Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Ucapan Yang Ambigu


__ADS_3

“Tidak lagi untuk nanti!” ujar Cherry, sontak membuat mereka terdiam mendengarnya.


Mendengar apa yang Cherry katakan, mereka pun terkejut karena mendengar ucapan Cherry yang ambigu seperti itu. Rayn tidak mengerti dengan apa yang Cherry katakan.


“Apa maksudmu?” tanya Rayn, merasa bingung dengan apa yang Cherry katakan.


Cherry memandangnya dengan sinis, “Kau memanglah suamiku dan aku adalah istrimu, tapi sekarang tidak lagi. Aku ingin kau secepatnya menceraikanku,” ujar Cherry, membuat jantung Rayn berdetak dengan kencang.


Rayn sangat terkejut mendengar pemutusan hubungan antara mereka itu. Permasalahannya di sini adalah, hubungan mereka adalah hubungan yang sah sebagai suami dan istri, bukan lagi sebagai kekasih. Membayangkan perceraian saja, Rayn tidak pernah melakukannya apalagi harus benar-benar bercerai dengan Cherry. Ia sungguh tidak bisa melakukannya.


“Apa kamu benar ingin bercerai denganku?” tanya Rayn, Cherry pun memandang mantap ke arah Rayn.


“Ya, aku ingin bercerai dengan kamu. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, dan aku sudah memikirkannya matang-matang. Aku tidak bisa bersamamu lagi, Rayn. Bersamamu membuat hatiku menjadi sakit,” ujar Cherry membuat Rayn tidak habis pikir mendengar ucapannya.


Reynald yang berada di hadapan mereka, hanya bisa tersenyum ketika mendengar Cherry mengatakan perpisahan antara dirinya dan juga Rayn. Ia merasa sangat puas, ketika mendengar Cherry yang mengatakan hal seperti itu di hadapan Rayn. Ia merasa sangat puas, dan tersenyum terus-menerus ketika mendengar perdebatan di antara mereka.


‘Akhirnya hari ini datang juga,’ batin Reynald, yang merasa sangat senang mendengar hal ini di hadapannya langsung.


“Cherry ... jangan seperti itu! Kau sedang mengandung anakku. Aku tidak bisa menceraikanmu saat kau tengah hamil seperti ini. Apa jadinya nanti pikiran mereka semua, jika memang hal itu benar-benar terjadi?” bantah Rayn, membuat Cherry berpikir berulang kali ketika mendengar ucapannya itu.


‘Benar juga apa yang dikatakan Rayn. Aku tidak bisa berpisah dengannya jika aku sedang mengandung seperti ini. Paling tidak, aku harus menunggu anak ini lahir baru aku bisa menceraikannya,’ batin Cherry, merasa ucapan Rayn ada benarnya juga.

__ADS_1


Cherry menghela napasnya dengan panjang, karena dia tidak bisa memutuskan keputusan besar ini secara cepat dan sepihak. Dia harus menunggu sampai ia benar-benar matang lagi dalam pemikirannya itu.


“Aku akan mempertimbangkannya kembali,” ujar Cherry yang lalu segera menarik lengan tangan Reynald, untuk masuk ke dalam mobil Reynald. “Untuk sekarang, kau jauhi dulu diriku. Aku tidak ingin melihatmu untuk beberapa waktu ke depan,” sambungnya, yang lalu segera masuk ke dalam mobil Reynald.


Melihat Cherry yang saat ini sudah masuk ke dalam mobil Reynald, Rayn pun merasa sangat kesal dan ingin sekali melampiaskan semua kekesalan hatinya itu, pada sesuatu hal. Itu membuat Rayn merasa tidak bisa menerimanya.


Mendengar ucapan yang Cherry katakan, sangatlah membuat hatinya patah. Ia tidak bisa menerima semua yang Cherry katakan, karena ia belum siap untuk mengakhiri hubungannya dengan Cherry.


“Baru saja aku ingin memulai mencintaimu, tapi kau sudah membuat keputusan besar seperti ini dalam waktu yang singkat. Itu semua terjadi, hanya karena aku menyakiti Reynald saja. Apa posisi Reynald lebih penting dibandingkan posisiku dalam hidupmu?” gumam Rayn, sembari memandang ke arah mobil Reynald, yang saat ini sudah berjalan pergi dari sana.


Sudah tidak ada lagi yang bisa Raun lakukan. Ia hanya bisa termenung sembari memandang ke arah mobil tersebut.


Ketika ia sudah berada di dalam mobil, ia menghubungi Amar untuk menemaninya melepaskan segala rasa gundah di hatinya.


Sambungan telepon pun terhubung.


“Halo Amar, apa kau hari ini tidak ada kegiatan?” tanya Rayn.


“Tidak ada, memangnya ada apa?” tanya balik Amar.


“Aku ingin kau menemaniku malam ini. Aku tunggu di klub biasa. Jangan lupa bawa mobilku sekalian. Aku akan ke sana menggunakan taksi online,” ujar Rayn, membuat Amar merasa malas mendengarnya.

__ADS_1


Jika bukan karena mobil Rayn yang masih berada padanya, ia mungkin akan menolak permintaan Rayn kali ini.


“Ya, aku akan segera ke sana. Kau tunggu saja,” ujar Amar lalu segera memutuskan sambungan telepon darinya.


Karena sudah mendapatkan jawaban dari Amar, Rayn pun segera memacu kendaraannya untuk menuju ke arah rumahnya. Ia hendak menyimpan kendaraannya itu di rumahnya, kemudian berniat untuk pergi ke klub malam itu menggunakan taksi online.


***


Cherry dan Reynald sudah sampai di rumah. Ia masih saja berada di dalam mobil Reynald, karena ia masih tidak menyangka akan mengatakan hal seperti itu pada Rayn tadi. Namun, jika dipikir kembali, ia memang harus mengatakan hal itu karena ia tidak ingin melihat Rayn kembali lagi ke pelukan Syerlin. Hal itu membuatnya merasa kesal dan tidak bisa menerimanya. Apalagi ia yang mengetahui kalau Rayn dan Syerlin yang pagi ini bertemu.


‘Mungkin mereka pagi tadi membahas tentang hal yang Reynald katakan. Mungkin benar apa yang Reynald katakan mengenai Syerlin, yang akan kembali lagi bersama dengan Rayn. Entah mengapa aku merasa tidak ingin mereka melakukannya, dan aku merasa kesal karena hal itu,’ batin Chery, merasa sangat kesal dengan keadaan ini.


Namun, berhubung Rayn sudah berniat untuk kembali kepada Syerlin, ia pun hanya bisa pasrah dan akan mewujudkan impiannya untuk menceraikan Rayn. Namun, tentu saja setelah ia melahirkan nanti.


Reynald menoleh ke arah Cherry, yang saat ini terlihat sangat bingung. Ia menggenggam tangannya erat, berusaha memberikan kekuatan untuk Cherry agar Cherry bisa dengan mudahnya melewati semua hal yang ia jalani saat ini.


“Jangan sedih, Sayang. Masih ada aku di sini untukmu. Aku tidak akan membiarkanmu terpuruk sendirian. Aku pasti akan melakukan apa pun untuk membantumu keluar dari permasalahanmu saat ini. Apalagi aku sangat senang ketika kau mengatakan akan bercerai dengan Rayn. Aku sangat mendukungmu dan aku ingin kamu segera kembali ke pelukanku,” ujar Reynald, membuat Cherry memandangnya dengan bingung.


“Sebenarnya aku tidak tahu harus bagaimana. Aku juga tidak mengerti, dan juga baru sadar kalau wanita yang sedang hamil tidak boleh mengajukan gugatan cerai. Aku baru menyadarinya saat ini. Aku pikir semua ini akan mudah, tapi ternyata semua ini sangatlah sulit untuk kujalani,” ujar Cherry membuat Reynald menghela napasnya panjang, lalu segera merengkuh bahu Cherry dengan lembut.


“Aku akan terus menunggumu, meskipun harus menunggu sampai kapan pun. Aku juga siap, jika harus menunggumu untuk melahirkan anakmu. Aku akan melakukannya, asalkan kamu kembali padaku, itu sudah cukup untukku,” ujar Reynald, yang masih berusaha untuk membujuk Cherry untuk segera melakukan apa yang harusnya ia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2