Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Aku Membencimu


__ADS_3

Rayn muncul tiba-tiba dan langsung menarik tangan isterinya ke belakang tubuhnya. Yah, sebenarnya ia sangat membenci jika harus melindungi seorang wanita selain Slevi, wanita yang sangat dicintainya dan pernah mengikat komitmen untuk hidup berdua selamanya.


"Hanya binatang yang tak bisa menghargai lawan jenisnya. Wanita bukan untuk dilecehkan melainkan_"


"Diam! Bagaimana kata-kata mulia itu keluar dari mulut orang seperti kamu!" potong Reyn emosi.


Yah, ia mengepal tangannya menahan marah apalagi melihat Cherry berlindung di belakang punggung Rayn. Ia sangat membenci karena fakta Cherry lebih takut padanya daripada dirinya yang sudah bertahun-tahun menjalin hubungan dengannya.


"Kamu baik-baik saja?" kata Rayn memastikan keadaan isteri sahnya itu.


Ia tau ia tak seharusnya bertanya seperti itu jika tak ingin Reyn semakin membencinya, tapi ia tak bisa berfikir normal lagi karena Reyn sudah melewati batas normal yang seharusnya.


"Iya, aku baik-baik saja. " kata Cherry enggan melepas genggaman tangan Rayn.


Ia tau Reyn akan semakin marah, dan itu akan mengobati sedikit rasa sakit yang ia derita selama ini. Ini baru permulaan dan balas dendamnya tak hanya sebatas ini saja.


Jika ditanya hatinya yang paling dalam, ia juga merasakan miris melihat dirinya yang menghindari ciuman cinta dari Reyn. Padahal sebelumnya ia sangat menyukai hal itu dan berharap waktunya selalu ada untuk itu.


Apakah harga dirinya terlalu tinggi?

__ADS_1


"Cherry, untuk kali ini saja. Jangan membuat_"


"Keputusanku sudah bulat, Reyn. Aku tak akan pernah meninggalkan lelaki yang pernah mengucapkan janji suci bersamaku.''Potong Cherry


Tidak hanya Reyn yang kaget mendengar ucapan itu, Rayn juga tak mampu menutupi rasa kagetnya. Yah, ia tau semua itu hanyalah omongan kosong belaka yang tak ada benarnya.


Tapi entah mengapa ada sedikit getar yang sulit ia ungkapkan mendengar ucapan Cherry. Apalagi gadis itu menggenggam erat tangannya hingga kehangatan itu semakin jelas terasah oleh batin dan sanubarinya.


Akh, apalah hatinya sudah berubah? Semudah itu kah? Ia seharusnya mengingat Slevi yang belum mendapatkan kabar darinya semenjak ia pulang ke Indonesia. Wanita baik nan ceria itu pasti sangat kaget mendengar ucapan itu.


Saat sedang asik-asiknya melamun, tanpa disadari Rayn kembarannya itu menyerangnya tiba-tiba hingga ia terhuyung beberapa langkah dan terkapar tak berdaya.


Sontak saja Cherry kaget bukan main dan memburu suaminya itu dengan tangisan air mata. Yah, ia sangat takut jika hal yang lebih buruk terjadi selanjutnya.


"Udah, hentikan!" Cherry berteriak keras agar semuanya berhenti.


Namun yang diteriakki tak perduli dan terus menuruti emosinya meskipun di matanya jelas terlihat adiknya itu sudah tak berdaya. Sialnya Rayn sama sekali tak melawan meskipun hanya sekedar menghindari. Mungkin kah ia sengaja agar semuanya semakin sulit dan nantinya dialah yang mendapatkan pembelaan? Entahlah, yang pasti air mata Cherry tak bisa dibendung lagi.


"Aku akan membunuhmu, Reyn. Berhenti sekarang!" kata Cherry histeris.

__ADS_1


Reyn yang masih membabi buta tiba-tiba berhenti saat mendengar ucapan keras Reyn yang diiringi air matanya yang semakin banyak jatuh.


Ia benar-benar takut dan gugup tanpa sebab yang jelas. Ia juga tau seharusnya ia lebih khawatir melihat keadaan Reyn yang sedang membabi buta. Ia tau bagaiman sifat pria yang pernah mengisi hari-hari nya itu, dan pastinya Reyn tak akan pernah bermain tanggung jika maut belum menjemput sang musuh.


Lalu mengapa Reyn malah terdiam dan mematung?


Hatinya benar-benar hancur saat tau wanitanya menitikkan air mata hanya demi orang yang sangat di bencinya. Haruskan Cherry menangisi Rayn juga? Tidak cukup kah cintanya yang sudah dibagi dengan Rayn?


"Kamu menangis karena dia?" katanya pada Cherry.


DEGH!


Tanpa terasa air matanya jatuh dan keduanya segera teralihkan dengan kondisi Rayn yang terbaring tak berdaya. Ada kalanya perasaan itu masih menyatu dan mereka saling berbagi rasa itu satu sama lain.


"Akh!"


Erangan Rayn mengagetkan Cherry. Entah sengaja atau tidak, Rayn sengaja mengerang mencegah kedua orang yang sebelumnya saling mencintai itu menyatukan perasaan mereka lagi.


"Rayn?"

__ADS_1


Wanita itu berlari membantu suaminya itu bangkit dari tidurnya. Ia mengusap sudut bibir Rayn yang mengeluarkan darah dan mengusapnya dengan lengan bajunya. Hal itu tentu saja membuat Reyn semakin cemburu dan terluka apalagi saatnya mereka menunjukkan kemesraan di depannya.


Bersambung....


__ADS_2