
Rayn mengunci pintu ruangan kamar mereka, lalu segera mengajak Cherry untuk duduk di pinggir ranjang tidurnya. Mereka pun saling bertatapan, membuat Cherry merasa sangat bahagia melihat pandangan Rayn terhadapnya saat ini.
“Apa yang kau katakan tadi saat di mall?” tanya Rayn, Cherry menunduk malu mendengarnya.
“Sayang ....”
“Lagi?”
“Say—”
Belum sempat Cherry menghabiskan perkataannya terhadap Rayn, Rayn sudah menyambar bibir manis Cherry. Hal itu membuat Cherry merasa sedikit terkejut, tetapi juga menikmati hal yang Rayn lakukan padanya.
Mereka melakukannya, dengan tangan Rayn yang sudah sangat nakal, meraba seluruh inci dari tubuh Cherry. Ada yang spesial kali ini, Cherry sama sekali tidak menolaknya.
Rayn melepaskan ciumannya, dan memandang Cherry sejenak. “Kenapa kau tidak melawan?” tanyanya penasaran.
Cherry menunduk malu, “Aku memang sudah mencintaimu selama ini, dan aku baru saja disadarkan Reynald. Maka dari itu aku katakan, kita harus berikan hadiah terima kasih kepadanya,” ujarnya, membuat Rayn tersenyum sumringah mendengarnya.
“Terima kasih. Sekarang, apa boleh kita ....” Rayn meraih ke arah kancing dress yang Cherry kenakan, dan menanggalkannya satu per satu, membuat Cherry semakin malu saja karenanya.
Tak ada penolakan dari Cherry, membuat Rayn merasa bingung melihatnya.
“Apa benar boleh?” tanya Rayn, Cherry mengangguk kecil mendengarnya.
“Aku pernah membaca di sebuah artikel, wanita hamil pada trimester kedua, boleh melakukan hal itu,” ujar Cherry dengan malu-malu, membuat Rayn semakin bersemangat saja mendengarnya.
“Benarkah—”
“Dengan catatan, hati-hati!” pangkas Cherry, membuat Rayn lebih bersemangat lagi mendengarnya.
__ADS_1
Rayn menuntun Cherry untuk berbaring, dengan dirinya yang berada di atas Cherry saat ini. “Aku akan sangat berhati-hati,” ujarnya yang berusaha untuk meyakinkan Cherry.
Mereka sama-sama tersenyum, lalu memulai aksi mereka memadukan kasih dan sayang yang sempat memiliki batas.
Cherry sudah seutuhnya menerima Rayn, untuk menjadi suaminya dan ayah dari anaknya.
***
Pada makan malam kali ini, Cherry dan Rayn turun dengan keadaan yang sangat bahagia. Kedua orang tua Rayn dan juga Reynald, kaget melihat perubahan sikap mereka.
“Halo semuanya,” sapa Rayn, yang lalu membantu Cherry untuk duduk di kursi yang berada di meja makan.
Reynald bingung melihat keadaan ini. “Kenapa dengan kalian?” tanyanya penasaran.
“Pengumuman, hari ini aku sudah resmi diterima oleh Cherry. Kami tidak akan bercerai. Kami juga akan menanggung semuanya, dan mengatakan kepada mereka tentang kesalahan ini. Yang penting sekarang, kami sudah ingin hidup bahagia,” ujar Rayn, sontak membuat mereka kaget mendengarnya.
“Apa?!” pekik mereka bersamaan.
“A-apa maksudmu, Sayang? Kau—”
“Dia istriku, jangan kau panggil dia dengan sebutan itu lagi!” bentak Rayn, dengan pandangan sinis ke arah Reynald.
Cherry tersenyum pada Reynald, “Terima kasih ya, karena kamu sudah membuat aku sadar akan semuanya. Sekarang, aku udah nerima Rayn untuk jadi suamiku. Kamu, berbahagialah dengan Syerlin atau yang lainnya,” ujarnya, sontak membuat hati Reynald terpukul mendengarnya.
Mama dan Papa mereka tidak bisa berkata-kata, hanya bisa memandang mereka saja. Sementara itu Reynald yang kesal pun, segera pergi dari sana dengan keadaan yang sudah sangat hancur.
Cherry dan Rayn saling melempar pandangan, membuatnya merasa sangat bahagia sudah membuat semuanya menjadi lega sekarang.
Esoknya Reynald pun datang ke hadapan Cherry dan Rayn, dengan membawa sebuah koper besar. Hal itu membuat Cherry terkejut, dan memandang ke arahnya dengan heran.
__ADS_1
“Mau pergi ke mana kamu, dengan tas besar itu?” tanya Rayn, heran dengan Reynald yang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka, yang sedang bermesraan di dalam kamar mereka.
“Aku ingin pamit, melakukan perjalanan bisnis ke Amerika. Sebelum pamit, aku ingin meminta satu hal,” ujar Reynald, membuat mereka terkejut mendengarnya.
“Amerika?” tanya Cherry, Reynald mengangguk kecil mendengarnya.
“Aku sudah berpikir matang-matang tentang hal ini.Permintaanku yang terakhir, aku ingin memelukmu untuk yang terakhir kalinya, lalu aku akan merelakanmu untuk adikku,” ujar Reynald, sontak membuat Cherry terkejut, lalu memandang ke arah Rayn dengan bingung.
Rayn mengangguk kecil, berusaha memberikan kode kepada Cherry tentang restunya. Cherry pun bangkit, dan memeluk Reynald dengan erat. Tak terasa, air matanya mengalir tiba-tiba, membuatnya merasa sedih ketika melepaskan Reynald seperti ini.
“Jaga diri baik-baik, terima kasih sudah menjadi wanita yang terbaik selama ini,” ujar Reynald, Cherry hanya mengangguk kecil mendengarnya.
Mereka pun saling melepaskan pelukannya, dengan Rayn yang langsung merangkul Cherry. Reynald pergi dari sana, ia juga menahan air mata kesedihannya karena sudah meninggalkan Cherry.
“Hati-hati di jalan,” ujar Rayn, sebelum akhirnya Reynald pergi dari hadapan mereka.
Rayn memandang dalam ke arah Cherry, dan menghapus air mata Cherry yang mengalir deras dari pelupuknya. “Kau tidak apa-apa?” tanyanya, Cherry tersenyum dan mengangguk.
“Aku ... lega. Lega karena Reynald akhirnya merelakanku,” ujar Cherry dengan keadaan yang menangis tetapi sambil tersenyum, membuat Rayn memeluknya dengan erat.
“Ya, akhirnya kita bisa bersama,” ujar Rayn.
Cherry mengeratkan pelukannya, “Jangan tinggalkan aku, jangan kembali pada Syerlin,” ujarnya, membuat Rayn mengangguk kecil mendengarnya.
“Ya, aku janji.”
Mereka pun saling berpelukan, melepaskan rasa gundah di hati mereka.
Beberapa bulan kemudian Cherry melahirkan jagoan mereka dengan selamat. Kini, mereka sudah hidup dengan damai, tanpa perlu saling menentang satu sama lain.
__ADS_1
TAMAT
Terimakasih Sudah membaca dari Awal All🙏🏻😘JANGAN LUPA MAMPIR DI KARYA AUTHOR YANG LAIN🤗