Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Apa Masalahmu?


__ADS_3

“Maaf Reyn, aku—”


Belum sempat Cherry melanjutkan perkataannya, Rayn tiba-tiba saja datang dan mengambil handphone-nya. Ia tidak bisa membiarkan Cherry terlalu lama berbincang dengan Reynald. Sesungguhnya ia sangat cemburu dengan hal itu.


“Tidak bisakah kau dengar? Jangan mencoba berharap, bahkan dengan cara apa pun!” bentak Rayn, sontak membuat Cherry mendelik tak percaya dengan apa yang ia dengar itu.


“Kenapa kau marah-marah seperti itu denganku, hah?” tanya Reynald, yang tidak terima dengan hal itu.


Rayn kesal mendengarnya, “Jangan kau pikir, dirimu itu sudah benar! Kau salah, karena kau sudah membuatku jengkel! Kau melakukan hal-hal romantis dengan istri dari adikmu sendiri, apa kau pikir kau pantas akan hal itu?” tanyanya, membuat Reynald kesal mendengarnya.


“Kenapa, kau? Kenapa kau malah jadi marah-marah seperti itu denganku? Aku melakukan semua ini, karena aku menyayanginya. Aku adalah kekasihnya!” bentak Reynald, membuat Rayn semakin geram saja mendengarnya.


“Kau sadar tidak, sih? Aku sangat membenci kau mengatakan hal itu! Aku adalah suami sah Cherry, dan kau tidak bisa melakukan sembarangan hal terhadap Cherry!” bentak Rayn, Reynald menyeleneh mendengarnya.


“Apa kau bilang? Kau suami dari Cherry? Apa kau lupa? Kau menikah dengan Cherry, atas namaku. Seharusnya aku yang memang bersama dengan Cherry! Kau tidak bisa melakukan hal itu!” bentak Reynald, membuat Rayn tersadar dengan hal itu.


Satu ucapan saja dari Reynald, membuat Rayn merasa sangat terpukul. Ia mengucap janji suci bersama dengan Cherry, memang menggunakan nama Reynald. Namun, ia yang mengucap, dan sudah menghamili Cherry seperti ini. Ia tidak bisa memaksakan hal apa pun, karena memang saat ini dirinya sudah tidak bisa melakukan apa pun.


Rayn tidak bisa menerimanya, tetapi harus bisa menerima semua hal itu dengan berlapang dada. Ia tidak bisa menerima apa pun yang dikatakn Reynald, karena perkataan Reynald memang ada benarnya juga.


“Jangan sampai aku marah, Reyn!” bentak Rayn, membuat Reynald merasa kesal mendengarnya.


“Aku ingin lihat, seberapa kuat kau marah! Aku ingin tahu yang sebenarnya!” bentak Reynald, membuat Rayn kesal mendengarnya.


“Baiklah! Aku akan menunjukkannya padamu!” bentak Rayn, merasa sangat terpacu jika ditantang seperti itu.


Rayn mengakhiri teleponnya, lalu segera memandang sinis ke arah Cherry. “Aku muak dengan hal ini!” bentaknya, membuat Cherry merasa kaget dan tak percaya dengan apa yang Rayn katakan padanya.

__ADS_1


“Rayn ... aku bisa menjelaskan,” ujar Cherry.


Rayn yang emosinya masih bergejolak, langsung saja pergi meninggalkan Cherry di sana. Cherry memandang kepergian Rayn dengan derai air mata. Ia tidak menyangka, kejadiannya akan menjadi seperti ini. Ia tidak bisa melakukan apa pun, karena ia merasa tidak sepatutnya ia melakukan hal itu di hadapan Rayn.


“Aku sudah salah, karena sudah melakukan hal ini. Namun, biar bagaimanapun juga, aku merasa tidak ingin melakukan hal yang lebih dari batas,” gumam Cherry, merasa sangat kesal dengan dirinya sendiri pada keadaan ini.


Karena Rayn yang merasa sangat sakit, ia pun pergi dari rumahnya dengan keadaan yang sangat kesal. Ia sudah tidak bisa melakukan apa pun lagi. Seluruh hatinya terasa sangat sakit, tetapi ia tidak bisa menjelaskan apa yang tengah ia rasakan.


“Aku ini kenapa? Aku tidak biasanya seperti ini. Aku tidak bisa melihat Reyn dan juga Cherry melakukan hal manis di hadapanku. Aku tidak mengerti, sebenarnya apa yang aku rasakan?” gumam Rayn, sembari menyetir mobil yang tersedia di garasi.


Karena mobilnya masih dipakai oleh temannya, ia jadi memakai mobil yang seadanya saja. Ketika ia melihat sebuah kunci, ia tidak berpikir panjang, dan langsung pergi dari sana dengan membawa mobil tersebut.


Tiba-tiba saja handphone-nya berdering, membuatnya segera mengangkatnya dengan cepat. “Halo,” sapanya, tanpa melihat siapa yang menghubunginya.


“Halo, Rayn. Ada apa? Apa yang terjadi denganmu?” tanya seorang wanita cantik, yang tak lain adalah Syerlin.


“Aku ingin bertemu denganmu!” ujar Rayn dengan tegas, membuat Cherry bingung mendengarnya.


“Hah? Sekarang?” tanya Cherry.


“Ya! Jangan membuang-buang waktuku, dan cepat temui aku!” bentak Reynald, membuat Syerlin menyanggupi permintaannya.


“Ya, aku akan menemuimu,” ujar Syerlin, membuat Rayn menyunggingkan senyumannya.


“Aku akan mengirimkan lokasi nanti,” ujar Rayn.


“Baiklah,” ujar Syerlin, yang segera mengakhiri sambungan teleponnya.

__ADS_1


Rayn pun menghela napasnya dengan kasar, karena ia merasa sangat kesal saat ini. Cintanya terhadap Syerlin semakin memudar, ketika Reynald berusaha mendekati Cherry kembali seperti itu.


“Maafkan aku, Syerlin. Tapi aku sama sekali sudah tidak mencintaimu. Aku tidak bisa melakukan hal ini, tetapi aku harus membuat Rayn menerima semuanya,” gumam Rayn, membuatnya merasa sangat kesal karenanya.


Karena merasa sudah tidak tahan, Rayn pun segera menemui Syerlin untuk mengatakan hal yang sebenarnya ingin ia katakan padanya.


Rayn pun meluncur ke arah tempat yang ia tentukan untuk bertemu dengan Syerlin. Ketika ia sudah sampai di restoran tersebut, ia segera masuk dan menentukan tempat untuknya duduk.


Dengan sabarnya ia menunggu, membuatnya merasa harus tahan-tahan perasaannya.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya orang yang ditunggu pun datang. Rayn melambaikan tangannya, kemudian Syerlin pun segera menghampirinya.


“Halo, apa kabar, Rayn?” tanya Syerlin, yang sedikit berbasa-basi dengannya.


Rayn memandangnya dengan dalam, “Apa benar kau ingin menikah dengan Reynald?” tanyanya, to the point dengan keadaan.


Syerlin memandangnya dengan sinis, “Ya, aku ingin menikah dengan Reynald. Memangnya apa masalahmu?” tanyanya, membuat Rayn menghela napasnya dengan kasar.


“Apa kau ingi menikah dengannya, atas dasar mencintainya?” tanya Rayn lagi, Syerlin semakin bingung mendengarnya.


“Aku tidak seperti itu dengannya. Tidak ada cinta di antara kami. Itu semua, karena kami ingin membalas semua perlakukan kau dan juga Cherry. Hanya itu saja,” ujar Syerlin dengan gamblang, membuat Rayn merasa kesal mendengarnya.


“Kau harus menikah atas dasar cinta! Jangan sampai kau mengorbankan dirimu sendiri, hanya untuk permasalahan ini! Aku tidak bisa melihatmu seperti ini!” bentak Rayn, merasa kesal dengan apa yang akan Syerlin lakukan itu.


Walaupun rasa cintanya terhadap Syerlin sudah memudar, tetapi bagaimanapun juga Syerlin adalah orang yang pernah ia cintai. Rayn tidak ingin jika Syerlin mengorbankan dirinya untuk sesuatu hal yang sia-sia belaka.


Syerlin memandang sinis, “Apa masalahmu? Aku ingin menikah dengan siapa pun, itu adalah hak aku! Kau tidak bisa melakukan apa pun, untuk menahanku!” bentaknya, membuat Rayn merasa kesal karenanya.

__ADS_1


“Tidak bisa seperti itu, Syerlin! Kau memiliki masa depan yang cerah, sementara masa depanku dengan Cherry sudah berantakan seperti ini. Kau harus benar-benar mencari penggantiku, dan jangan sampai semua hal yang sudah terjadi padaku, harus terjadi lagi padamu dan juga Reynald!” bentak Rayn lagi, membuat Syerlin merasa kesal mendengarnya.


__ADS_2