
Betapa terkejutnya Cherry, ketika ia melihat pesan singkat dari seorang wanita yang saat ini dekat dengan Rayn. Ia melihat pesan singkat dari Syerlin, yang hari ini bertemu dengan Rayn.
Entah apa yang mereka bicarakan, pada intinya Cherry tidak suka dengan pertemuan mereka, karena ternyata kata suka yang Rayn ucapkan padanya, tidak selaras dengan perasaannya terhadap Cherry. Rayn masih belum bisa mengurungkan hatinya dan cintanya untuk Syerlin, tetapi ia sudah menyatakan perasaan cintanya terhadap Cherry. Hal itu membuat Cherry merasa kesal, dan tidak bisa menerimanya.
“Kenapa Rayn ketemu lagi sama dia, sih? Apa sih yang mereka bicarain pas lagi ketemu? Apa mereka sayang-sayangan? Gimana sih gaya bicara mereka saat mereka bertemu? Aku harus tahu! Aku tidak bisa membayangkan apa pun yang terjadi di antara mereka, ketika mereka bersama!” gumam Cherry, yang merasa sangat kesal ketika mengetahui hal ini terjadi pada Rayn dan juga Syerlin.
Cherry harus bisa membuktikan sendiri, ketika mereka bertemu dan akan melihat hal itu secara langsung. Karena rasa penasarannya masih tinggi, ia pun segera menggulirkan layar percakapan mereka, sampai yang paling atas. Cherry berniat untuk membaca setiap pesan singkat yang mereka kirimkan setiap harinya.
Ia membaca percakapan antara Rayn dan juga Syerlin, sehingga membuatnya merasa sedikit terbakar cemburu.
‘Kenapa aku merasa kesal ketika membaca percakapan mereka? Apalagi mereka masih menggunakan kata sayang di sini,’ batin Cherry, yang merasa kesal ketika membaca keseluruhan isi percakapan mereka.
Namun setelah dirinya dan juga Rayn menikah, dan ia mengandung anak dari Rayn, Syerlin dan Rayn sudah terlihat jarang sekali berkomunikasi. Jika iya, itu tidak seperti biasanya. Cherry juga tidak melihat ada kata sayang yang dituliskan Rayn untuk Syerlin di sini.
‘Mereka sudah jarang berkomunikasi, bahkan Rayn sudah jarang sekali membalas pesan dari Syerlin. Tapi tetap saja, ada beberapa pesan yang masih terlihat memerhatikan Syerlin,’ batin Cherry, yang merasa semakin terbakar saja karenanya.
__ADS_1
Namun karena Cherry yang tidak memiliki hak untuk cemburu pada Rayn, ia hanya diam, tetapi hatinya merasa sangat sedih dan juga kesal karenanya. Karena merasa kesal, Cherry pun segera mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamarnya. Ia melihat ke arah meja rias. Di sana terlihat parfum dan juga pomade yang sering Rayn pakai setelah mandi. Dengan niat buruknya, Cherry pun segera mengambil parfum dan pomade tersebut kemudian membuangnya di tong sampah, yang berada di balkon kamar mereka.
Cherry memandang ke arah parfum dan pomade tersebut dengan tatapan yang sinis. “Ini balasan untuk kamu yang hari ini menemui Syerlin! Karena aku sama sekali nggak tahu apa yang kalian lakukan di belakang aku!” gumam Cherry, yang merasa kesal dengan Rayn.
Padahal Rayn sama sekali tidak melakukan apa pun, dan hanya bertemu untuk memperingati Syerlin tentang pernikahan Syerlin dan juga Reynald. Namun, karena Cherry yang sedang hamil dengan bawaan hormon yang sangat tinggi dari bayinya, yang merasa kesal lebih kesal daripada Rayn ketika melihat dirinya dan juga Reynald, yang sedang berbincang di telepon pagi tadi.
Cherry pun kembali duduk pada ranjang tidurnya, dan mengambil kembali handphone Rayn. Ia melakukan hal itu, karena ia masih belum puas untuk membaca pesan singkat dari Syerlin untuk Rayn. Namun tiba-tiba saja, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, membuat Cherry segera meletakkan kembali handphone Rayn, yang ia pegang. Ia pun duduk berpura-pura memainkan handphone-nya, karena ia tidak ingin Rayn mengetahui, dirinya yang sedang memainkan handphone miliknya.
Rayn keluar seperti biasanya, menggunakan handuk kecil yang ia gosokan pada rambutnya yang basah. Ia juga memakai celana pendek, dan tidak mengenakan baju sama sekali. Rayn pun keluar seperti tidak ada perasaan bersalah. Hal itu membuat Cherry memandangnya dengan sinis, karena Rayn tidak terlihat merasa bersalah di hadapannya.
Pandangannya sinis ke arah meja rias, “Di mana parfum dan juga pomade?” gerutu Rayn yang merasa bingung, karena tidak menemukan sama sekali barang yang ia cari.
Rayn pun memandang ke arah Cherry, yang sejak tadi sedang duduk di pinggir ranjangnya sembari memainkan handphone-nya.
“Apa kau melihat parfum dan juga pomade yang sering aku pakai?” tanya Rayn, membuat Cherry memandangnya dengan datar.
__ADS_1
“Kenapa kau bertanya padaku? Apa aku sering memakainya? Aku tidak pernah memakai barang milikmu, jadi jangan pernah tanyakan barang-barang milikmu kepadaku,” ujar Cherry dengan ketus, berbeda dengan saat sebelum Rayn mandi.
Melihat sikap ketus yang Cherry miliki, Rayn pun menjadi bingung karena ia tidak tahu kenapa Cherry bisa berubah secepat itu. Ia hanya memandang ke arah Cherry dan segera mencari keberadaan parfum dan juga pomade tersebut. Ia mengacak-ngacak pakaian yang ada di dalam lemari, kemudian mengacak-ngacak meja rias dan sama sekali tidak menemukan apa yang ia cari.
Seketika Rayn merasa kesal, karena parfum itu adalah pemberian terakhir dari Syerlin untuknya. Selain itu, ia juga sangat menyukai wangi parfum itu, karena wangi parfum itu sangatlah cocok dengan style yang ia miliki. Ia bahkan belum sempat mencatat nama parfum tersebut, sehingga ia tidak bisa membeli sendiri karena tidak tahu apa merk parfum tersebut.
“Aduh ... kenapa parfumku tidak ketemu, sih? Di mana parfumku? Siapa yang sudah masuk ke kamar ini selain kita?” gumam Rayn, yang merasa kesal dengan keadaan ini, tetapi ia tidak berani kesal terlalu dalam di hadapan Cherry, yang sedang mengandung.
Karena merasa tidak bisa melakukan apa pun lagi, Rayn pun hanya bisa menggerutu sembari berharap parfum itu kembali padanya. Setengah jam mencari, ia pun tidak menemukan parfum yang ia cari. Masalah pomade ia mungkin bisa membeli kembali, tetapi kalau parfum ia harus menemukannya lebih dulu dan melihat merk yang parfum itu miliki.
Karena sudah terlalu lelah mencari, Rayn pun akhirnya menghempaskan dirinya ke atas ranjang tidur, yang berada di sebelah Cherry. Namun, Cherry lantas menghindar darinya dan tidak ingin berada di samping dirinya. Hal itu membuat Rayn merasa aneh, ketika melihat apa yang Cherry lakukan itu terhadapnya.
“Hei, kau kenapa? Ada apa denganmu?” tanya Rayn, yang merasa bingung dengan sikap yang Cherry lakukan itu.
Cherry tak menghiraukannya. Ia hanya berpindah tempat ke sisi yang lebih jauh daripada Rayn. Karena merasa sedang malas dan tidak mood, Rayn pun akhirnya meraih lengan tangan Cherry, kemudian menggenggam erat lengannya dengan posisi yang masih sama, yaitu terbaring di atas tempat tidur.
__ADS_1