Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Terkejut


__ADS_3

"Hemm, Saya mau kamu melakukan klarifikasinya di sini, di tempat ini dan di depan saya secara live" ujar Aryan tanpa menunjukkan ekspresi apapun dari wajahnya


Mendengar akan hal itu membuat Bianca menelan susah salivanya. Wanita itu menoleh ke setiap sudut ruangan restoran. Perasaan tak menentu muncul dari benaknya.


"Tunggu apalagi, Kamu mau melakukan klarifikasi sekarang atau kamu akan menyesal. Karna hanya dengan satu kali tekan, Apa yang tidak kamu inginkan akan segera terjadi" kata Aryan lagi sambil memainkan ponselnya.


Tentu saja Bianca langsung merasa sangat takut, Wanita itu menatap wajah Aryan yang nampak dingin dengan kedua mata yang terlihat sedikit merah. .


"Astaga, Menakutkan sekali dia. Kenapa dia sudah tidak bisa aku kendalikan seperti sebelumnya" batin Bianca yang bergidik ngeri saat melihat raut wajah Aryan yang selama ini tidak pernah dia lihat. Sangat-sangat menyeramkan.


"Kenapa wajahnya sangat menyeramkan seperti itu" batin Bianca lagi.


Aryan melirik ke arah Bianca"Mau melakukan apa yang saya katakan sekarang atau-" perkataannya terhenti karna Bianca langsung menimpali perkataannya.


"Oke...Okee. Aku akan melakukan klarifikasinya sekarang. Tapi aku mohon jangan pernah apa-apakan ibuku" kata Bianca pada akhirnya.


Aryan tak menjawab. Pria itu hanya sedikit tersenyum mendengar jawaban yang terlontar dari Bianca. Bukan karna perkataan wanita itu, Tapi karna Aryan sudah meyakini jika Mika akan berubah pikiran setelah melihat video klarifikasi yang sudah Bianca lakukan secara live atas permintaannya.


Namun sebelum Bianca benar-benar memulai klarifikasi, Aryan masih meminta seseorang untuk membawa beberapa reporter untuk meliput kejadian hari ini. Karna dengan begitu semua orang akan tau jika video viral yang pernah beredar hanyalah ulah dari Bianca dan juga seseorang yang sudah menyuruhnya.


Saat melihat kedatangan reporter ke restoran itu, Mika semakin membuka lebar kedua matanya. sungguh hari ini dia benar-benar dalam masalah. Karna biarpun saat ini Bianca bisa lolos dari Aryan, Tapi dia belum tentu bisa lolos dari om Diki jika sampai Bianca benar-benar mengatakan siapa siapa yang ada di balik semua itu.

__ADS_1


"Ke...Kenapa harus ada mereka?" Bianca terbata sambil bertanya pada Aryan.


"Kenapa kamu tanya, Saya pikir kamu tidak sebodoh itu sampai tidak mengerti dengan keberadaan para reporter itu" jawab Aryan.


*


*.


Di tempat yang berbeda. Seorang paruh baya tengah mengangkat kedua sudut bibirnya saat melihat saham yang dia miliki 5% lebih unggul dari pada saham milik keluarga Alberto. Hal itu membuatnya tersenyum puas. Setidaknya apa yang dia lakukan selama ini tidak sia-sia.


"Kita lihat Pratama, Saat ini saham siapa yang lebih unggul" ungkapnya sambil menatap foto Pratama yang ada di tangannya.


"Tapi ini masih permulaan, Kamu lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya. Binaca-Bianca. tak sia-sia saya memperalat wanita gila uang sepertimu" ucapnya sambil terus mengangkat kedua sudut bibirnya.


Ya, Pria yang sedang bahagia itu adalah Diki, Diki Suteja yang selama ini menjadi saingan terberat Pratama grup.


Namun, Siapa sangka jika kebahagiaan yang tangah Diki rasakan hanya bersifat sementara. Karna bersamaan dengan itu, Dia kembali di kagetkan dengan Brita live yang di sampaikan oleh anak buahnya.


"Mohon maaf, Tuan. saya masuk tanpa ketuk pintu dulu, Tapi kedatangan saya ke sini hanya ingin menyampaikan berita penting"


"Kamu ini! bisa tidak kalau masuk itu budayakan ketuk pintu. Tapi untuk kali ini tidak masalah. Karna saya lagi bahagia. Ada perlu apa kamu datang ke ruangan saya?" tanya Diki

__ADS_1


Anak buahnya tak langsung menjawab. Pria itu hanya mendekat lalu memberikan ponselnya pada Diki. Membuat Diki membuka kedua matanya lebar.


"Apa-apaa ini. Dasar bedebah! Bukankah sebelumnya saya sudah mengatakan jika dia tidak boleh membawa nama saya dalam hal ini. Dasar tidak berguna!" ujar Diki dengan wajah kagetnya.


Sungguh Diki tidak pernah menyangka sebelumnya jika kebahagiaan yang dia rasakan hanya bersifat sementara. Ibarat angin yang hanya numpang lewat saja. kedua mata Diki memerah dengan tangan yang sedikit mengepal. Karna selain nama baiknya hancur, Dia juga takut akan istrinya. Kalau sampai istrinya mengetahui tentang perselingkuhannya dengan Bianca, Maka Diki harus bisa menerima jika Yola mengusirnya dari rumah tanpa harta apapun.


"Arrrrrgggg, Bedebah tidak berguna. Apa uang yang saya berikan tidak cukup untuk menutup mulutnya. Dasar tidak tau diri" Diki terus mengumpat sambil menonton siaran live yang sedang Bianca lakukan.


Pasalnya saat ini Bianca mengungkap semuanya, Bukan hanya sosok yang ada dalam video viral itu, Tapi Bianca juga mengatakan apa yang selama ini Diki lakukan untuk menghancurkan keluarga Alberto.


"Kurang ajar. Kenapa ****** ini malah mengatakan semua yang dia tau" Diki semakin merasa kesal saat mendengar Bianca mengatakan perihal kecelakaan yang pernah terjadi dua tahun yang lalu.


***


Aryan tersenyum sangat puas melihat apa yang sudah Bianca bicarakan. Ternyata dia bisa mengungkap dua kejadian sekaligus. Bukan hanya perihal harga dirinya, Tapi Aryan juga bisa mengetahui fakta besar. Fakta yang mengatakan jika orang yang membuat Bisma dan juga Zoya meninggal bukanlah, Liana. Melainkan Diki.


"Good. Itu yang saya harapkan. Kamu sudah bekerja sangat bagus dan membuat saya puas" kata Aryan setelah Bianca menyudahi klarifikasinya.


Sejak kemarin, Setelah Aryan mengetahui fakta bahwa sang mama yang sudah menyebabkan kedua orang tua Mika meninggal membuatnya langsung meminta seseorang untuk menyelidiki kasus dua tahun yang lalu yang terjadi di kota jogja. Berkat bantuan dari David, Akhirnya orang suruhan Aryan bisa mengetahui satu fakta bahwa penyebab kematian kedua orang tua itu yang sesungguhnya adalah Diki. Sosok yang selama ini memiliki dendam tersendiri terhadap keluarga Alberto.


"Sekarang kamu katakan dimana ibuku, Aryan? Aku sudah melakukan semua yang kamu minta, Bahkan aku juga sudah mengatakan semua yang aku tau tentang om, Diki. Dan setelah ini aku tidak tau apa yang akan dia lakukan terhadapku dan juga ibu" Bianca menunduk sedih saat mengatakan hal demikian. Karna Bianca sendiri selalu teringat saat-saat om Diki mewanti-wanti agar dia selalu menutup rapat rahasia yang sudah tak sengaja Bianca dengar saat itu.

__ADS_1


Aryan tak menjawab, Pria itu hanya mengambil ponselnya dari dalam saku lalu menunjukkan sebuah video yang ada di galeri ponselnya pada Bianca. Membuat wanita itu tercengang seakan tak percaya dengan apa yang saat ini dia lihat di dalam video yang sedang di putar.


"Jadi-"


__ADS_2