Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Hasil Tes DNA


__ADS_3

Dttttttt.....Dttttt...Dtttt


Suara dering ponsel menyadarkan Diki yang serang termenung serta memikirkan rencana selanjutnya untuk keluarga Alberto. Setelah kejadian dia membunuh Mely saat itu, Diki memang sudah merubah identitasnya serta melakukan operasi plastik pada wajahnya sehingga membuat orang tidak lagi dapat mengenalinya. Bahkan untuk bisa melakukan operasi plastik, Diki sampai rela menjual anaknya untuk bisa mendapatkan banyak uang serta meninggalkan jejak.


"Ada apa lagi si Dito menelponku" ujar Diki saat melihat jika nama Dito yang tertera di layar ponselnya. Awalnya Diki tak ingin menjawab panggilan itu, Namun karna telponnya terus berdering dengan sangat terpaksa Diki menjawab panggilan itu.


📱:Halo, Dito. Ada apa lagi kamu menelponku? Apa masih ada berita mengenai video itu lagi?


📱:Bu..bukan, Tuan. Ini sama sekali bukan tentang video anda dengan nona Bianca. Tapi ini soal....


📱:Soal apa? Cepat katakan!


📱: PT SEJAHTERA di ambang kebangkrutan, Tuan. Beberapa investor sudah mencabut dana mereka atas permintaan Tuan Alberto


📱:A...apa!!


Ponsel Diki seketika jatuh saat mendengar berita yang baru saja dikatakan oleh orang kepercayaannya, Sungguh dia tidak pernah menyangka jika seorang Alberto sangat berkuasa.


"Gak mungkin" lirihnya dengan wajah yang sudah terlihat sangat pucat pasi. Seberapa berkuasanya Alberto, Bagaimana bisa beberapa investor perusahaannya mencabut dana mereka dari pt SEJAHTERA hanya karna permintaan Alberto.


"Bagaimana mungkin hal ini terjadi. Alberto bedebah! Kenapa dia selalu membuat hidupku susah" kata Diki lagi sambil mengepalkan kuat kedua tangannya.


Diki terus mengepal kuat kedua tangannya. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini."Aku akan membalas ini, Alberto sialan! Kita lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan pada keluargamu" kata Diki dengan kedua tangan yang terus mengepak kuat.


DI TEMPAT LAIN


Setelah selesai dengan jadwal visit pasien, Dokter Andre langsung melangkah kan kakinya menuju laboratorium yang ada di rumah sakit itu. Sesuai dengan dugaan, Ternyata memang benar hasil tes DNA yang dia lakukan dua hari yang lalu sudah keluar dan bisa di ambil.


"Mau ambil hasil tes DNA atas nama dokter Andre dan Mika" gumamnya pada penjaga laboratorium


Setelah dia menerima hasil tes DNA itu, Jantungnya berdegup sangat cepat. Antara bahagia dan juga tidak. Di satu sisi dokter Andre akan merasa sangat bahagia jika sampai terbukti bahwa Mika benar-benar anak kandungnya. Namun di sisi lain dia merasa sedih karna takut Mika tidak mau menerimanya sebagai ayah.

__ADS_1


"Semoga hasilnya sesuai dengan harapanku" kata Dokter Andre sembari kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan nya sendiri.


Tepat saat sudah sampai di dalam ruangannya, Dokter Andre langsung membuka amplop coklat yang berisi hasil tes DNA yang akan menunjukkan jika memang Mika benar-benar anaknya atau tidak.


Dokter Andre mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar"Bismillah" ucapnya dan langsung membuka serta melihat hasilnya.


dan benar saja. Hasil tes DNA itu menunjukkan jika memang Mika benar-benar anak kandungnya. Semua data antara mereka berdua dinyatakan cocok.


"Ternyata anak itu benar-benar anakku. Pantas saja wajahnya mengingatkan ku pada Madinah" ujar dokter Andre sambil terus menatap hasil tes DNA yang ada di tangannya.


"Kira-kira apakah dia mau menerimaku sebagai ayahnya. Setelah apa yang sudah aku perbuat dimasa lalu" dokter Andre benar-benar merasa sangat menyesal sudah memilih kedua orang tuanya dari pada Madinah. Wanita yang begitu dia cintai kala itu.


Setelah itu dokter Andre langsung menghubungi Heru dan memintanya untuk mencari keberadaan Mika. Setelah apa yang dia lihat hari itu, Entah kenapa membuat dokter Andre merasa kepikiran. Tak butuh waktu lama, Heru sudah menjawab panggilannya.


📱:Halo, Heru. Saya mau kamu cari tau dimana keberadaan Mika sekarang. Atau kalau perlu kamu datang ke rumah tuan Alberto.


📱:Baik, tuan. Saya akan ketempat tuan Alberto sekarang


Setelah sambungan telponnya terputus, Tidak ada hentinya dokter Andre tersenyum. Ternyata harapannya untuk memiliki anak masih ada. Meskipun dokter Andre sendiri belum yakin jika Mika mau menerimanya sebagai ayah. Tapi yang pasti dokter Andre akan berusaha mengambil hati Mika dan akan menebus semua kesalahannya di masa lalu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Liana dan Alberto sudah keluar dari dalam restoran. Kali ini mereka akan ke kantor pusat untuk menemui Aryan di sana. Di sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Alberto fokus mengemudi, Sedangkan Liana fokus menatap keluar arah jendela.


Entah kenapa setelah mengetahui sebuah fakta besar yang mengatakan jika Diki adalah Brian. Sosok yang sudah membuat Liana kehilangan saudara satu-satunya yang dia miliki 22 tahun yang lalu. Bahkan bukan hanya itu , Saat mendengar nama Bryan membuat Liana teringat akan bocah kecil yang dibawa olehnya. Bocah yang dulu biasa Liana panggil dengan sebutan "AAN" Entah bagaimana kabar anak itu saat ini. Tapi yang pasti setelah Bryan membawanya pergi, Liana sudah tidak pernah bisa lagi bertemu dengan bocah itu.


Mungkin saat ini sekarang dia sudah dewasa, Karna saat itu umurnya sudah dua tahun. Dan sekarang sudah 22 tahun berlalu.


"Pa," panggil Liana pada Alberto


"Iya, Ma. Ada apa?"

__ADS_1


"Sebelum ke kantor pusat, Mama mau papa antar mama ke tempatnya Brian"


Mendengar itu membuat Alberto menghentikan laju mobilnya. Pria paruh baya itu menoleh pada sang istri sembari mengerutkan keningnya.


"Untuk apa, Ma?" tanya Alberto penasaran.


"Mama mau menanyakan tentang Aan. Karna hanya anak itu satu-satunya hal yang tersisa dari kak Mely" jawabnya


"Apa kamu yakin Brian akan mengatakannya?"


"Tidak, Tapi aku akan memaksa dia sampai dia benar-benar mau mengatakan dimana keberadaan Aan saat ini"


"Baiklah, Tapi papa tidak tau dimana tempat tinggalnya"


Liana membuang nafas panjang. Benar juga, Jika salah satu di antara mereka tidak ada yang tau dimana tempat tinggal Brian, Bagaimana bisa mereka mendatangi pria itu. .


"Minta David untuk cari tau tempat tinggalnya. Sekarang, Pa. Mama tidak mau menunda-nunda lagi. Dan kalau sampai dia tidak mau mengatakan dimana keberadaan Aan, Mama akan pastikan si Brian mendapat pelajaran dari mama"


"Memangnya apa yang mau mama lakukan?"


"Apa papa lupa kalau mama ini adalah mantan atlet beladiri"


*


*


*


*


Hy reader. Terimakasih buat kalian yang selalu setia membaca dan mensupport novel aku ya. Semoga kalian sehat selalu, Dilancarkan rezekinya. Dimudahkan segala urusannya. Aminnnn.....

__ADS_1


Jangan pernah bosan buat baca karya aku yang gak seberapa ini ya, Kalau ada yang salah mohon bantu koreksi. Aku akan sangat berterimakasih jika seandainya kalian mau berkomentar dibagian yang kurang bagus. Peluk jauh buat kalian.


__ADS_2