
Karena terlalu marah, Syerlin pun akhirnya berhasil menarik ember berisi air tersebut, lalu segera berjalan menuju ke arah Cherry dan segera mengguyurkan air di dalam ember tersebut padanya.
Mereka yang melihat merasa sangat kaget, dan sejenak hanya bisa memandangnya dengan rasa penuh tak percaya. Kini, tubuh Cherry sudah basah kuyup, dan rujak yang ia pegang pun menjadi basah tak keruan.
Rayn mendelik, ketika pandangannya menemukan sosok Syerlin yang tiba-tiba saja mengguyurkan air tersebut pada Cherry. Ia tidak bisa terima, walaupun yang mengguyur Cherry itu adalah kekasihnya sendiri.
“Apa-apaan kamu, Syer!” pekik Rayn, dengan mata yang mendelik ke arah kekasihnya itu.
Syerlin tak kalah kesal, ia pun mendelik di hadapan Rayn, karena Rayn yang malah membela Cherry daripada membela apa yang ia lakukan. Ia tak bisa menerimanya, karena memang harusnya Rayn mendukungnya sebagai kekasih.
“Kamu belain dia, hah?” pekik Syerlin, sontak membuat Rayn mendelik kaget mendengar nada bicara Syerlin yang tinggi di hadapannya.
“Ya jelas aku belain Cherry! Kamu datang entah dari mana, tiba-tiba saja mengguyur air ke Cherry. Kamu ada masalah apa sama dia, hah?” tanya sinis Rayn, membuat Syerlin tak habis pikir dengan apa yang ia lakukan.
__ADS_1
Selama ini Rayn sama sekali tidak pernah membentaknya. Baru kali ini Rayn membentaknya, dan itu semua karena Cherry.
Reynald yang memantaunya dari kejauhan, tak bisa menahan diri. Ia berlarian menuju ke arah mereka, dan berdiri tepat di hadapan Syerlin.
“Kamu benar-benar keterlaluan!” bentak Reynald, yang lalu segera melayangkan tangannya ke arah wajah Syerlin.
Syerlin terkejut, ia hanya bisa menghindar sedikit, berharap pukulan dari Reynald tidak terlalu kuat mengenainya. Namun, ia hanya bisa pasrah, tak bisa melakukan apa pun.
Setelah menunggu beberapa saat, ternyata tidak terjadi apa pun dengannya. Ia mendelik, lalu segera memandang ke arah Reynald yang tadi hendak memukulnya.
Rayn mendelik kesal ke arah Reynald, “Jangan sentuh kekasihku!” bentaknya, sontak membuat mereka mendelik tak percaya dengan apa yang Rayn katakan.
Mereka sejenak saling bertatapan, membuat Reynald merasa malu sendiri dengan apa yang ia lakukan. Ia menyadari, ia tidak seharusnya melakukan itu kepada Syerlin, meskipun Syerlin sudah membuat Cherry basah kuyup seperti itu.
__ADS_1
Itu hanya akan membuat mereka berpikir, kalau dirinya adalah seorang pria yang sangat rasis dan kejam.
Reynald berusaha untuk menarik kembali tangannya yang tertahan Rayn, dan membenarkan sikapnya di hadapan mereka. Ia berdeham, berusaha untuk membenarkan sikapnya yang memang ia rasa aneh.
“Maaf, aku terlalu berlebihan tadi,” ucap Reynald, berusaha untuk mengakui kesalahannya.
“Baiklah, tidak apa-apa. Aku tahu, kau merasa marah dengan kejadian ini,” ujar Rayn, yang berusaha untuk bersikap dewasa di hadapan mereka.
Rayn kemudian memandang ke arah Syerlin. “Kamu ... ikut aku sebentar!” ujarnya, lalu menarik tangan Syerlin untuk menjauhi mereka.
Melihat Rayn dan Syerlin pergi, Reynald pun memandang Cherry dengan dalam, karena sejak tadi Cherry tidak berbuat apa pun. Ia hanya diam, walaupun Syerlin sudah berbuat tidak baik padanya.
“Kamu gak apa-apa, Sayang?” tanya Reynald, Cherry pun menggelengkan kepalanya dan berusaha menjaga jarak dari kekasihnya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....