa bergerak dengan bebas saat ini,” tolak Cherry yang memang salah satu alasannya menolak, karena hal itu.
Itu hanya salah satu. Namun alasan utamanya menolak permintaan Reynald, karena ia tidak ingin merasa bersalah lebih dalam pada Rayn, atas apa yang telah terjadi antara dirinya dan juga Reynald.
“Ayolah, Sayang. Aku ingin sekali berdansa denganmu. Sama seperti saat kau berdansa dengan suamimu waktu itu. Aku ingin merasakannya juga berdansa denganmu, di atas lantai dansa,” bujuk Reynald, membuat Cherry merasa ia tidak bisa melakukannya.
“Maaf Rayn, aku tidak bisa melakukannya. Waktu itu aku melakukannya dengan Rayn, karena perutku masih rata, dan masih bisa dikondisikan. Kalau sekarang, aku sudah tidak bisa melakukan hal itu, karena perutku sudah terlalu besar, dan gerakku sudah semakin sulit dari biasanya,” papar Cherry menjelaskan.
Namun Reynald sama sekali tidak bisa menerimanya. Sebisa mungkin ia bersiasat untuk mengajak Cherry berdansa dengannya malam nanti. Dia hanya bisa diam menunggu keadaan dan mempersiapkan pembicaraan untuk mengalihkan topik.
Berdansa dengan Cherry adalah hal yang sangat Reynald diinginkan sejak dulu. Dia sengaja menunggu waktunya tiba. Saat mereka melangsungkan pernikahan mereka, Reynald sengaja tidak melakukannya sebelum itu, karena ia ingin merasakan sensasi berdansa berdua di atas lantai dansa, bersama dengan istrinya, yaitu Cherry.
Namun pada kenyataannya, hal yang tidak terduga membuatnya tidak bisa melakukan hal itu sekarang. Karena saat ini Cherry bukanlah istrinya, melainkan istri dari adiknya sendiri. Sebuah hal kecil yang bisa berdampak besar bagi kehidupan mereka saat ini. Reynald sangat menyesal, tetapi ia masih ingin mengejar cintanya. Karena rasa cintanya terhadap Cherry lebih besar daripada apa pun di dunia ini.
Berbeda dengan Reynald, walaupun Cherry juga menginginkan untuk berdansa dengan Reynald, tetapi dia juga harus menyadari tentang posisinya sebagai istri dari Rayn. Rayn sudah memberikannya izin untuk datang bersama Reynald saja, itu sudah hal yang harusnya Cherry syukuri. Karena Cherry juga tidak bisa melewati batas mereka. Walaupun dia masih menyimpan perasaannya terhadap Reynald, ia masih tetap memikirkan perasaan Rayn sebagai suaminya.
“Reynald, aku mohon. Aku bukannya tidak ingin berdansa dengan kamu, tapi aku benar-benar tidak bisa melakukannya. Itu semua karena perutku ini yang sudah membesar,” ujar Cherry membuat Reynald merasa sedikit kesal mendengarnya.
“Kau menolakku karena perutmu, atau karena suamimu?” tanya Reynald, membuat Cherry merasa kaget mendengarnya.
__ADS_1
Cherry mendelik kaget, ‘Kenapa dia bisa tahu apa yang aku rasakan dan aku pikirkan?’ batin Cherry, yang merasa heran dengan Reynald, yang mengerti dengan isi hatinya.
Namun karena Cherry yang tidak ingin Reynald tahu, ia hanya bisa menepisnya saja.
“Aku tidak melakukannya untuk Rayn. Aku benar-benar tidak bisa bergerak banyak. Kau lihat saja pagi tadi, aku saja tidak bisa bangkit sendiri dan kesulitan. Apalagi untuk berdansa seperti itu,” ujar Cherry menjelaskan, membuat Reynald mengerti apa yang menjadi keadaannya.
‘Apa yang dikatakan dia ada benarnya juga. Benar, dia tidak mengada-ngada. Dia tidak bisa bergerak dengan luas saat ini,’ batin Reynald, yang sedikit memercayai Cherry, karena sudah melihatnya secara langsung.
“Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya,” ujar Reynald, yang membuat Cherry merasa sangat senang mendengarnya.
“Baiklah, aku senang mendengarnya. Jika kau mengerti, terima kasih. Aku akan menutup teleponnya,” ujar Cherry, membuat Reynald tidak rela melakukannya.
“Jangan dulu tutup telepon!” ujar Reynald, membuat Cherry menghentikan apa yang ingin ia lakukan.
“Ada apa lagi, Reyn?” tanya Cherry dengan nada datar, membuat Reynald menghela napasnya dengan panjang.
“Aku rindu kamu, hanya rindu. Tidak bisakah kita berbincang sebentar? Aku tidak bisa berbincang denganmu, kalau kau bersama dengan suamimu!” ujar Reynald, membuat Cherry menghela napasnya dengan panjang.
“Reyn, aku ingin bersiap-siap untuk pertemuannya malam nanti. Jangan sampai kau menghambatku, dan aku tidak jadi datang ke pertemuan itu,” ujar Cherry dengan datar, membuat Reynald merasa sangat kesal mendengarnya.
“Apa kau tidak ingin berbincang sebentar denganku? Sebentar saja, aku mohon!” ujar Reynald yang setengah kesal, membuat Cherry merasa bingung harus mengatakan apa dengannya.
‘Bagaimana ini? Aku memang ingin berbincang lebih lama padanya, tapi aku dilema. Aku tidak bisa melakukan apa pun sekarang,’ batin Cherry, merasa sangat aneh dengan keadaan saat ini.
__ADS_1