Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Ngajak balikan


__ADS_3

Tangan Reynald meraih lengan tangan Cherry, tetapi Cherry berusaha untuk menolak dan menjaga jarak aman darinya. Namun, hal itu malah membuat Reynald bingung, karena perlakuan dan sikap Cherry yang sangat aneh padanya.


“Kamu kenapa, Sayang? Kamu kenapa seperti ini sama aku? Berusaha jauhin aku, dan malah nerima Rayn di sisi kamu?” tanya Reynald dengan bingung, membuat Cherry menghela napasnya dengan panjang.


“Rey, aku sudah menjadi istri sah dari Rayn. Kamu sudah membuat semua masalah ini. Hati kamu hancur, hati aku pun hancur. Sekarang, apakah hati kita sudah sama-sama hancur? Aku rasa sudah,” ujar Cherry, menjelaskan semua hal tentang yang ia rasakan.


Mereka sejenak saling tatap, membuat Cherry merasa enggan kembali bersama dengan Reynald saat ini. Saat tak sengaja mendengar percakapan ayah mertuanya di telepon, ia merasa sangat kaget, dan tidak percaya jika Syerlin meminta ayah mertuanya untuk menikahkannya dengan Reynald. Hal itu sangat membuat hatinya sakit.


“Aku tidak sengaja mendengar papa bicara di telepon bersama dengan Syerlin. Dia meminta agar papa menikahkan kalian secepatnya,” ujar Cherry, sontak membuat Reynald mendelik. “Apa benar itu?” tanyanya, Reynald tak berkutik mendengarnya.


Cherry memandang Reynald semakin dalam. “Jika memang benar, hal itu sangat melukai perasaanku,” ujarnya.


Reynald tak habis pikir. Hal yang ia rencanakan untuk membalas perlakuan Rayn padanya, ternyata malah berimbas kepada perasaan Cherry padanya. Ia tidak menyangka, dengan hendak melakukan pertunangan bersama dengan Syerlin, ia ternyata sudah melukai hati Cherry.


“Aku tidak bermaksud seperti itu, Sayang. Aku hanya ingin melakukan yang harus dilakukan. Rayn memang kekasih dari Syerlin, dan mereka harus menikah. Setelahnya, kita akan bertukar posisi kembali, dan menjalani hidup masing-masing. Kamu pasti mau ‘kan, menjalani kehidupan sama aku lagi?” ujar Reynald, membuat Cherry memandangnya dengan tatapan tak percaya.


“Aku gak bisa bicara apa pun sama kamu sekarang, Rey. Aku gak bisa, karena sekarang aku sudah mengandung anak dari Rayn. Kamu harusnya paham akan hal itu,” ujar Cherry, yang berusaha untuk mengatakan hal ini kepadanya.


Namun, memang dasar Reynald, ia sama sekali tidak mempermasalahkan tentang hal itu. Yang terpenting saat ini adalah, bagaimana caranya agar mereka kembali bersama seperti semula.


“Aku gak masalah tentang bayi yang kamu kandung, Cherry! Aku akan menerima bayi itu seperti anakku sendiri. Aku akan menjaganya, aku akan merawatnya. Setelah ini, tolong kembali ke pelukanku. Aku akan mengurus semuanya lebih dulu,” ujar Reynald, berusaha untuk membuat Cherry menerima semua yang ia inginkan.


Karena sudah berjanji dan mengucap janji suci bersama dengan Rayn, Cherry pun agak bimbang. Ia tidak bisa memutuskan hal itu sepihak, karena selama ini ia sudah sangat plin-plan dengan mengatakan hal yang berbeda-beda. Ia tidak bisa mengatakan hal yang salah sekali lagi, karena itu mungkin akan berdampak sangat buruk baginya.

__ADS_1


Tak bisa menjawabnya, Cherry hanya bisa memandang wajah Reynald dengan tatapan nanar. Ia tidak ingin salah ambil langkah, sehingga ia hanya bisa diam dan tersenyum. Ia berharap, konflik dalam hidupnya akan segera hilang, dan ia akan menjalani kehidupannya dengan sebaik-baiknya.


Sementara itu di sana, Rayn sudah membawa Syerlin pergi sejauh mungkin dari hadapan Cherry dan juga Reynald. Ia tidak ingin Syerlin membuat kekacauan seperti ini lagi, terlebih lagi saat ini keadaan Cherry yang tengah berbadan dua.


Rayn melepaskan tangannya dari lengan tangan Syerlin. “Mau kamu apa, sih?” tanyanya sinis, membuat Syerlin juga menatapnya dengan sinis.


“Mau aku apa? Kamu nanya?” tanya balik Syerlin, membuat Rayn semakin kesal mendengarnya.


“Aku lagi gak bercanda!” bentak Rayn, yang keadaan pikirannya sudah sangat pusing dan mumet.


Tak disangka, konflik seperti ini sudah sangat mengganggu ketenangan hidupnya. Ia tidak bisa menerima hal lain lagi, yang lebih berat daripada hal ini.


“Kamu nanya mau aku apa? Aku rasa kamu udah tau mau aku apa!” bentak Syerlin, dengan tatapan tajam ke arahnya.


“Kamu sekarang udah berani bentak-bentak aku, ya? Oh ... itu semua karena si Cherry, bukan?” tanya sinis Syerlin, membuat Rayn menghela napasnya dengan kasar.


“Ini semua gak ada hubungannya sama Cherry. Ini semua karena sikap kamu, yang aku gak suka!” Rayn berusaha untuk mengalihkan perhatian Syerlin dari Cherry.


Sebisa mungkin Rayn berusaha menghindari semua hal buruk, yang Syerlin pikirkan tentang Cherry. Ia tidak ingin masa-masa kehamilan Cherry sampai terganggu, karena ia tidak bisa melihat Cherry menjadi tidak nyaman.


Syerlin melotot, “Aku begini tuh karena kamu! Aku gak mau kalau kamu terus-terusan sama dia! Aku cemburu, Rayn!” bentaknya, diiringi rengekan seperti bayi yang meminta sebuah permen.


“Apa bedanya sama kamu? Kamu sekarang malah terus-terusan sama Reynald. Kamu malah mau tunangan sama Reynald, bukan?” tanya sinis Rayn, sontak membuat Syerlin mendelik tak percaya.

__ADS_1


“Kamu sudah tau?” tanya Syerlin, Rayn mengangguk kecil mendengarnya.


“Aku tahu, karena papa yang gak sengaja ngobrol di ruang tamu sama mama. Aku gak habis pikir, kenapa kamu melakukan hal itu?” ujar Rayn, membuat Syerlin malah semakin berani menatapnya sinis.


“Aku ... aku ingin melakukan semua itu, agar bisa bertukar posisi lagi denganmu! Aku akan meminta Reynald untuk menyelesaikan semuanya, dan kita akan segera bahagia lagi!” ujar Syerlin, berusaha untuk meyakinkan Rayn akan hal yang ia lakukan.


Rayn memandangnya dalam, “Kamu sadar tidak? Hal yang kamu lakukan malah membuat keadaan semakin runyam!” bentaknya, sontak membuat Syerlin mendelik.


“Aku gak maksud seperti itu—”


“Aku gak tahu apa yang kamu maksud! Mungkin kamu mau membalas dendam padaku, atas semua yang sudah terjadi antara aku dan juga Cherry? Aku tidak tahu! Hanya kau dan Tuhan yang tahu!” pangkas Rayn, membuat Syerlin terdiam mematung mendengarnya.


Selama ini Rayn memang sudah melakukan kesalahan, tetapi semua itu bukan hanya kesalahannya. Mereka sudah melakukan kesalahan, sehingga mereka melakukan hal yang tidak baik satu sama lain.


Inti dari segala kejadian yang ada, mereka saling melakukan kesalahan, sehingga kesalahan yang sudah terjadi di awal terasa semakin besar, dan semakin jelas terlihat. Apalagi sekarang keadaannya akan ditambah, dengan Syerlin yang ingin dinikahkan oleh Reynald.


Entah bagaimana jadinya mereka, hanya Tuhan yang tahu.


Syerlin memandang dalam ke arah Rayn. “Kamu mau ‘kan, balik lagi sama aku, Rayn?” tanyanya dengan lembut diiringi rengekan yang sangat membuat iba Rayn.


Namun, terlepas dari itu semua, ia menyadari tanggung jawabnya sebagai seorang suami bagi Cherry. Ia tidak bisa melepaskan tanggung jawab begitu saja, karena itu menyangkut anak di dalam kandungan Cherry.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2