Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Rasa Khawatir


__ADS_3

Keluarga Cherry berpamitan, ibunya memeluk erat Cherry dan berpesan supaya menjadi anak yang berbakti pada suami apa pun yang terjadi. Juga, ibunya mengingatkan pada Cherry, jika mereka memiliki masalah, selalu ingat akan janji suci mereka, ibunya tidak ingin mendengar kata cerai di antara mereka.


Sungguh permintaan yang sulit, karena saat ini juga Cherry sangat ingin bercerai dengan Rayn dan lari ke pelukan Reyn lagi, lelaki yang memang dicintainya. Namun, semua itu ternyata harus terhalang karena pernikahan aneh ini.


Ia tidak menyangka, semua ini akan terjadi padanya. Ikatan yang membelanggunya saat ini, benar-benar sangat membelenggu. Ia tidak bisa bergerak dengan bebas, dan melakukan apa pun yang menyenangkan hati dan perasaannya.


Seluruh tamu undangan sudah pergi, begitu pula dengan keluarga Cherry. Kini mereka tengah berkumpul di ruang keluaga sesuai janji Papa pada Reyn untuk membahas permasalahan ini.


"Papa sebenarnya sudah merasa lelah saat ini, tapi Papa sudah berjanji untuk membahas permasalahan ini." Papa membuka suara pada percakapan kali ini.


Suasana menjadi sangat serius, karena Papa yang saat ini membuka dengan nada bicara yang serius. Mereka tak bisa berkutik, hanya bisa mendengarkan sebisa yang mereka mampu. Karena, untuk menghalau semuanya, mereka tidak mampu.


"Mama juga, bagaimana jika kita membahasnya besok? Biar pikiran kalian juga dingin. Saat ini Mama yakin pikiran kalian sedang panas, ruwet, dan juga lelah, ya?" ujar Mama, dengan sikap seorang Ibu yang memang memikirkan perasaan anak-anaknya.


"Tidak Ma, Pa. Reyn tidak mau menunda-nunda lagi. Saat ini juga mereka harus berpisah, Reyn tidak mau melihat dan membayangkan mereka berada dalam satu kamar! Sudah cukup mereka melakukan hal itu selama ini, tetapi Reyn tidak ingin mereka sampai melanjutkannya!" ujar Reyn memohon, dengan masih terdengar nada bentakan di dalamnya.


"Tenang saja Reyn, tidak akan terjadi apa-apa. Percaya pada Cherry, sebenarnya Cherry pun ingin mengatakan jika Cherry ingin bercerai dengan Rayn." Akhirnya Cherry berbicara mengutarakan isi hatinya.


Cherry menatap Reyn, rasa cintanya pada Reyn masih melekat meskipun kini dia sudah sah menjadi istri Rayn. Dia tidak akan bisa terus-menerus menjaga rahasia ini, jika suaminya bukanlah Reyn tetapi Rayn, saudara kembarnya.

__ADS_1


Cherry memandang Papa, "Pa, maafkan Cherry ya? Cherry tidak bisa terus-menerus bersandiwara dan merahasiakan semuanya dari publik. Biar bagaimanapun juga, Cherry ingin bahagia bersama Reyn." Cherry memohon padanya, membuat Papa merasa iba mendengarnya.


"Iya, Pah. Reyn juga ingin benar-benar menikah dengan Cherry. Tolong Pa, kabulkan permintaan kami!" Kini Reyn yang memohon pada sang Papa.


Rayn dari tadi hanya berdiam diri, tanpa bisa berkata apa pun. Dia bingung harus berkata apa, memang saat ini dia juga ingin pernikahan dengan Cherry berakhir, karena dia pun telah memiliki wanita yang dicintainya. Namun, saat ini memang tidak bisa. Keadaannya akan menjadi semakin ruwet, ketika memang hal itu benar-benar sampai terjadi.


Jika kekasih Rayn mengetahui permasalahan saat ini, mungkin dia akan sangat marah dan sangat tidak bisa menerima semuanya. Untungnya masalah ini hanya mereka berempat yang mengetahuinya. Bahkan para pembantu yang ada di rumah pun tidak mengetahuinya.


"Papa paham maksudmu, Cherry. Papa mengerti, tapi bisakah kamu bertahan sebentar? Karena apa yang akan orang-orang katakan, jika mereka mengetahui kamu bercerai dalam pernikahan yang sangat singkat ini, demi lari pada pelukan saudara kembar suamimu?" ujar Papa menjelaskan.


"Iya Nak Cherry, orang-orang akan mempertanyakan maksudmu bercerai kemudian menikah lagi dengan Reyn yang mungkin mereka kira itu Rayn," ujar Mama menambahkan. "Pasti ini akan membingungkan semua pihak dan juga keluargamu, bahkan namamu akan tercoreng juga karena bercerai dan menikah lagi dengan saudara iparmu."


Saat ini identitas mereka terbalik, Reyn adalah Rayn dan Rayn merupakan Reyn. Sangat membingungkan, tetapi semua ini sudah terjadi, dan semuanya karena ulah Reyn.


"Ya sudah, mari kita bicarakan permasalahan ini esok hari. Papa yakin kalian juga sudah lelah, Papa mohon pada Cherry, bertahanlah sebentar. Kita pasti akan menemukan jalan keluarnya," pinta Papa, dengan segala rasa ibanya kepada mereka.


Papa mengajak semuanya untuk istirahat dan membahas malah rumit ini. Dia juga akan mencari jalan untuk menyelesaikan semua permasalahan ini, sebelum ia tidur nanti. Hal ini memang harus dipikirkan dengan benar, karena permasalahan ini menyangkut kebahagian mereka, anak-anaknya sendiri.


Tidak hanya untuk Reyn, Rayn, maupun Cherry, tetapi juga untuk kebahagiaan dirinya dan istrinya serta keluarga Cherry. Apa yang akan terjadi juga keluarga Cherry mengetahui, jika yang dinikahi anaknya bukanlah kekasihnya yang sebenarnya?

__ADS_1


Cherry mengangguk kecil, "Baiklah, Cherry mengerti. Cherry pun akan memikirkan ini baik-baik. Cherry duluan ke kamar, Ma, Pa." Cherry pergi meninggalkan mereka dengan perasaan kecewa.


Reyn dan Rayn pun pergi, tetapi mereka akhirnya berbicarakan hal ini juga. Rayn yang dari tadi hanya diam, akhirnya membuka suara.


"Aku juga sebenarnya tidak ingin pernikahan ini terjadi, tapi Papa memaksa. Maafkan aku Reyn." Rayn menjelaskan.


"Kenapa kamu tidak menolaknya? Mungkin semua ini tidak akan terjadi!" ujar Reyn ketus, membalas ucapan adiknya.


"Aku melakukan ini semua, demi nama baik keluarga kita. Coba kamu bayangkan, apa yang akan terjadi pada Papa jika para tamu undangan mengetahui acara pernikahan dibatalkan secara tiba-tiba? Mau ditaruh di mana muka Papa nanti? Kamu boleh saja tidak peduli dengan semuanya. Namun, pikirkanlah kali ini saja perasaan Papa dan Mama," jelas Rayn.


"Aku tahu, sejenak aku egois. Tapi ... aku sangat mencintai Cherry. Kamu tidak boleh sedikit pun menyentuhnya, atau kamu akan tahu akibatnya!" ancam Reyn.


Rayn mengangguk kecil, "Aku mengerti, lagipula aku tidak menyukainya sedikit pun. Aku sudah memiliki kekasih, kamu harus tahu itu. Aku bahkan tidak akan mendekati Cherry, aku janji." Rayn mencoba untuk meyakinkan Reyn.


Akhirnya Reyn bisa tenang, dia tahu jika Rayn akan berada satu kamar dengan Cherry. Dia takut jika Rayn akan melakukan hal-hal yang tidak dia inginkan. Karena dia tahu jika Rayn memang suami sahnya Cherry, sehingga dia memiliki hak untuk menyentuh Cherry.


Namun setelah Rayn memberikan penjelasan dan meyakinkannya, kini Reyn merasa tenang.


‘Aku ingin menemui Cherry, menggenggam tangannya, memeluknya, dan menciumnya. Aku sungguh merindukannya. Dia pasti sangat sedih saat ini, dia tidak bisa berbuat apa pun. Aku salah, ya, ini semua kesalahanku. Maafkan aku sayangku, Cherry,’ batin Reyn sambil menatap kamar di mana Cherry berada.

__ADS_1


__ADS_2