
"Papa tenang saja, Karna Ryan sudah menyiapkan rencana untuk memberikan pelajaran pada Bianca dan juga pak Sanjaya. Karna dia yang sudah membayar Bianca akan hal ini" terang Aryan sembari menatap pada sang papa.
Kening Alberto sedikit mengerut saat mendengar nama Sanjaya."Apa! Sanjaya?" ujarnya pada Aryan.
"Ya, Pa. Pemilik perusahaan PT SEJAHTERA"
"Pantas saja selama ini Pratama Group selalu saja kalah tender saat bersaing dengan perusahaan itu, Ternyata ini penyebabnya" balas Alberto
Selama ini memang Pratama group selalu kalah tender saat bersaing dengan Pt Sejahtera. Ternyata ini semua adalah ulah Bianca yang menjadi mata-mata sekaligus wanita simpanan owner Pt Sejahtera.
Sejak tadi Liana dan juga Mika hanya diam tak ikut berkomentar. Kedua wanita itu sibuk dengan pembicaraannya sendiri. Pembicaraan soal pelajaran yang tepat untuk seorang Aryan Alberto pratama. Atas apa yang sudah dia lakukan selama ini terhadap Mika.
Mereka berdua berbicara sambil sesekali melirik pada Aryan yang terlihat sedang fokus berbicara dengan sang papa. Sehingga membuat Liana serta Mika memiliki banyak waktu untuk membicarakan perihal pelajaran untuk Aryan.
Liana mengecilkan Volume bicaranya, Wanita paruh baya itu melirik pada Aryan serta Alberto secara bergantian.
__ADS_1
"Oh iya, Sayang. Kenapa kamu bisa tau kalau saat jaman SMP Aryan itu di panggil Tama?" tanya Liana sembari menatap pada Mika.
Mika terdiam sejenak. Gadis itu menatap pada Aryan lalu membuang nafas pelan sebelum akhirnya menceritakan semuanya pada sang mama mertua. Mika juga bercerita jika dia adalah wanita yang dulu pernah Tama ada di dalam hati seorang Tama. Si pria culun.
Liana mengangguk paham"Jadi kamu adalah Eyla, Gadis yang dulu sering Aryan ceritakan saat masih jaman smp? Bahkan Arya juga sempat menolak keras saat mama dan papa memintanya untuk pindah sekolah ke jakarta karna takut tidak bisa melihatmu, Sayang" terang Liana pada Mika.
Waktu itu memang Aryan sangat menolak keras saat kedua orang tuanya meminta Aryan untuk pindah sekolah ke jakarta. Karna memang saat itu usaha Alberto di jakarta sedang naik. Sehingga mau tidak mau Aryan harus ikut serta mereka berdua.
Biarpun awalnya Aryan menolak, Pria itu tiba-tiba saja berubah pikiran setelah kesalah pahaman yang terjadi di sekolah. Bahkan Aryan merasa tidak punya muka lagi saat banyak siswa yang menjadi saksi kejadian memalukan.
Aryan pindah sekolah di jakarta dengan nama panggilan serta penampilan yang berbeda. Tidak ada lagi Aryan culun yang bisa dimanfaatkan semua teman-temannya. Aryan berubah menjadi pria tampan dengan wajah dingin serta irit bicara.
Namun siapa sangka, Saat Aryan sudah masuk sekolah SMA, Dia kembali harus di pertemukan dengan sosok gadis yang sudah pernah mematahkan hatinya. Beruntung karna gadis itu sama sekali tidak mengenalinya. Sehingga dengan mudahnya Aryan membalaskan rasa kecewa serta luka yang pernah dia rasakan di masa lalu pada Mika.
Awalnya Aryan sudah mengira jika Hatinya sudah tidak lagi untuk gadis yang dulu sering dia panggil dengan sebutan Eyla. Namun, Nyatanya Aryan salah besar. Bahkan dia masih merasa luka saat melihat Mika dekat dengan pria lain. Sehingga membuat Aryan berakhir mabuk di bar dan membuatnya bertemu dengan seorang wanita yang tak lain adalah Bianca. .
__ADS_1
"Iya, Ma. Mika adalah Eyla, Teman Tama atau mas Aryan saat masih jama smp"
"Bahkan saat itu mas Aryan pergi dengan kesalahpahaman. Karna sebenarnya saat itu Mika-" perkataan Mika terhenti saat terdengar suara bel pintu berbunyi.
Ting tong....
"Sepertinya ada tamu ma" ujar Mika sembari menoleh ke arah pintu utama.
"Iya sayang. Biar mama buka"
"Tidak usah, Ma. Biar Mika saja yang buka pintu"
Liana mengangguk. Wanita paruh baya itu membiarkan Mika yang membuka pintu dan melihat siapa tamu yang datang malam-malam seperti ini.
"Maaf cari siapa?" tanya Mika setelah membuka pintu
__ADS_1
Pria yang sejak tadi menunggu akhirnya membalikkan tubuhnya saat mendengar suara itu.