Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Dua pilihan dari Aryan


__ADS_3

"Aku tau apa yang kamu pikirkan saat ini, Mika. apa memang sebesar itu perasaan kamu terhadap Aryan. Hingga kamu tidak perduli dengan rasa sakit yang sering Aryan berikan untukmu" batin Marvin sambil terus memperhatikan Mika yang sudah kembali fokus menatap ke luar jendela.


Awalnya Marvin sempat mengira jika pernikahan Aryan dan Mika sangatlah bahagia layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Karna memang dia baru tau jika Mika dan Aryan sudah menikah sejak di restoran kemaren. Namun ternyata Marvin salah besar, Setelah dia melihat video yang beredar yang menjadi perbincangan hangat semua kalangan membuat Marvin ingin tau lebih jauh tentang hubungan Aryan dan juga Mika.


Bahkan hanya untuk mendapatkan kabar tentang pernikahan Mika dan juga Aryan. Marvin sampai rela harus membayar seseorang untuk menguntit Aryan dan juga Mika. Serta mencari tau tentang hubungan pernikahan kedua manusia itu.


"Apa memang cinta sebuta itu, Sehingga dia tidak bisa membedakan mana yang baik, Mana yang tulus, Dan mana yang hanya main-main" kata Marvin dalam batinnya. Pasalnya Marvin juga sudah mengetahui beberapa fakta jika Aryan tidak pernah bersikap layaknya seorang suami pada Mika hanya karna dendam masalalu.


"Dasar Aryan bodoh. bagaimana bisa dia memiliki dendam hanya karna di tolak di masa lalu. Kalau sampai aku melihat Mika menangis karnanya, Jangan salahkan aku jika aku benar-benar berusaha merebut hati Mika" lagi-lagi Marvin hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.


Sungguh Marvin tidak habis pikir dengan apa yang sudah Aryan lakukan pada hadis seperti Mika. Karna menurut Marvin Mika adalah sosok yang hampir mendekati kata sempurna.


*


*


*


Aryan masih terus menunggu kedatangan Bianca di restoran pelangi. Wajahnya datar serta rahangnya sedikit mengeras. karna sejak tadi tidak jarang dia mendengar omongan yang begitu menusuk dan membuat telinganya terasa panas.


Hal itu membuat Aryan semakin geram pada Bianca. karna ulah Bianca semuanya jadi serumit ini. Aryan harus kehilangan Mika, Bahkan dia juga harus membuat nama baik keluarganya tercoret karna perbuatan bodohnya.

__ADS_1


"Kenapa dia lama sekali. Awas saja nanti kalau sampai dia tidak datang. Jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang tak pernah dia pikirkan sebelumnya" ujar Aryan sambil terus menatap pada pintu utama yang masih belum menampakkan batang hidung Bianca. membuat Aryan kembali mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya. Pria itu Kendak menghubungi Bianca kembali. Namu, Bersamaan dengan itu ternyata Bianca baru saja turun dari ojek yang sudah mengantarnya ke tempat ini. .


Aryan terus menatap sosok itu dengan tatapan datar tanpa ekspresi. Sungguh hal itu membuat Bianca bergidik ngeri. Entah apa yang akan Aryan lakukan padanya.


"Apa kamu sudah lama menunggu ku, Aryan?" tanya Bianca setelah sampai di meja tempat Aryan duduk.


Aryan tak menjawab. Pria itu hanya memberikan tatapan tajamnya dan membuat Bianca menelan susah salivanya. "Alamak, Mati aku. Apa yang mau dia lakukan" batin Bianca sambil menundukkan wajahnya. Saat melihat wajah Aryan yang seperti itu sungguh membuat Bianca merasa takut.


"Apa kamu tau kenapa saya memintamu untuk datang ke tempat ini?" tanya Aryan sambil terus menatap Bianca dengan raut dinginnya. namun Bianca berusaha sebisa mungkin untuk bersikap biasa saja saat jantungnya berdetak cepat karna rasa takut yang menyelimuti hatinya saat ini.


"Ya Taulah, Baby. Kamu mengajak aku bertemu sudah pasti karna kamu merindukanku, Bukan. aku juga sangat merindukanmu, Baby" kata Bianca tanpa rasa malu. tapi wanita itu sama sekali tidak perduli dengan apa yang akan Aryan lakukan. Yang terpenting Bianca akan berusaha merayu Aryan seperti yang sudah pernah dia lakukan sebelum-sebelumnya. tapi sialnya untuk kali ini hal itu sama sekali tidak berpengaruh, Karna Aryan masih terus menampakkan raut wajah dingin dan datarnya tak seperti biasanya.


"Video apa yang kamu maksud, Baby. sungguh aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan" Bianca masih berusaha untuk berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang baru saja Aryan tanyakan padanya.


"Berhenti memangil saya dengan sebutan itu! dan jangan pura-pura tidak mengerti dengan apa yang saya maksud. Cepat kamu klarifikasi video itu atau saya akan membuatmu menyesal" Aryan masih tak menunjukkan ekspresi apapun dari wajahnya.


"Video yang mana, Baby? aku benar- benar tidak paham" Bianca masih terus berusaha untuk berpura-pura tidak mengerti di balik rasa takut yang begitu besar.


"Klarifikasi sekarang atau kamu akan kehilangan ibumu selamanya"


Mendengar kata ibu membuat Bianca menatap tak mengerti pada Aryan. namun sedetik kemudian Bianca mulai paham dengan apa yang baru saja Aryan katakan.

__ADS_1


Bianca langsung mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi nomor sang ibu. tersambung namun tidak ada jawaban. hal itu terus Bianca lakukan hingga berkali-kali. Namun sama sekali tidak ada jawaban dari ujung telpon.


Setelah itu Bianca menoleh pada Aryan yang sudah memperhatikannya "Apa yang kamu lakukan pada ibuku, Aryan? dan dimana ibuku sekarang?" tanya Bianca pada Aryan..


Aryan tersenyum "Bukan kah tadi saya sudah katakan. Klarifikasi sekarang soal Video busuk hoax yang kamu sebarkan. Dan katakan siapa yang sudahenyuruhmu. Jika tidak, Maka jangan salahkan saya jika saya bisa melakukan hal yang tidak pernah kamu duga pada ibumu"


Apa yang Aryan katakan berhasil membuat Bianca panik. Wajahnya memucat saat mendengar apa yang baru saja Aryan katakan. Karna yang Bianca tau, seorang Aryan Alberto tidak pernah bermain-main dengan ucapannya.


"Saya kasih kamu dua pilihan. Klarifikasi tentang video viral itu sekaligus katakan siapa yang sudah menyuruhmu saat ini juga. Atau kamu tidak akan pernah bertemu lagi dengan ibumu, Satu-satunya keluarga yang kamu miliki saat ini"


Bianca memang hanya memiliki ibu. Karna ayahnya sudah meninggalkan sang ibu sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan bukan hanya itu, Adik Bianca juga dibawa oleh sang ayah.


"Semua pilihan ada di tangan kamu, Bianca. kamu lakukan apa yang saya minta atau-" perkataan Aryan terhenti saat Bianca angkat bicara.


"Oke Fine. aku akan melakukan klarifikasi sekarang juga. dan aku akan mengatakan siapa yang sudah menyuruhku melakukan semua itu. Tapi aku mohon, Jangan pernah sakiti ibuku, Aku mohon Aryan. Aku akan melakukan apapun yang kamu mau"


"Good. Saya mau kamu lakukan klarifikasinya sekarang secata live, Di restoran ini"


Kedua mata Bianca membulat sempurna dengan apa yang baru saja dia dengar. "Apa! di-sini? di tempat ini?" tanya Bianca memastikan.


"Heem. Saya mau kamu lakukan klarifikasinya di sini, Di tempat ini. dan di depan saya secara live"

__ADS_1


__ADS_2