Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Sangat Manis


__ADS_3

Ketika sudah sampai di dalam toko peralatan bayi, mereka pun segera masuk ke dalamnya. Banyak sekali pengunjung yang datang untuk mengunjungi toko ini. Beberapa dari mereka ada yang sudah membayar, ada yang baru saja datang untuk melihat-lihat.


Rayn dan Cherry melihat ke arah pakaian yang terpajang pada etalase toko. Mereka melihat-lihat, lalu Rayn mengambil sebuah pakaian yang terlihat sangat bagus baginya.


“Ini ... pasti cocok untuk anak kita,” ujarnya, membuat Cherry tertawa kecil melihatnya.


Pasalnya, pakaian yang Rayn pilihkan sangatlah besar, sehingga tidak memungkinkan baby mereka untuk mengenakannya.


“Itu terlalu besar, Sayang. Coba tolong pilihkan yang lain,” ujar Cherry, sontak membuat hati Rayn berdebar mendengarnya.


“Coba katakan sekali lagi,” pinta Rayn, Cherry terdiam sejenak karena bingung dengan apa yang Rayn katakan.


“Coba tolong pilihkan yang lain,” ujar Cherry, membuat Rayn menggelengkan kepalanya kecil.

__ADS_1


“Tidak, bukan yang itu. Yang lainnya.”


“Itu terlalu besar.” Cherry kembali mengatakan hal yang baru saja ia katakan kepada Rayn, tetapi bukan itu yang Rayn maksudkan.


“Bukan itu, setelahnya!” ujar Rayn lagi, membuat Cherry tertawa kecil mendengarnya.


“Sayang ....”


DEG!


“Kamu sangat manis,” puji Rayn, dengan tatapan yang teduh, membuat Cherry merasa sangat tenang melihatnya.


‘Mereka adalah dua pribadi yang berbeda, walaupun wajah mereka sama. Rayn berbeda dengan Reynald dalam segi apa pun. Namun, aku tidak menyangka, aku bisa lebih menyukai Rayn dibandingkan Reynald yang sejak dulu aku cintai,’ batin Cherry, merasa sangat bahagia merasakan hal yang baru saja ia rasakan bersama dengan Rayn.

__ADS_1


Kebersamaan mereka mengajarkan mereka tentang kebersamaan yang sesungguhnya. Hal itu tentu saja karena ikatan batin mereka sebagai sepasang suami istri, yang diikat dengan ikatan pernikahan dan juga seorang anak, yang tumbuh dengan sehat di rahim Cherry.


Rayn meraih lengan tangan Cherry, mengajaknya untuk pergi dari toko perlengkapan bayi tersebut.


“Ayo kita pergi,” ajak Rayn, membuat Cherry bingung mendengarnya.


“Lho, kenapa harus pergi sekarang? Kita baru saja ingin membeli perlengkapan baby,” tanya Cherry, merasa sangat bingung dengan apa yang Rayn inginkan.


“Ya, beli perlengkapan baby nanti saja. Sekarang, aku ingin cepat-cepat memelukmu,” ujar Rayn, sembari tetap menarik lengan tangan Cherry.


Mendengar ucapan Rayn, hal itu benar-benar membuat Cherry gemas. Ia tidak bisa memungkiri, bahwa ia sangatlah menyukai cara Rayn memperlakukannya. Rayn memang bukanlah pria yang baik, tetapi setidaknya ia mengerti cara tentang memperlakukan seorang wanita, terlebih lagi seorang wanita itu adalah Cherry yang jelas-jelas adalah istri sahnya.


Cherry tersenyum, dengan wajah yang memerah karena malu. Ia menyadari, bahwa keputusan yang ia ambil tidaklah salah. Ia memang benar, karena ia sudah memilih Rayn dan ternyata memang benar, hubungan yang baik adalah hubungan yang saling menerima satu sama lain.

__ADS_1


Ketika mereka sampai di rumah, hal pertama yang Rayn lakukan adalah mengajak Cherry naik ke kamar mereka. Kedua orang tua Rayn memandang mereka dengan bingung, karena saat mereka datang dan melewatinya, mereka sama sekali tidak mengatakan apa pun dan hanya tersenyum saja, sembari melangkah naik melangkah pada anak tangga yang ada.


Hal itu membuat kedua orang tua Rayn curiga melihatnya.


__ADS_2