
Seluruh tamu undangan sudah pergi, begitu pula dengan keluarga Cherry. Kini mereka tengah berkumpul di ruang keluaga sesuai janji Papa pada Reyn untuk membahas permasalahan ini.
"Papa sebenarnya sudah merasa lelah saat ini, tapi Papa sudah berjanji untuk membahas permasalahan ini." Papa membuka suara.
"Mama juga, bagaimana jika kita membahasnya besok? Biar pikiran kalian juga dingin. Saat ini Mama yakin pikiran kalian sedang panas, ruwet, dan juga lelah, ya?" Pinta Mama.
"Tidak Ma, Pa. Reyn tidak mau menunda-nunda lagi. Saat ini juga mereka harus berpisah, Reyn tidak mau melihat dan membayangkan mereka berada dalam satu kamar." Reyn memohon.
"Tenang saja Reyn, tidak akan terjadi apa-apa. Percaya pada Cherry, sebenarnya Cherry pun ingin mengatakan jika Cherry ingin bercerai dengan Rayn."
Akhirnya Cherry berbicara mengutarakan isi hatinya.
Cherry menatap Reyn, rasa cintanya pada Reyn masih melekat meskipun kini dia sudah sah menjadi istri Rayn. Dia tidak akan bisa terus menerus menjaga rahasia jika suaminya bukanlah Reyn namun Rayn, saudara kembarnya.
"Pa, maafkan Cherry tapi Cherry tidak bisa terus menerus bersandiwara dan merahasiakan semuanya dari publik. Cherry ingin bahagia bersama Reyn." Cherry memohon.
"Iya Pa, Reyn juga ingin benar-benar menikah dengan Cherry. Tolong Pa, kabulkan permintaan kami." Kini Reyn yang memohon pada sang Papa.
Rayn dari tadi hanya berdiam diri tanpa bisa berkata apa pun. Dia bingung harus berkata apa, memang saat ini dia juga ingin pernikahan dengan Cherry berakhir karena dia pun telah memiliki wanita yang dicintainya.
__ADS_1
Jika kekasih Rayn mengetahui permasalahan saat ini mungkin dia akan sangat marah dan sangat tidak bisa menerima semuanya. Untungnya masalah ini hanya mereka berempat yang mengetahuinya bahkan para pembantu yang ada di rumah pun tidak mengetahuinya.
"Papa paham maksudmu Cherry, Papa mengerti. Tapi bisakah kamu bertahan sebentar karena apa yang akan orang-orang katakan jika mereka mengetahui kamu bercerai dalam pernikahan yang sangat singkat ini demi lari pada pelukan saudara kembar suamimu." Papa menjelaskan
"Iya Nak Cherry, orang-orang akan mempertanyakan maksudmu bercerai kemudian menikah lagi dengan Reyn yang mungkin mereka kira itu Rayn," Mama menambahkan. "Pasti ini akan membingungkan semua pihak dan juga keluargamu, bahkan namamu akan tercoreng juga karena bercerai dan menikah lagi dengan saudara iparmu."
Cherry hanya tertunduk, dia tidak bisa berbuat apa pun. Dia sadar, memang benar, apa yang akan dikatakan orang-orang padanya jika mereka mengetahui dirinya bercerai hanya untuk menikah lagi dengan saudara suaminya.
Saat ini identitas mereka terbalik, Reyn adalah Rayn dan Rayn merupakan Reyn. Sangat membingungkan namun semua ini sudah terjadi dan semuanya karena ulah Reyn.
"Ya sudah, mari kita bicarakan permasalahan ini esok hari. Papa yakin kalian juga sudah lelah, Papa mohon pada Cherry, bertahanlah sebentar. Kita pasti akan menemukan jalan keluarnya."
Papa mengajak semuanya untuk istirahat dan membahas malah rumit ini. Dia juga akan mencari jalan untuk menyelesaikan semua permasalahan ini sebelum tidur nanti. Hal ini memang harus dipikirkan dengan benar karena menyangkut kebahagian mereka.
"Baiklah, Cherry mengerti. Cherry pun akan memikirkan ini baik-baik. Cherry duluan ke kamar, Ma, Pa." Cherry pergi meninggalkan mereka dengan perasaan kecewa.
Reyn dan Rayn pun pergi, namun mereka akhirnya berbicarakan hal ini juga. Rayn yang dari tadi hanya diam, akhirnya membuka suara.
"Aku juga sebenarnya tidak ingin pernikahan ini terjadi, tapi Papa memaksa. Maafkan aku Reyn." Rayn menjelaskan.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak menolaknya? Mungkin semua ini tidak akan terjadi." Reyn membalas.
"Aku melakukan ini semua demi nama baik keluarga kita. Coba kamu bayangkan, apa yang akan terjadi pada Papa jika para tamu undangan mengetahui acara pernikahan dibatalkan secara tiba-tiba. Mau ditaruh di mana muka Papa nanti, kamu boleh saja tidak perduli dengan semuanya. Tapi pikirkanlah kali ini saja perasaan Papa dan Mama." Jelas Rayn.
"Aku tahu, sejenak aku egois. Tapi... Aku sangat mencintai Cherry. Kamu tidak boleh sedikit pun menyentuhnya, atau kamu akan tahu akibatnya." Ancam Reyn.
"Aku mengerti, lagi pula aku tidak menyukainya sedikit pun. Aku sudah memiliki kekasih, kamu harus tahu itu. Aku bahkan tidak akan mendekati Cherry, aku janji." Rayn meyakinkan Reyn.
Akhirnya Reyn bisa tenang, dia tahu jika Rayn akan berada satu kamar dengan Cherry. Dia takut jika Rayn akan melakukan hal-hal yang tidak dia inginkan. Karena dia tahu jika Rayn memang suami sahnya Cherry, sehingga dia memiliki hak untuk menyentuh Cherry.
Namun setelah Rayn memberikan penjelasan dan meyakinkannya, kini Reyn merasa tenang.
"Aku ingin menemui Cherry, menggenggam tangannya, memeluknya, dan menciumnya. Aku sungguh merindukannya. Dia pasti sangat sedih saat ini, dia tidak bisa berbuat apa pun. Aku salah, ya, ini semua kesalahanku. Maafkan aku sayangku, Cherry." Batin Reyn sambil menatap kamar di mana Cherry berada.
Namun, apakah Cherry pasrah saja dan tak memikirkan kekasihnya di kamar sebelah?
Ingin rasanya ia juga menemui Reyn dan berbaring di sampingnya.
Namun, jika ia mengutarakan maksud itu sekarang, Rayn yang berstatus sebagai suami sah nya pasti tak akan merasa tersinggung dan mungkin akan marah dan membencinya. Memang sih cinta belum datang di tengah mereka, tapi mereka tak hanya hidup beberapa orang saja di rumah ini, jadi tak mungkin Cherry menunjukkan hal yang seharusnya di depan banyak orang secepat itu .
__ADS_1
Akhirnya ia hanya memilih memejamkan mata tanpa perduli apa yang akan terjadi kedepannya dengan harapan semuanya sedikit membaik saat ia tertidur nantinya. Tapi tetap saja semuanya terasa sangat berat selama memakan hatinya sendiri.
BERSAMBUNG....