Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Bab > 52


__ADS_3

Karena peristiwa sore tadi yang tidak sengaja Cherry melihat isi pesan singkat antara Rayn dan juga Syerlin, hal itu membuat dirinya merasa terusik kembali. Ia berpikir jika Rayn dan Syerlin bertemu, kemungkinan besar mereka saling melepaskan rindu juga di belakang dirinya. Hal itu membuatnya bimbang, apalagi ketika setelah ia mendengar ucapan Reinald yang seperti itu, semakin membuatnya menyadari bahwa ucapan yang Rayn katakan adalah dusta, jika ia masih bertemu dengan Syerlin di belakangnya. hal itu benar-benar mengusik pikiran Cherry, membuat dirinya resah dan bingung harus mengambil pilihan dan jalan yang mana.


Reynald menggenggam tangan Cherry dengan lembut, sembari memandang dalam ke arahnya. “Sayang, kembalilah padaku. Aku akan memperlakukanmu dengan baik. Aku akan setia dan tidak akan macam-macam di belakangmu, seperti yang dilakukan Rayn padamu,” ujar Reynald, membuat Cherry memandangnya dengan sinis.


“Dari mana kau tahu, Rayn macam-macam di belakangku?” tanya sinis Cherry, membuat Reyanald tertawa mendengarnya.


“Tentu saja aku tahu! Karena Rayn macam-macam dengan calon istriku. Aku tahu semuanya dari Syerlin, bahkan Syerlin mengatakan bahwa mereka akan segera kembali bersama, dalam waktu dekat ini,” ujar Reynald, yang ucapannya sedikit memberikan bumbu kebohongan.


Pada kenyataannya, Rayn bahkan tidak ingin kembali dengan Syerlin dan hanya memperingati Syerlin untuk tidak melakukan hal bodoh seperti itu. Namun ternyata, hal itu dimanfaatkan oleh Reynald, agar Cherry bisa kembali lagi dengannya.


Hal itu membuat Cherry terbakar rasa marahnya sendiri, karena ia tidak percaya dengan yang Rayn, jika ia sampai melakukan hal seperti itu di belakangnya.


‘Padahal dia sudah bilang suka, tapi kenapa dia ingin kembali menjalin hubungan dengan Syerlin? Apa masalahnya?’ batin Cherry, yang merasa kesal saat ini.


Ketika Cherry mengetahui hal ini dari mulut Reynald, dia tidak bisa menerima apa pun yang Reynald katakan, karena dirinya yang merasa ucapan Rayn tidak sinkron dengan kenyataan yang Reynald katakan padanya.


‘Kenapa ucapan dan kenyataannya sangat berbeda? Kenapa Rayn melakukan hal itu? Kenapa dia ingin kembali lagi bersama dengan Syerlin? Lalu apa maksud dari perkataan suka yang ia katakan padaku tadi?’ batin Cherry, yang merasa sangat bimbang saat ini dengan keadaan yang ia hadapi.


Brak!!


Mereka terkejut, karena tiba-tiba saja ada seseorang yang menggebrak pintu mobil Reynald, membuat mereka mengalihkan pandangannya ke arah mobil tersebut. Mereka menyadari bahwa yang melakukan hal tersebut adalah Rayn, sehingga membuat mereka semakin terkejut karenanya.


“Hah? Ngapain Rayn melakukan itu?” gumam Cherry, yang merasa aneh dengan apa yang Rayn lakukan.

__ADS_1


Reynald menghela napasnya dengan panjang. “Ayo, segera temui dia. Jangan sampai dia menghancurkan mobilku,” ajaknya, membuat Cherry mengangguk mendengarnya.


Reynald pun keluar dari dalam mobilnya, lalu segera ingin membantu Cherry keluar. Namun, Rayn menghalanginya, dan tidak mengizinkan Reynald untuk melakukannya. Ia kembali menahan pintu mobil, sehingga Cherry tidak bisa keluar dari dalam mobil Reynald.


Reynald memandangnya dengan sinis. “Maksudmu apa? Kenapa Cherry tidak boleh keluar?” tanyanya sinis, membuat Rayn memandangnya juga dengan pandangan yang sinis.


“Aku tidak akan membiarkan Cherry melihat perkelahian kita!” ujar Rayn, sontak membuat Reynald tertawa mendengarnya.


“Apa kau yakin ingin berkelahi denganku?” tanya Reynald, yang secara tidak langsung ingin menantang Rayn untuk melakukan hal itu.


Reynald ingin melihat, siapakah yang akan dibela oleh Cherry? Apakah dirinya, atau Rayn.


Reynald membuka jas hitamnya, dan menanggalkan kancing lengannya, kemudian menggulung kemejanya itu. “Aku tidak keberatan melakukannya,” ujarnya, membuat Rayn merasa sangat kesal mendengarnya.


Mereka pun terlibat perkelahian bodoh, sehingga membuat mereka terlibat hal yang sangat membuat merugikan mereka. Beberapa tinjuan diterima keduanya, sehingga membuat wajah mereka lagi-lagi lebam karenanya.


“Aku tidak akan membiarkan kau mendapatkan Cherry!” bentak Rayn, membuat Reynald tertawa sambil tetap menyerang Rayn.


“Coba saja kalau bisa. Kita lihat, siapa yang akan dipilih Cherry nanti!” ujar Reynald dengan angkuhnya, membuat Rayn merasa sangat kesal mendengarnya.


Cherry melihat mereka yang malah bertengkar di hadapannya. Ia merasa sangat kaget, karena mereka bertengkar di tempat gelap dan sepi seperti ini. Ia merasa ada hal aneh, yang nantinya akan terjadi dengan mereka, sehingga membuat mereka terluka satu sama lain.


Dalam hati kecil Cherry, ia tidak bisa melihat keduanya saling beradu seperti itu. Apalagi yang ia lihat adalah dua orang yang sama-sama ia cintai. Ia tidak bisa melihat keduanya terluka, karena ia tidak bisa melihatnya.

__ADS_1


“Aku tidak bisa melihat mereka bertengkar seperti ini. Apa yang harus aku lakukan untuk menghentikan mereka?” gumam Cherry, yang merasa sangat takut dan khawatir dengan apa yang akan terjadi dengan mereka.


Mereka pun masih melakukan adegan kekerasan itu, sehingga membuat Cherry tak tahan melihatnya. Ia tidak bisa melihat sesuatu terjadi semakin runyam, dan ia harus menghentikan mereka dengan cara apa pun.


“Aku harus menghentikan mereka!” gumam Cherry, bertekad untuk melakukannya.


Cherry pun berusaha keluar dari dalam mobil Reynald, dengan sangat berhati-hati. Ketika ia berhasil keluar dari mobil Reynald, ia pun segera menghentikan mereka sebisa yang ia mampu. Ia juga tidak ingin terlalu dekat, hanya menghentikan dengan ucapan saja.


“Stop! Jangan dilanjutin lagi kalian!” teriak Cherry, yang berusaha untuk menghentikan mereka.


Namun, mereka sangat tidak bisa menghentikan pertengkaran yang sudah dimulai. Hal itu membuat Cherry kesulitan untuk menghentikan apa yang mereka lakukan. Mereka tetap saja berkelahi, membuat Cherry merasa stress karenanya.


“Jangan begitu! Hentikan!!” teriak Cherry, yang merasa sudah tidak tahu lagi harus bagaimana.


Karena mereka mendengar teriakan Cherry, mereka pun akhirnya menghentikan apa yang sedang mereka lakukan. Mereka hanya mendengarkan apa yang Cherry katakan, tetapi pada dasarnya mereka sama sekali tidak ingin menghentikan pertengkaran ini, karena mereka yang sudah terlanjur kesal satu sama lain.


“Stop! Jangan lanjutin!” teriak Cherry lagi, mereka pun benar-benar menghentikan perkelahian mereka, dan saling memandang sinis satu sama lain.


“Kenapa kalian begitu, sih? Kenapa kalian sampai bertengkar begitu? Aku gak mau kalian bertengkar dan menyakiti diri kalian begitu!” bentak Cherry, membuat Rayn memandangnya dengan sinis.


“Kalau kamu tidak ingin aku bertengkar dengan dia, jangan buat keadaan yang memojokkanku!” ujar Rayn, membuat Cherry memandangnya dengan sinis.


“Jangan sampai melakukan hal yang buruk dengan Cherry!” bentak Reynald, yang tidak suka ketika Rayn melakukan hal yang buruk terhadap Cherry, apalagi sampai membentaknya seperti itu.

__ADS_1


Rayn memandangnya sinis, “Apa yang ingin kau lakukan? Dia istriku! Kau mau apa, hah?” tanya sinisnya, membuat Reynald menggertakkan gerahamnya, saking kesalnya ia.


__ADS_2