
“Kau terlalu ikut campur! Kenapa? Apa kau tidak rela aku menikah dengan Reynald? Apa kau merasa cemburu akan hal itu? Huh sudah terlambat untuk melakukan hal itu!” bentak Syerlin, membuat Rayn merasa kesal mendengarnya.
“Aku sama sekali tidak ada rasa cemburu tehadapmu. Aku hanya tidak ingin jika kau menikahi orang yang salah. Aku tidak bisa melakukan hal itu, karena biar bagaimanapun juga, kau adalah orang yang pernah aku cintai!” ujar Rayn, berusaha untuk mengatakan hal yang sebenarnya terhadap Syerlin.
Karena Syerlin tidak memercayainya, ia merasa apa yang Rayn katakan adalah sebuah kebohongan. Ia tidak tahu maksud Rayn yang sebenarnya, tetapi ia merasa bahwa Rayn melakukan hal itu memiliki maksud dan tujuan tertentu.
“Aku tidak mengerti apa yang kau inginkan, Rayn! Aku bingung, kenapa kau menyakiti aku, sementara di sisi lain aku tidak bisa melakukan apa yang aku inginkan?” tanya Syerlin, merasa kesal sekali mendengarnya.
Rayn memandang ke arah Syerlin dengan dalam. “Aku akan membiarkanmu melakukan apa pun yang kau inginkan, asalkan jangan menikahi Reynald. Dia bukan orang yang tepat untukmu! Dia ingin menikah denganmu, karena dia ingin balas dendam kepadaku dan juga Cherry. Dia sama sekali tidak mencintaimu,” ujarnya, membuat Syerlin memandangnya dengan sinis.
“Ya, kalau seperti itu, memangnya kenapa? Biarkan saja semesta bekerja. Kau sudah menikahi Cherry, sementara aku akan menikah dengan Reynald. Walaupun kita sama-sama tersakiti nantinya, aku pikir itu hal yang cukup adil. Biarkan aku menanggung rasa sakit hatiku, sama seperti kau yang menanggung rasa sakitmu itu!” ujar Syerlin, membuat Rayn merasa terkejut dengan apa yang Syerlin katakan.
Matanya mendelik, “Apa? Apa aku tidak salah dengar? Kenapa kau melakukan hal yang menyakiti dirimu sendiri?” tanya Rayn, tak percaya dengan apa yang Syerlin katakan.
“Lantas apa bedanya denganmu? Kau juga melakukan hal yang menyakiti dirimu sendiri, bukan? Apa aku salah?” tanya Syerlin, membuat Rayn merasa sangat kaget mendengarnya.
Lagi-lagi apa yang Rayn katakan selalu berbalik pada dirinya sendiri. Ia sama sekali tidak bisa melakukan apa pun lagi, dan hanya bisa diam mendengarnya. Keadaan pun menjadi sangat rancu, membuat Rayn merasa tidak ada yang perlu dilakukan lagi, antara mereka.
“Jangan sampai hal buruk terjadi padamu, aku sudah peringatkan,” ujar Rayn, yang lalu segera pergi meninggalkan Syerlin di sana.
Niat hati ingin menggagalkan rencana pernikahan antara Reynald dan Syerlin, ternyata ia tidak bisa menembus melalui jalur itu. Ia merasa kesal, karena ternyata Syerlin tidak bisa menerima masukan apa pun dari Rayn.
__ADS_1
Dengan keadaan yang kesal, Rayn kembali lagi pulang ke rumahnya, untuk mengatakan hal tersebut kepada Reynald. Jika ia tidak bisa melakukannya dari arah Syerlin, ia harus bisa melakukannya dari arah Reynald.
Setelah sampai di rumah, ia segera masuk ke dalam ruangan kamar Reynald. Di sana, Reynald sedang bersiap-siap, untuk menghadiri pertemuan itu dengan Cherry.
Namun, Rayn masih saja penasaran, dan ia segera masuk untuk menemui Reynald secepatnya. Benar saja, Reynald baru saja selesai mengancing kemejanya. Ia memandang sinis ke arah Rayn, yang saat ini sedang berjalan masuk ke dalam ruangan kamarnya.
“Mau apa kau ke sini?” tanya sinis Reynald, membuat Rayn memandangnya dengan sinis.
“Aku ingin bicara denganmu!” bentak Rayn, membuat Reynald penasaran dengan apa yang akan Rayn bicarakan dengannya.
“Apa yang akan kau bicarakan denganku?” tanya sinis Reynald, yang merasa tidak ingin membuang-buang waktunya di hadapan Rayn.
“Aku ingin bicarakan soal Cherry dan juga Syerlin!” jawab sinis Rayn, membuat Reynald memandangnya dengan sinis.
“Jangan buang-buang waktuku,” ujar Reynald kesal, membuat Rayn merasa sangat kesal.
“Aku juga tidak ingin membuang-buang waktuku untuk berbicara denganmu!” bentak Rayn, gemas mendengar ucapan Reynald itu.
“Ada apa dengan Cherry dan juga Syerlin?” tanya Reynald, yang sebenarnya juga penasaran dengan apa yang ingin Rayn katakan.
“Jangan pernah berharap bisa menikahi Syerlin! Jangan pernah berpikir bisa menikah dengannya!” bentak Rayn, kesal dengan keadaan yang saat ini ia hadapi.
__ADS_1
Reynald memandangnya dengan sinis, beserta senyuman yang menyungging. “Aku tidak mengerti dengan maksudmu. Apa yang kau maksud jangan pernah berharap untuk menikah dengan Syerlin?” tanyanya, Rayn semakin geram mendengarnya.
“Jangan pernah menyentuh Syerlin! Aku tidak akan menerimanya, jika kau melakukannya!” bentak Rayn, yang seperti kebakaran jenggot.
“Ada apa? Kenapa aku tidak bisa melakukannya? Kenapa kau juga tidak bisa menerimanya? Jelaskan padaku!” suruh Reynald, yang malah mengatakan hal seperti itu padanya.
“Aku tidak bisa membiarkan semua itu terjadi!” geram Rayn, Reynald kembali menyunggingkan senyumannya.
“Tidak bisa membiarkan hal itu? Jangan mimpi kau!” bentak Reynald. “Mau bagaimanapun kau melarang, aku akan tetap menikah dengan Syerlin! Aku harus bisa mendapatkannya, dan membuat kau menderita karena perasaanmu terhadap Syerlin!” ujarnya.
Rayn sejenak terdiam, ia memandang sinis ke arah Reynald, yang sudah mengatakan hal itu di hadapannya. Ia tidak menyangka, kalau ternyata Rayn sudah melakukan hal yang di luar dari batasannya.
“Kau sudah lebih dari batas, Rayn. Kau tidak bisa seenaknya melakukan hal itu. Kau sudah mengambil Cherry, dan sudah menikah dengan Cherry. Kau tidak bisa melarangku untuk menikah dengan Syerlin! Apa pun alasanny!” bentak Reynald, membuat Rayn memandangnya dengan datar.
Memang benar apa yang Reynald katakan. Ia tidak bisa melakukan apa pun saat ini, karena ia sudah terikat pernikahan dengan Cherry. Ia tidak bisa menghentikan Reynald, karena ia menyadari dirinya yang suah tidak bisa berkutik lagi sekarang.
Karena sudah tidak bisa melakukan apa pun, Rayn pun pergi dari sana tanpa sepatah kata pun. Ia tidak bisa mengatakan apa pun lagi, dan hanya pergi begitu saja.
Rayn masuk ke dalam kamarnya, yang ternyata saat ini Cherry sedang tertidur dengan lelapnya. Ketika ia melihat Cherry tertidur dengan lelapnya, langkahnya pun terhenti dan menutup pintu dengan perlahan. Ia tidak bisa membangunkan Cherry, karena ia tidak ingin mengganggu tidurnya Cherry.
‘Jangan sampai Cherry terganggu,’ batin Rayn, yang merasa tidak bisa melakukan hal itu.
__ADS_1
Rayn pun duduk di pinggir ranjang. Ia membuka jas hitamnya, kemudian segera membaringkan dirinya di samping Cherry. Ia tidak menyangka, Cherry akan tertidur pulas secepat itu.
Memang pada dasarnya, wanita yang sedang hamil, pasti akan terasa sangat lelah dari biasanya. Ia akan lebih sering tertidur, karena ia harus menyesuaikan diri dengan keadaan perutnya yang kian hari akan bertambah besar dengan sendirinya.