Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Bertemu Marvin di taman


__ADS_3

📲:Maksud papa apa? Aryan tidak mengerti


📲:Tidak perlu pura-pura tidak mengerti. Kenapa kamu punya otak sebodoh itu, Aryan!!!


Dari suaranya saja Aryan sudah bisa menebak bagaimana kemarahannya Alberto. Sungguh Aryan semakin bingung dengan situasi saat ini. Karna mau bagaimanapun, Semuanya memang salahnya.


📲;Maafkan Aryan, Pa


Hanya kata maaf yang bisa keluar dari mulut Aryan, Dia sadar jika apa yang terjadi saat ini sudah sangat fatal. Wajar saja jika sang papa sampai marah besar.


📲:Papa tidak butuh kata maafmu yang tak berguna itu, Aryan! Papa tidak mau tau, Kalau sampai papa kembali kamu belum menyelesaikan semuanya, Kamu akan tau sendiri apa akibatnya!!


Setelah mengatakan hal itu, Pratama langsung memutuskan sambungan telponnya. Membiarkan Aryan pucat pasi dengan apa yang baru saja dia katakan.


"Sabar, Pa. Papa tidak boleh marah-marah seperti itu.. Ingat, Papa memiliki tensi darah tinggi" gumam Liana sembari mengusap punggung Pratama yang sudah terlihat memijat ruang di antara alisnya.


"Bagaimana papa bisa tenang, Ma. Mama lihat sendiri kan bagaimana semua komentar negatif yang membawa nama baik keluarga kita" balas Pratama sambil menoleh pada Liana.


Melihat itu membuat Liana duduk di samping Pratama"Pa, Mama ini adalah orang yang melahirkan Aryan anak kita, jadi Mama yakin jika Aryan tidak akan melakukan hal sebodoh itu. Mama yakin jika orang dalam video itu bukanlah Aryan"


Pratama mengerutkan keningnya mendengar apa yang baru saja Liana katakan "maksud Mama bagaimana sudah jelas-jelas di dalam video itu adalah wajah Arya, Bagaimana Mama masih mengatakan Jika Itu Bukan Aryan? " Alberto semakin penasaran dan menetap pada Liana.


"wajah di video itu memang wajah Aryan, Pa. Tapi apa papa tidak memperhatikan tubuh orang itu sama sekali tidak mirip dengan tubuh Aryan, Aryan anak kita itu tidak segendut itu" ucap Liana sambil menatap pada Pratama.


Apa yang dikatakan oleh Liana memang ada benarnya, wajah orang yang ada di video itu Memanglah mirip Aryan, tapi tidak dengan postur tubuhnya yang sangat berbeda.


"Mama benar juga, kenapa Papa sampai tidak pikiran ke sana. Jadi kemungkinan besar video itu hanyalah sebuah editan bajakan yang dilakukan oleh seseorang?" kata Pratama lagi.

__ADS_1


Liana mengganggu cepat" benar pa. Mama yakin 100% jika orang yang ada di video itu bukanlah Aryan. Mama tahu betul Bagaimana anak kita"


"Oke! Mungkin orang di video itu memang bukan Aryan. tapi bagaimana dengan orang yang ada di foto? Bukankah itu memang terlihat seperti Aryan?"


Liana diam, dia sendiri juga bingung dengan foto yang ada di video itu. "Entahlah Pa. mama jadi bingung memikirkannya. Kenapa juga Aryan harus terlibat skandal memalukan seperti itu"


Wanita baru bayar itu bangun dari duduknya lalu mengambil pakaiannya dan menyiapkannya di dalam koper "kita harus kembali sekarang ke Jakarta, Pa. Karna mau bagaimanapun untuk saat ini Aryan membutuhkan dampingan dari kita, orang tuanya"


Apa yang di katakan oleh Liana memang ada benarnya, Biapun saat ini kondisinya mereka kecewa akan Aryan, Tapi mereka masih memiliki tanggung jawab akan pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana? Apa kamu sudah memastikan video itu sudah terhapus dari semua media?" tanya Mika pada orang yang di bawa oleh teman dekatnya.


"Sudah, Mika. Saya sudah pastikan tidak ada lagi video seperti tadi beredar dan menjadi tontonan publik. Bahkan saya juga sudah menghapus dari media mereka yang sudah menyimpan video tadi" balas orang itu pada Mika. Membuat Mika mengerutkan kecil keningnya.


"Memangnya bisa menghapus video yang sudah di download?"


"Tidak perlu berlebihan seperti itu. Sudah tau kalau gue itu hacker hebat terbaik" Regan terkekeh setelah mengatakan hal itu. Terlalu pede mengatakan jika dirinya adalah hacker hebat dan terbaik


"Cailah. Pedenya dirimu.. Tapi memang iya sih, kamu memang hacker Regan terbaik. Dua jempol untukmu" kata Ana lagi.


Mika hanya tersenyum melihat kelakuan kedua manusia yang ada didepan nya. Sudah tidak jarang jika Ana dan Regan berperilaku seperti anak kecil.


"Terimakasih ya, Kalian selalu bisa membantu masalah yang sedang aku hadapi" gumam Mika sambil menatap pada Ana dan juga Regan.


"Tidak perlu berterimakasih, Mika. Karna kamu sudah aku anggap seperti saudara sendiri. Semoga semuanya segera membaik ya, Dan semoga hubungan mu sama suami biadab mu itu segera baik-baik saja" kata Regan sambil menatap Mika. Tatapan dalam dengan penuh arti.

__ADS_1


Biarpun Regan tidak pernah mengatakan, Namun Ana cukup paham jika saudara sepupunya itu menaruh hati pada sahabatnya.


"Sudah, Tidak perlu berlebihan ngeliatin istri orang. Nanti lo sayang lagi" ucapnya dan langsung mendapat injakan kaki oleh Regan.


"Kalian terbaik. Aku tidak tau apa yang bisa aku lakukan tanpa bantuan dari kalian berdua. Kebaikan kalian Tidak akan pernah aku lupakan" Mika tersenyum mengatakannya. Biarpun hatinya masih cukup terasa perih karna video Aryan, Tapi sebisa mungkin Mika bersikap biasa saja di depan Ana dan juga Regan.


Regan yang melihat senyum kepalsuan dari wajah Mika hanya bisa membuatnya membatin "Bodoh sekali suamimu itu, Mika. Bagaimana bisa dia menyia-nyiakan gadis secantik dan setulus kamu. Bahkan setelah apa yang suami sialan mu itu lakukan, Kamu masih mau memaafkannya. Seandainya saja pertemuan kita tidak terlambat, Mungkin aku yang akan memperjuangkan gadis seperti mu. Tapi sayangnya kita di pertemukan setelah kamu menjadi istri orang" batin Regan sambil menatap Mika.


"Kalau gitu aku pulang dulu ya, Masih ada urusan yang harus aku lakukan" kata Mika dan langsung pamit pada kedua anak manusia itu.


Karna memang selain pertemuannya dengan Ana dan juga Regan, Mika masih ada janji temu dengan Marvin. Setelah Marvin mengatakan jika dia akan kembali ke negara Milan, Akhir nya Mika mau menemuinya. Dengan catatan hanya sebentar.


"Eh Regan, Kamu suka kan sama Mika?" tanya Ana setelah kepergian Mika pada Regan.


"Apaan sih lo. Gak jelas banget" Regan buru-buru pergi untuk menghindari interogasi yang sudah siap Ana lakukan.


Sedangkan Mika, Setelah keluar dari restoran tadi, Gadis itu langsung menuju sebuah taman dimana Marvin sudah menunggu kedatangannya.


Dari arah kejauhan Mika sudah bisa melihat keberadaan Marvin di taman itu. Dengan penampilan yang selalu terlihat tampan.


"Kak, Sudah lama menunggu?" ucap Mika seraya duduk di samping Marvin.


"Lumayan. Kamu sudah sampai?"


"Iya, Kak. Jadi kapan kak Marvin kembali ke Milan? "


"Nanti sore, Mika. Tapi sebelum aku kembali, Aku ingin kamu tau satu hal, Karna rasanya aku jahat jika sampai tidak mengatakan hal ini pada kamu"

__ADS_1


"Tentang apa, Kak?"


Namun Marvin tak menjawab. Pria itu hanya merogoh ponselnya lalu menunjukkan sebuah Video yang membuat Mika membuka lebar matanya serta menutup mulutnya.


__ADS_2