Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Atmaja Family


__ADS_3

Ana dan Erdin yang mendengar perkataan Mika hanya bisa menatapnya. Dari kedua sorot mata gadis itu merek berdua bisa membaca bahwa Mika masih sangat mencintai sosok Aryan. Namun saat teringat akan perlakuan Aryan yang Erdin ketahui selama ini, mungkin memang sebaiknya jika Mika pergi dari kehidupan Aryan. Memulai hidup nya yang baru dengan cinta yang baru. Itulah yang Erdin harapkan.


Sebagai seorang kakak tentu saja Erdin ingin melihat adiknya bahagia. Bukan malah sebaliknya. Terlebih saat teringat bagaimana perlakuan Aryan terhadap istrinya selama ini.


"memang sudah sebaiknya kamu pergi dari kehidupan Aryan, Mika. Karna kamu berhak bahagia. Dan kebahagiaanmu bukan sama dia" batin Erdin sembari melirik Mika dari kaca spion.


Saat masih di tengah perjalanan, ponsel Mika berdering. Ada sebuah panggilan masuk yang ternyata dari Adrian. melihat nama itu, Mika segera mengusap tombol hijau dilayar ponselnya.


📱:Halo, kak. Ada apa?


📱:Halo, Mika. Maaf ya hari ini aku gak bisa masuk kerja. soalnya tiba-tiba saja mamaku minta buat aku menemaninya dirumah sakit. Tadi aku juga sudah bilang sama Marvin. Kamu mau kan gantikan siff kerja ku siang ini?


📱: Oh iya gak papa kak. Semoga saja mama nya segera sembuh ya. Kalau hanya masalah gantiin siff, mika bisa kok. Hari ini aku juga kebetulan tidak ada jadwal kuliah


📱:baiklah, terimakasih


Setelah itu sambungan telponnya terputus. Mika hanya menatap layar ponselnya sebentar. Melihat foto profil Adrian yang begitu mirip dengan Aryan.


Ana yang tadi mendengar saat Mika mengatakan jika hari ini tidak ada jadwal kuliah membuat gadis itu kembali menatap Mika. "kamu kuliah?" tanya Ana


Mika mengangguk. Memang setelah dua hari di kota Milan, Mika sudah memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di kota ini. Gadis itu memutuskan untuk mengambil jurusan bisnis.


"iya, Ana. Aku sudah memutuskan untuk bisa menjadi orang sukses dengan hasil kerja kerasku sendiri. Aku harus bisa berdiri di atas kakiku sendiri. Karna aku tidak mau jika harus terus-terusan bergantung sama orang lain. Oleh karena itu aku harus bisa sukses" balas Mika mantap.


Memang apa yang dikatakan olehnya benar, untuk saat ini tidak ada yang bisa Mika andalkan kecuali dirinya sendiri. Oleh karena itu dia harus bisa memulai hidup barunya serta memperjuangkan masa depannya sendiri. Beruntung karna Mika bisa mendapat beasiswa di salah satu kampus ternama atas bantuan dari Adrian. setelah mengikuti tes seleksi dua hari yang lalu, akhirnya Mika bisa mendapat kabar hari itu juga jika dia berhak mendapat beasiswa dan kuliah di sana.


"Aku hanya bisa bantu doa, Mika. Semoga saja hidupmu lebih baik setelah pergi dari kehidupan Aryan" Ana menatap kedua bola mata Mika lalu memeluknya. Memberikan kekuatan atas apa yang saat ini Mika hadapi. Karna tidak mudah memulai hidup baru di negri orang apalagi tanpa dampingan orang tua.


Kedua mata Mika yang sejak tadi berusaha menahan agar airnya tidak tumpah akhirnya terjatuh saat itu juga. Rasa sesak di dadanya sudah tak kuat lagi. Sehingga Mika membiarkan air mata itu terjatuh. Berpura-pura kuat di depan Ana ternyata tak semudah yang dia pikirkan.

__ADS_1


Ana yang melihat Mika seperti itu semakin mengeratkan pelukannya"menangislah jika memnag itu bisa membuat mu lega, Mika. Aku tau ini berat, tapi aku percaya jika kamu bisa melewatinya. Dan aku yakin jika suatu saat nanti kamu akan bisa mendapatkan kebahagian yang lebih dari pada yang kamu harapkan"


Ana semakin mengeratkan pelukannya serta mengusap punggung Mika. Erdin yang sejak tadi memperhatikan dari kaca spion entah kenapa tanpa sadar mengagumi sosok Ana. "ternyata dia baik juga" batin Erdin sambil menatap pada Ana yang kini masih memeluk Mika.


"ngalain lo liatin gue. awas jatuh cinta, Secara kan gue cantik?" gumam Ana yang seketika membuat Erdin tersadar.


Mendengar itu membuat Erdin menggelengkan kepalanya"Amit-amit jabang bayikk, gak akan pernah gue jatuh cinta sama perempuan yang model nya gak jelas kayak loe" balas Erdin pada Ana.


Ana yang gak terima langsung memukul kepala Erdin dengan menggunakan syal yang ada di tangannya"kebiasaan kalau ngomong gak disaring dulu. Emangnya lo pikir gue mau gitu sama cowok yang umurnya sudah om-om seperti lo. Ogah"


"Enak aja bilang gue om-om. Umur kita itu hanya selisih enam tahun. Jadi jangan sok kemudaan. Lo sendiri sudah seperti tante-tante" balas Erdin yang tak mau kalah.


Melihat kelakukan mereka berdua membuat Mika mengulum bibirnya. "kalian itu seperti kucing sama tikus. Hati-hati, karna cinta sama benci itu hanya beda tipis" kata Mika yang seketika membuat mereka berdua menatapnya. Bahkan Erdin sampai menghentikan mobilnya.


**


Di tempat lain, terlihat seorang pria tua tengah menatap pada kedua pria yang ada di hadapannya.


Kedua pria itu mengangguk cepat dengan penuh keyakinan"kami berdua yakin, tuan. Setelah hampir lima tahun kami mencari informasi tentang anak itu, akhirnya kami berdua bisa mendapatkan bukti besar yang menyatakan jika memang dia adalah anak Madinah" terang salah satu dari mereka.


Mereka mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan sesuatu yang berhasil membuat air mata Atmaja jatuh"kalung yang dipake anak ini memang kalung Madinah. Ini simbol dari keluarga Atmaja"


Pria yang bernama Atmaja terus menatap foto Mika yang menggunakan kalung dengan liontin "Af" yang memiliki arti "Atmaja Family" dan kalung itu hanya Madinah serta sang istri yang memiliki.


"Dimana dia sekarang?" tanya Atmaja sambari menatap kedua anak buahnya.


"Gadis itu ada di kota ini, Tuan. Dan sangat kebetulan sekali karna dia kuliah di kampus AF"


"Apa! Gadis itu kuliah di AF?"

__ADS_1


"benar, tuan. Namanya Mikhayla Azzahra"


Tanpa membalas perkataan dari anak buahnya, tuan Atmaja langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi dekan kampus. Dan tak butuh waktu lama, orang di ujung telpon sudah menjawab panggilannya.


📱:Halo, Tuan. Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?


📱:selamat siang, pak Bambang. Saya mau tanya, apa di kampus AF ada siswi yang bernama Mikhayla Azzahra?


📱:Ada, tuan. Dia salah satu penerima beasiswa tahun ini yang lulus seleksi dua hari yang lalu


📱:apa kamu tau dimana tempat tinggalnya?


📱:Tau, tuan. memangnya ada apa ya?


📱:kirim alamatnya sama saya, karna saya ada perlu dengan anak itu


Tut....tut...tut. .


Sambungan telponnya pun langsung diputus oleh Atmaja. Saat mendengar jika anak Madinah ada di kota Milan membuatnya begitu antusias ingin menemui anak dari Madinah.


Dttt....Dttt


[ Jalan kenangan nomor lima belas ]


Setelah membaca pesan dari pak Bambang, Tuan Atmaja langsung mengajak anak buahnya dan meminta mereka untuk mengantar ke alamat tersebut.


Di tengah perjalanan jantung tuan Atmaja berdetak cepat. Setelah beberapa tahun yang lalu mendapat kabar jika Madinah meninggal membuatnya sangat sedih. Namun saat mendengar jika Madinah memiliki anak perempuan membuat pria paruh baya itu ingin mencari anak dari Madinah.


Tok...Tok...Tok...

__ADS_1


tuan Atmaja mengetuk pintu tempat tinggal Mika. Dan tak butuh waktu lama keluar seorang gadis yang parasnya begitu mirip dengan anaknya.


"Maaf cari siapa?" tanya gadis itu sambil menatap pada Atmaja yang sudah terdiam mematung sambil menatap wajahnya.


__ADS_2