Kepentok Cinta Kembaran CEO

Kepentok Cinta Kembaran CEO
Cemburu


__ADS_3

Pagi sudah menyapa, namun ke dua makhluk yang note nya sebagai suami isteri itu masih meringkuk di selimut tebalnya. Wanita muda yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu itu tampak memeluk erat suaminya, dan suaminya juga membalas dekapan isterinya.


Tak berapa lama, Rayn membuka mata dan tersenyum melihat istrinya yang masih terlelap. Ia mengeratkan pelukannya dan berusaha memberikan kenyamanan pada Cherry.


"Bagaimana kamu bisa cantik walau sedang tidur?" bisiknya sambil mengelus tangan merapikan rambut gadis itu.


Cherry menggeliat dan membuka mata. Anehnya ia malah tersenyum melihat Rayn yang memeluknya seolah bukan dia yang tempo hari mengatakan kalau ia tak akan pernah bisa jatuh cinta pada kembaran orang yang ia cintai ini.


"Kamu baik-baik saja?" kata Rayn mengusap rambut Cherry.


"Em."


Wanita itu merasakan sedikit keram di perutnya, namun ia merasa sangat nyaman dalam pelukan Rayn. Ia tau terkadang ia memang suka marah tanpa sebab pada Rayn, namun ada kalanya ia lebih tunduk pada lelakinya itu.


"Aku merasa sangat sakit.'' keluhnya.


Rayn mendadak panik dan ingin segera bangkit, namun ia ditahan oleh pelukan Cherry. Akhirnya ia mengalah dan berbaring kembali.


"Bagian mana yang sakit, sayang?'' tanya Rayn.


Cherry tersenyum dan meraih tangan Rayn memegang perutnya. "Di sini." jawab Cherry.


Rayn semakin mengembangkan senyumannya dan mengelus perut Cherry yang tengah berisi buah hatinya. Yah, ini adalah salah satu alasan kenapa ia memutuskan melupakan Syerlin dan menerima Cherry sebagai isterinya meskipun masih ada sedikit celah yang sulit ia tutup untuk masa depan mereka nantinya.


"Sayang, kamu jangan nakal yah. Kasian Mama." bisiknya lembut dengan bibir yang kian tersenyum.


Cherry mengelus kepala Rayn dan membiarkan ayah dari janin yang dikandungnya bermain dengan anaknya sendiri. Yah, rasanya sangat nyaman melebihi semuanya termasuk kenangan manisnya bersama Reyn.


"Kamu mau belikan aku sesuatu?" tanya Cherry.

__ADS_1


''Sayang, aku bawa soto kesukaan kamu." Reyn berkata sambil menunjukan semangkuk soto. Ia mendekat ke arah Cherry yang membuat Rayn menyingkir mundur.


Dihadapan Cherry, Reyn membuka bungkus soto, baunya menguar nikmat dan menggugah rasa lapar. Tapi Cherry tidak merasakannya. Ia justru merasa mual dan muntah. Untung Rayn yang sudah terbiasa dengan kondisi baru Cherry, langsung sigap menyiapkan tempat untuk muntah. Rayn tanpa sungkan dan jijik mengurut tengkuk Cherry. Sedangkan Reyn yang baru sadar dari terkejutnya. Ia juga turut membantu mengurut Cherry, dan mengambil tisu.


Tapi yang membuat ia terkejut kembali adalah penolakan Cherry. Tangan Cherry menepis tangan Reyn, dan mengambil tisu. Ia membersihkan mulutnya sendiri. Reyn sangat terkejut. Apakah ada yang salah dengan dirinya? Sedangkan Rayn, Cherry tak menolak sama sekali, bahkan saat Rayn menyodorkan segelas air putih, Cherry menerimanya.


"Terimakasih," kata Cherry setelah selesai minum.


"Maaf Re, kamu bisa menjauh dikit dari aku!'' pintanya dengan nada memelas.


Ia sungguh lemas dengan periode awal ini. Muntah tanpa aba-aba, belum lagi ia mudah bosan, tapi semuanya berhasil ia pendam beberapa hari kebelakang. Namun hari ini pertahanannya runtuh hanya Reyn datang berkunjug.


"Kenapa sayang?" Reyn bertanya heran dan tak lupa menyematkan kata sayang.


Setidaknya ia akan terus berusaha membuat Cherry kembali padanya. Katakanlah kalau ia saat ini sedikit culas.


"Hah?" Hanya itu yang keluar dari mulut Reyn. Dan perkataan Chery berikutnya membuat jantung Reyn hampir melompat.


"Sayang, aku boleh keluar, aku pengen jalan-jalan terus makan rujak di taman," kata Cherry sambil menatap Rayn.


"Oh oo ... Oke." Rayn juga kaget, tapi ia langsung menuruti semua keinginan Cherry.


Sepertinya semesta sedang berpihak padanya. Hanya jalan-jalan keluar dan makan rujak di taman, tentu ia sanggup. Bahkan kalau Cherry meminta buah yang belum musimnya, Rayn akan menyanggupi permintaannya.


Sepertinya ia sudah bucin pada Cherry. Dia juga tidak mau melewatkan setiap moment bersama Cherry. Yang jelas Rayn mau menghabiskan waktu untuk istri dan anaknya, ia ingin menikmati peran pertama kali sebagai ayah dan suami siaga.


Mereka keluar ruangan lalu meninggalkan Reyn.


Dua insan yang terlihat bahagia itu tak peduli pada Reyn yang menantap mereka merana. Tapi hanya Rayn yang tampak senang, Cherry masih berwajah datar dan muram.

__ADS_1


Ibu muda itu juga bingung dengan tingkahnya sendiri. Bagaimana bisa ia memanggil Rayn dengan sayang dan mengusir Reyn.


Tapi ia akan mencoba bodo amat, dirinya teramat ingin keluar dan makan rujak di taman.


"Enak?" Rayn bertanya saat Cherry tengah menikmati sepotong buah mangga. Ia hanya bergidik saat Cherry makan tanpa merasa asam.


"Hmm ..." Cherry hanya menjawab dengan gumaman karena sedang makan, kemudian ia melanjutkan "Kamu mau?" tanyanya menyodorkan sepotong mangga.


Rayn menerimanya, ternyata tidak buruk. Rasanya sangat enak dan lembut di mulut. Ah ternyata ia juga ngidam.


Kebahagiaan mereka tampaknya lengkap namun tanpa mereka sadari ada sosok Rayn dan juga Syerlin yang terpaku penuh dengan rasa cemburu. Yah, mereka berdua tanpa sengaja melihat adegan itu dan mulai kesulitan menghembuskan nafas.


"Apa mereka sudah gila?" kata Sterlin melipat tangan di depan dada.


Sementara itu, Reyn terdiam dengan wajah memerah dan tangan dikepal. Bagaimana tidak, Rayn telah mengingkari janjinya padanya.


"Kamu lihat kalau _"


"Bisa diam ngga? Kamu buat aku muak." kata Reyn menghembus nafas kasar dan keras dan pergi begitu saja bersama rasa cemburunya.


Syerlin menghela nafas panjang. Ia sadar kini kalau Rayn dan Reyn adalah sosok yang berbeda meskipun mereka mirip satu sama lain.


"Apa yang sedang terjadi dengan mereka?" katanya pada diri sendiri.


Saat ini yang dirasakan Syerlin bukan rasa cemburu, melainkan dendam yang mungkin akan merasuki tubuhnya. Yah, ia mulai memikirkan cara terbaik untuk menyingkirkan Cherry dan anaknya kelak. Ia punya prinsip kalau bukan dia yang memiliki Rayn, maka siapapun tidak berhak.


"Aku akan membuat kamu membayar apa yang telah kamu lakukan padaku." Katanya bertekad.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2