Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Hampir tertabrak


__ADS_3

Mika menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat sebuah Video yang saat ini sedang di putar di layar ponsel milik Marvin.


Awalnya Marvin tidak ingin mengatakan soal apa yang dia tau pada Mika. Namun saat teringat jika Mika begitu mencintai Aryan, membuatnya berpikir kembali.


Hingga pada akhirnya Marvin mengajak Mika untuk bertemu di taman itu dan menunjukkan video asli yang dia miliki.


"I-ini video aslinya, Kak?" tanya Mika sembari menatap pada Marvin.


Pria itu mengangguk cepat"Benar, Mika." balas Marvin pelan. membuat Mika sedikit mengerutkan keningnya. Mika penasaran bagaimana bisa Marvin memiliki video Bianca yang sedang bercinta dengan sugar daddy nya?


"Tapi kakak dapet video ini dari mana?"

__ADS_1


"Itu tidak penting, Mika. yang penting sekarang kamu sudah tau hal yang sesungguhnya. Semoga kamu bisa selalu bahagia dengan Aryan. Aku pamit"


Setelah mengatakan hal itu Marvin langsung bangun dari tempat duduknya lalu berlalu dari hadapan Mika. Meninggalkannya yang masih terdiam tanpa bisa berkata sepatah katapun.


Ternyata apa yang dikatakan oleh Ana memang benar adanya, video panas yang sempat menjadi trending topik bukanlah Aryan, melainkan video editan semata.


"Kak, tunggu!" Mika berjalan cepat menghampiri Marvin yang sudah hampir naik ke atas mobilnya. Gadis itu tiba-tiba saja memeluk Marvin..


"Hati-hati, Kak. semoga semua urusan mu di sana di permudah Allah. dan aku doakan semoga kak Marvin bahagia selalu"


"bagaimana aku bisa bahagia, Mika. sedangkan sumber bahagiaku yang sesungguhnya adalah kamu! semoga saja pengorbanan ku tidak sia-sia, semoga kamu dan Aryan bisa bahagia selamanya" batin Marvin sambil mengusap lembut rambut panjang Mik.

__ADS_1


Biarpun sebenarnya hatinya terluka saat teringat akan status Mika dan juga Aryan, namun, sebisa mungkin Marvin berusaha tersenyum di depan Mika. Menahan air mata yang sejak tadi sudah hampir tumpah.


"Kamu juga semoga bahagia selalu, Mika. jika kamu butuh aku, jangan sungkan untuk menghubungiku. Karna kamu sudah aku anggap sebagai adikku sendiri."


Setelah itu Marvin melepaskan pelukannya, lalu masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan yang begitu hancur karna harus terpaksa merelakan gadis yang amat di cintanya pada pria lain. Yang tak lain adalah saingan terberatnya saat jaman sma.


Mika kembali melangkah kan kakinya menyusuri jalanan sore hari. Kali ini dia memutuskan untuk berjalan kaki hingga rumah yang saat ini dia tempati. bayangan Mika masih teringat jelas akan video panas Bianca. Ada rasa lega setelah mengetahui fakta yang sesungguhnya. namun entah kenapa hatinya masih terasa gelisah, di sepanjang jalan Mika masih memikirkan apakah Aryan pernah melakukan hal itu dengan Bianca?


Hal itu selalu mengusik pikiran Mika. membuatnya menjadi tidak fokus karna terus memikirkan apa saja yang pernah Aryan dan Bianca lakukan selama ini.


"Semoga saja kamu tidak pernah melakukan apa yang aku pikirkan, mas" gumam Mika pelan.

__ADS_1


Tanpa sadar Mika berjalan hampir ke tengah dan membuatnya hampir di tabrak mobil. beruntung karna mobil itu berhenti tepat waktu.


"heh kamu! Kalau mau bunuh diri jangan di si-" perkataannya terhenti saat dia melihat jika gadis yang hampir dia tabrak adalah Mika.


__ADS_2