
"Maaf, cari siapa?" Mika kembali mengulangi pertanyaannya karna Atmaja belum juga membalas menjawab pertanyaannya. bahkan pria itu masih terus menatap Mika seakan mematung dan terpaku di tempatnya.
"Maaf, Tuan. anda cari siapa?" tanya Mika lagi dan langsung menyadarkan pria tua itu.
bukannya menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut Mika, Atmajaya malah mendekat serta langsung memeluk gadis itu."cucuku..." ujarnya yang seketika membuat Mika terdiam. gadis itu mengerutkan keningnya dengan badan yang terasa kaku. dipeluk oleh orang asing membuatnya merasa sedikit risih.
Mika mendorong tubuh Atmaja karna merasa tidak nyaman. pasalnya ini baru pertama kalinya Mika melihatnya. dan bagaimana bisa pria tua yang memanggilnya dengan sebutan cucu langsung memeluknya begitu saja tanpa mengucapkan penjelasan apapun.
"Mohon maaf, Tuan. anda salah orang. saya bukan cucu anda" kata Mika sembari menatap wajah Atmaja.
"Cucuku, ini Oppa, sayang. ini Oppa, dan kamu adalah cucuku. cucu yang selama ini aku cari"
Mika yang belum mengerti tentu menunjukkan raut wajah bingung nya. bagaimana bisa pria tua yang ada di hadapannya mengaku sebagai kakek dari Mika? karna selama ini yang Mika tau kakeknya sudah lama meninggal. bahkan sebelum dia hadir di dunia ini
"Maaf, Tuan. tapi anda salah orang. karna kakek saya sudah lama meninggal. bahkan sebelum saya hadir di dunia ini" balas Mika sambil menatap pada sosok Atmaja.
"Tidak, cucuku. Oppa tidak salah, kamu memang cucuku, kalau tidak percaya ini buktinya" karna Mika terus tidak percaya jika Atmaja adalah kakeknya. akhirnya pria tua itu mengambil ponselnya lalu menunjukkan gambar yang sejenak membuat Mika terdiam serta terpaku dengan kedua mata yang terlihat berkaca-kaca.
"Mama" lirihnya sambil menatap sebuah foto keluarga yang terdapat sang mama di dalamnya.
"Mama kamu adalah anakku."
mendengar itu membuat Mika mengangkat wajahnya dan menatap pada Atmaja"benarkah? tapi kenapa selama ini mama tidak pernah membawaku bertemu dengan anda?" siapapun tentu saja akan menanyakan hal yang sama. bagaimana bisa tiba-tiba saja ada orang asing yang datang lalu mengaku sebagai kakeknya. padahal sebelumnya mereka tidak pernah bertemu.
__ADS_1
"Karna mama kamu pergi dari rumah saat masih berusia dua puluh tahun"
"Maksudnya?" tanya Mika yang tidak terlalu paham.
Ingatan tuan Atmaja kembali pada kejadian 20 tahun yang lalu
FLASHBACK
Saat itu Atmaja baru saja kembali bertugas dari kota Roma, Atmaja adalah seorang kapten Militer angkatan darat. dia bersanding dengan seorang dokter cantik yang bernama Sita, mereka berdua dikaruniai buah hati yang berparas begitu cantik. perpaduan antara Sita dan juga Atmaja. Madinah namanya.
Atmaja mengerutkan keningnya saat melihat keadaan rumahnya yang begitu berantakan. ada apa? apa yang sudah terjadi? pikirnya.
Pria itu meletakkan barang-barangnya dan langsung masuk mencari dimana keberadaan sang istri, namun sialnya saat Atmaja sudah sampai di lantai atas, Dia menemukan Sita dengan keadaan yang sudah sangat menyedihkan. darah segar mengalir deras dari perutnya. kemungkinan besar Sita di bunuh oleh seseorang yang Atmaja sendiri tidak tau siapa pelakunya.
Setelah cukup lama di dalam kamar itu, Atmaja teringat akan putri tercintanya"Madinah" gumamnya
pria itu berjalan setengah berlari dan mencari keberadaan Madinah. beruntung karna Madinah tidak terluka, hanya saja Atmaja menemukan gadis itu dalam keadaan tangan terikat kuat serta mulut di ikat oleh sapu tangan.
"Siapa yang sudah berani melakukan ini, Dinah?"
Madinah tak langsung menjawab. gadis itu hanya menatap tajam sang Daddy dengan kedua mata merah serta air mata yang sudah menumpuk di kedua pelupuk matanya"Ini semua gara-gara, Daddy. jika saja Daddy selalu ada dirumah, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. mereka tidak akan pernah bisa menyakiti Mommy serta menyiksanya. ini semua karna Daddy, Dinah benci sama Daddy"
Setelah mengatakan hal itu, Madinah langsung bangun dari tempat duduknya serta pergi dari sana. meninggalkan Atmaja yang masih terdiam tak mengerti maksud perkataan dari sang anak. karna memang selama ini Atmaja sangat jarang ada dirumah, Bahkan dia tidak pernah tau jika masalalu nya selalu datang dan mengganggu Madinah beserta sang mama. hingga hal yang tak pernah terduga terjadi begitu saja.
__ADS_1
Tepat setelah acara pemakaman telah selesai, Madinah mengemas semua barang-barangnya dan langsung pamit pergi pada sang Daddy.
"Maaf, Daddy. tapi Dinah tidak bisa lagi bertahan di sini. Dinah masih ingin hidup, Dinah tidak ingin hidup Dinah sia-sia dan berakhir menyedihkan"
Atmaja yang mendengar perkataan Madinah langsung mendekat tubuh sang anak"tolong jangan pergi, Sayang. tolong jangan tinggalkan Daddy sendiri" Atmaja memohon agar Madinah tetap disana. namun karma anak itu sangat keras kepala, dia sama sekali tak mendengar perkataan Atmaja. rasa luka serta kecewa membuatnya mantap untuk tetap pergi dari sana.
"Maafkan, Dinah. Tapi Dinah tidak bisa. Daddy terlalu sibuk dengan tugas Militer Daddy. sekarang sudah tidak ada Mommy, Jika Dinah tetap disini, Memangnya Daddy mau berhenti menjadi Militer seperti yang selalu mommy minta?"
Atmaja diam tak bisa menjawab"Kenapa diam? itu sudah sangat jelas jika Daddy tidak bisa meninggalkan pekerjaan itu. jadi maaf, Dinah harus pergi. Daddy jaga diri baik-baik"
Setelah kepergian Sita dan di tinggalkan oleh Madinah, membuat hari-hari Atmaja semakin berantakan. bahkan kematian sang istri membuat rasa bersalah itu selalu mengusiknya. hingga pada akhirnya Atmaja memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai seorang militer, dan memilih untuk membuka usaha yang berawal dari CV. hingga berubah menjadi PT dan kini sudah menjadi Group.
namun sialnya, tahun-tahun berlalu, Atmaja belum bisa menemukan dimana keberadaan sang anak. namun pria itu tak putus asa, Atmaja terus membayar orang untuk mencari keberadaan anak tunggalnya hingga penjuru dunia. dan pada suatu hari, Atmaja mendapatkan kabar dari anak buahnya yang di Jakarta mengatakan jika mereka berhasil menemukan Madinah di kota Jogja.
Flashback off
"Apa! jadi anda benar-benar orang tuanya mama?" tanya Mika yang kembali ingin memastikan. karna memang selama ini Madinah tidak pernah bercerita sedikitpun tentang orang tuanya. bahkan setiap kali Mika menanyakan soal nenek dari sang mama, Madinah selalu mengalihkan pembicaraan.
"Benar, cucuku. Mama Madinah adalah anakku. Dan itu artinya kamu adalah cucuku. pewaris tunggal keluarga Atmaja"
saat mendengar pria tua itu mengucapkan kata Atmaja membuat Mika melirik kalung yang saat ini dia gunakan. kalung dengan liontin AF pemberian dari sang mama saat Mika ulang tahun yang ke 12.
"Apa liontin ini adalah lambang dari keluargamu? karna ini adalah kalung mama yang dia berikan untukku" tanya Mika sambil membuka kalungnya dan menunjukkan pada Atmaja.
__ADS_1
"Tidak salah lagi, kamu benar-benar cucuku. karna kalung ini hanya alm Oma dan mamamu yang memilikinya"