
Cherry melenguh bangun, mama yang sadar langsung menghapiri Cherry.
“Kalian di sini dulu, tenangkan diri. Jangan muncul di depan Cherry dalam keadaan begini” Papa menegus saat melihat Reyn berdiri. Setelahnya Papa berlalu menghampiri Cherry dan Mama.
“Kamu sudah menikah Rayn?” Syerlin bertanya setelah lama mereka terdiam. Dari banyak makian yang terbenam di benaknya, dia hanya bertanya perihal menikah.
“Iya.” bukan Rayn yang menjawab, tapi Reyn. “Yang dia nikahin calon gue,” lanjut Reyn.
Syerlin tentu terkejut, “Kamu ..” tunjuknya pada Rayn. “Aku kira kamu setia, tapi kamu juga bajingan.” akhirnya Syerlin mengumpat di depan wajah Rayn. Ia geram, ternyata lelaki yang ia cinta dan harapkan malah sudah menikah, dan akan punya anak. Yang ia tak paham, kenapa harus dengan calon saudaranya sendiri?
Syerlin beranjak dari ruangan meriah tas dan berkata pelan, “Kita benar-benar selesai Rayn.” katanya sambil menyerhkan gelang yang dipakai untuk melamarnya waktu itu. Memang belum lamaran resmi, tapi bolehkan ia berharap.
Rayn masih diam saja. Ia masih berusaha mengurai semua benang yang kusut jadi lurus kembali. Belum selesai masalah perceraian, malah Cherry hamil anaknya. Jadi bagaimana dengan kelanjutan kisah mereka.
Rayn masih berpikir, kalau ia lanjutkan, artinya dia egois. Tapi kalau ia lepaskan, sama saja ia suami dan ayah yang jahat. Kan anak mereka gak berdosa, hadir di tengah keluarga yang sah.
“Kalian ke sini.” Papa berseru dari seberang ruangan.
Reyn dan Rayn datang bersamaan. Cherry tentu terkejut dengan penampilan keduanya, Wajahnya penuh lebam. Tapi lebih banyak di wajah Rayn. Sekuat apapun ia mencoba menahan, nyatanya rindu pada Rayn lebih besar daripada Reyn. Padahal ia baru bersama Rayn dua hari. Cherry meneteskan air mata.
Lalu Cherry berkata, “Aku boleh minta peluk?” tanyanya. Reyn datang menghampiri, tapi berhenti setelah mendengar Cherry melanjutkan. “Bukan kamu Re, aku mau di peluk Rayn,'' katanya malu-malu.
Semesta sepertinya sedang berpihak pada Rayn. Ternyata anak yang ada dikandungan Cherry memilihnya sebagai ayah.
“Ya sudah kalian tidak usah bercerai.”
__ADS_1
Mereka semua terkejut. Lebih lagi Cherry, masak iya gara-gara hamil dan minta peluk cerai mereka tidak jadi.
“Maaf Pa, Cherry masih ingin berpisah.” Cherry menolak lalu melepaskan pelukan Rayn yang nyaman.
Ahh Rayn salah, anaknya dan semesta mendukung, tetapi istrinya menolak. Tapi bolehkan kalau Rayn egois?
Beberapa hari di rumah sakit membuat Cherry jenuh. Kegiatannya beberapa hari ini hanya nonton youtube, main game, makan, dan makan terus. Kata dokter ia harus banyak makan, jadi mama mertua dengan senang hati menyiapkan segala makanan. Bahkan mama nya sendiri tidak seheboh itu.
Sebenarnya Cherry kalau sedang sakit hanya butuh istirahat. Tapi sekarang dia berdua, jadi harus memperhatikan kesehatannya secara ekstra.
"Kamu mau makan apa?" Rayn lagi-lagi bertanya. Padahal sudah banyak sekali yang ditawarkan kepada Cherry.
"Gak mau, kamu pulang aja," jawabnya ketus.
Rayn tidak peduli dengan penolakan berkali-kali dari sang istri. Ia sekarang sudah sadar, kalau Cherry punya tempat yang spesial di hatinya. Ternyata jatuh cinta hanya butuh waktu dua hari untuk Rayn. Dua hari yang mengalahkan perasaannya pada Syerlin.
"Kamu mau keluar?" Rayn bertanya karena melihat Cherry yang terus menghela nafas.
Rayn tau kok kalau Cherry itu bosan, dari gelagatnya saja ibu muda itu sudah kentara. Dari tadi hanya berganti dari vlog satu ke vlog lainnya.
Ah gengsi. Cherry malu mau menjawab iya. Kan dari tadi dia sudah menolak tawaran Rayn. Sungguh ia bukan bermaksud demikian. Cherry gengsi karena ia masih marah pada Rayn. Bohong kalau dia lupa semua kejadian malam itu. Ia juga sudah tahu kalau Rayn sudah melamar Syerlin.
Beberapa malam bersama Mama ia jadi tahu semua hal tentang Rayn. Suaminya itu ternyata diam-diam sama kartun Jepang, Rayn wibu kelas berat, tapi tidak tampak seperti wibu. Malah ia kira kalau Rayn lebih suka menonton reality show dari barat daripada kartun Jepang.
Rayn itu jahilnya gak ketulungan. Kalau Reyn pendiam, Rayn banyak tingkah. Bahkan dulu pas SMA dia ketahuan ikut balap liar, jadi semua fasilitas ditahan oleh Papa. Rayn terpaksa harus diantar jemput sopir atau bersama Reyn.
__ADS_1
"Ayo kita keluar!'' Rayn mendekati Cherry sambil mendorong kursi roda.
Belum sampai dirinya di hadapan Cherry, pintu terbuka. Wajah kusut Reyn muncul.
"Sayang, aku bawa soto kesukaan kamu." Reyn berkata sambil menunjukan semangkuk soto. Ia mendekat ke arah Cherry yang membuat Rayn menyingkir mundur.
Dihadapan Cherry, Reyn membuka bungkus soto, baunya menguar nikmat dan menggugah rasa lapar.
Tapi Cherry tidak merasakannya. Ia justru merasa mual dan muntah. Untung Rayn yang sudah terbiasa dengan kondisi baru Cherry, langsung sigap menyiapkan tempat untuk muntah. Rayn tanpa sungkan dan jijik mengurut tengkuk Cherry. Sedangkan Reyn yang baru sadar dari terkejutnya. Ia juga turut membantu mengurut Cherry, dan mengambil tisu.
Tapi yang membuat ia terkejut kembali adalah penolakan Cherry. Tangan Cherry menepis tanga Reyn, dan mengambil tisu. Ia membersihkan mulutnya sendiri. Reyn sangat terkejut. Apakah ada yang salah dengan dirinya? Sedangkan Rayn, Cherry tak menolak sama sekali, bahkan saat Rayn menyodorkan segelas air putih, Cherry menerimanya.
"Terimakasih," kata Cherry setelah selesai minum. "Maaf Re, kamu bisa menjauh dikit dari aku?" pintanya dengan nada memelas.
Ia sungguh lemas dengan periode awal ini. Muntah tanpa aba-aba, belum lagi ia mudah bosan, tapi semuanya berhasil ia pendam beberapa hari kebelakang. Namun hari ini pertahanannya runtuh hanya Reyn datang berkunjung.
"Kenapa sayang?" Reyn bertanya heran dan tak lupa menyematkan kata sayang. Setidaknya ia akan terus berusaha membuat Cherry kembali padanya. Katakanlah kalau ia saat ini sedikit culas.
"Kamu bau." Rayn sontak tertawa mendengar jawaban Cherry. Padahal yang ia tau Reyn itu rajin, mandi teratur dan selalu pergi membawa parfum dan body lotion yang ia letakkan di dashboard mobil.
"Ha?" Hanya itu yang keluae dari mulut Reyn. Dan perkataan Chery berikutnya membuat jantung Reyn hampir melompat.
"Sayang, aku boleh keluar, aku pengen jalan-jalan terus makan rujak di taman" kata Cherry sambil menatap Rayn.
"Oh oo ... Oke,'' Rayn juga kaget, tapi ia langsung menuruti semua keinginan Cherry.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....