Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Beli Perlengkapan Bayi


__ADS_3

Cherry hanya bisa menunggu Rayn kembali, karena ia tidak tahu dengan apa yang akan Rayn lakukan. Ia hanya bisa menunggu, tanpa bisa mengatakan apa pun. Namun, satu yang ia ketahui, hal itu harus membuatnya merasa sangat nyaman, karena ia tidak ingin menerima Rayn yang melakukan hal yang tidak membuatnya nyaman.


Beberapa saat kemudian, RAyn kembali dengan membawa tas koper yang tadi Cherry bawa. Hal itu membuat Cherry merasa kaget, karena ternyata Rayn membawa kembali pakaiannya untuk ia bawa kembali ke rumah keluarganya.


“Kau mau apa, Rayn? Aku ingin pulang, tolong jangan seperit ini,” ujar Cherry, membuat Rayn memandangnya dengan datar.


“Kau tidak bisa berkata apa pun tadi, sehingga aku menganggap hal itu ada sebuah persetujuan darimu. Kau tidak bisa melakukan apa pun lagi sekarang, hanya bisa patuh dan menurut dengan apa yang menjadi harapanku. Aku ingin kau di sini, selamanya. Kau menerimaku, melahirkan anak-anakku, dan membuat hari-hari kami menjadi lebih indah dari biasanya,” ujar Rayn, membuat Cherry memanangnya dengan bignung.


Cherry hanya bisa menghela napasnya dengan panjang, karena ia yakin dan percaya, untuk melawan Rayn saat ini, itu adalah hal yang sangat menyulitkan baginya. Ia tidak bisa melakukan hal itu, karena ia juga sangat nyaman dengan RAyn. Ia juga sudah mengerti dengan semua kesalahpahaman antara dirinya dan juga Rayn.


Semua ini memiliki inti salah paham. Cherry merasa salah paham dengan Rayn, karena ternyata apa yang ia pikirkan terhadap Rayn ternyata tidak benar. Hal itu membuatnya merasa malu, dan tidak bisa berakata apa pun lagi di hadapan Rayn.


Rayn terlihat sedang memasukkan pakaiannya ke dalam lemari pakaiannya kembali, membuat Cherry merasa sangat pasrah dengan apa yang akan Rayn lakukan padanya. Ia hanya menerima hasil beres, dari apa yang Rayn lakukan saat ini.


Karena terllau terburu-buru melakukannya, Rayn pun tak sengaja menjatuhkan semua barang-barang Cherry. Ia membuat Cherry merasa kesal, tetapi dengan segera Rayn merapikannya dan kembali meletakkan di dalam lemari.


Setelah selesai, Rayn pun segera duduk kembali bersama dengan Cherry. Cherry menghela napasnya dengan panjang, karena ia tidak berhasil untuk pergi dari rumah ini saat ini. Ia hanya bisa menurut denga apa yag Rayn katakan, karena ia sudah mulai bisa menerima apa yang Rayn katakan.


“Apa kau memerlukan sesuatu?” tanya Rayn, membuat Cherry berpikir tentang skincare dan juga pakaiannya yang sudah terlalu kecil baginya.


Cherry memandang ke arah Rayn dengan malu. “Anu, kau pernah berkata akan menemaniku untuk membeli skincare. Apa kau ingin melakukannya sekarang?” tanyanya, membuat satu senyuman mengembang di pipi Rayn.


“YA! TENTU SAJA!” ujar Rayn, yang dengan semangatnya segera melangkah menuju ke arah pintu ruangan kamarnya, untuk meninggalkan Cherry ke bawah.

__ADS_1


Namun, Rayn lupa akan satu hal. Cherry saat ini sedang tidak bisa melangkah seorang diri, menuruni anak tangga. Hal itu membuatnya kembali lagi ke kamarnya, dan segera menuntun Cherry yang tertinggal di dalam kamarnya.


Ketika Rayn menuntunnya berjalan, membua Cherry merasa sangat senang melihatnya. Ia tertawa, karena ternyata Rayn sudah melakukan kesalahan yang sangat lucu baginya.


‘Masa sih, dia lupa bawa istrinya?’ batin Cherry, merasa sangat terkesima dengan Rayn yang melakukan hal lucu nan bodoh itu.


Mereka pun akhirnya pergi ke sebuah mall, untu membeli perlengkapan yang Cherry perlukan. Hal itu membuat Rayn merasa sangat senang, karena ia bisa mengajak Cherry berjalan-jalan ke Mall, walaupun ia belum sempat mandi pagi ini.


Beruntung mall yang mereka kunjungi sudah buka, membuat mereka bisa dengan leluasanya berbelanja, tanpa banyak orang yang datang ke tempat perbelanjaan itu.


Cherry menghela napasnya dengan panjang, karena ia baru saja berhasil menuruni eskalator. Ia merasa sangat senang, karena sepanjang mereka berbelanja, Zaki terus menggandeng lengan tangnanya dan sama sekali tidak melepasknya.


Cherry memandang dalam ke arah Rayn, sambil tetap melangkah melewati jalanan yang ada.


“HAnya terima kasih?” tanyanya, membaut Cherry merasa bingung mendengarnya.


“LAntas apa lagi yagn harus aku katakan padamu?” tanya Cherry, membuat Rayn menghela napasnya dengan pajang.


“Katakan Sayang,” jawab Rayn, membuat Cherry menghentikan langkahnya sejenak, sehingga RAyn pun mengehtnikan langkahnya sejenak.


Cherry tidak bisa berkata-kata, ia tidak tahu harus berbuat apa lagi saat ini. Ia merasa sangat sedih, karena ia melihat RAyn yang ternyata benar-benar sangat menyayanginya.


“Ada apa?” tanya Rayn, yang merasa sangat terkejut melihat sikap anehnya itu.

__ADS_1


“Apa kau benar-benar sangat menyayangiku?” tanya Cherry, memasikan kembali dengan perasaan Rayn terhadapnya,


“Tentu saja, aku sangat menyayangimu dan juga anak kita. Tidak ada yang bisa mengalahkan rasa sayangku terhadapmu dan juga anak kita,” jawab Rayn, sontak membuat Cherry terharu mendengarnya.


Ia emrasa sangat senang, akarena RAyn yang ernyata sudah melakukan hal yang bisa membuatnya sebahagia ini. Ia merasa bimbang, tetapi rasa bimbangnya sudah terganti dengan apa yang harusnya ia dapatkan dari RAyn.


“Bagaimana denganmu? Apa kau mencintaiku?” tanya Rayn, yang masih bertanya tentang perasaan Cherry terhadapnya.


“Jika kau mencintaiku, aku akan lebih mencintaimu,” ujar Cherry, sontak membuat Rayn mendelik tak percaya mendengarnya.


“Apa yang kau katakan ini benar-benar dari dalam hatimu? Apa kau tidak labil?” tanya Rayn, membuat Cherry merasa sangat senang mendengar Rayn mengatakna hal itu padanya.


“Aku benar-benar sangat menyayangimu. Aku baru sadar, karena kau sudah menyadarkanku akan hal ini. Dan secara tidak langsung, Reynald juga sudah menyadarkanku tentang perasaanku terhadapmu. Aku harus berterima kasih padanya nanti,” ujar Cherry, membuat RAyn bingung mendengarnya.


“Apa? Reynald?” tanya RAyn, merasa bingung dengan apa yang ia dengar dari mulu Cherry.


Cherry mengangguk kecil mendengarnya, “Ya. Karena dia kemarin mengatakan hal yang tidak-tidak, membuatku merasa tidak percaya dengan hal itu, Aku merasa snagat senang, merasakan hal tersebut dan Reynald yang bisa mebantuku untuk menmukan semuanya. Aku sangat senang, karena ternyata Reynald sudah membuka mataku, dan sudah memberitahu tentang perasaanku padamu. Jika tidak, aku tidak akan sampai mengatakan ini padamu,” ujar Cherry menjelaskan, membuat Rayn sedikit banyaknya harus berterima kasih dengan REynald.


“Ya, terkadang yang menjerumuskan justru yang membuat kita merasa sangat bahagia karena sudah menemukan sebuah jalan. Kita harus berterima kasih dengannya nanti,” ujar Rayn, yagn merasa sangat senang mengatakannya kepada Cherry.


Tak sengaja Cehrry pun melihat ke arah toko peralatan bayi, membuat Rayn juga ikut menoleh ke arah yang Cherry lihat.


“Ada toko peralatan bayi,” ujar Cherry, membuat Rayn paham dengan apa yang ia maksudkan.

__ADS_1


“Baiklah, ayo kita beli perlengkapan jagoan kita!” ujar Rayn, yang lalu segera menarik Cherry unuk membelinya.


__ADS_2