
Mendengar nama Mikhayla Atmaja membuat semua tamu undangan saling berbisik. pasalnya memang selama ini yang mereka tau pewaris utama Atmaja adalah Jovan Atmaja, Anak tiri dari tuan Atmaja yang selama lima tahun ini sudah menjadi direktur di AF GROUP.
Bukan hanya tamu undangan, Jovan serta Helena yang mendengar hal itu tentu saja terkejut dibuatnya. karna kedua manusia itu memang tidak pernah tau perihal keluarga tuan Atmaja yang masih tersisa.
Cukup lama Mika masih diam dan mengambil nafas dalam. merasa sangat nervous harus go publik di depan semua tamu undangan. "Ayo, Cucuku. Oppa percaya kamu bisa melakukannya" ucap tuan Atmaja sembari mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Iya, Nona. ini memang sudah saatnya anda tunjukkan pada nyonya Helena dan juga tuan Jovan. tunjukkan pada mereka jika anda adalah pewaris utama AF GROUP. jika anda merasa grogi, biar saya temani" timpal asisten Jo. selama lima tahun ini asisten Jo memang yang selalu menemani Mika dan mengajarkan banyak hal akan dirinya.
Saat ini mereka bertiga memang tidak ada di aula, Mika, tuan Atmaja serta asisten Jo masih ada di salah satu ruangan yang ada di sebelah aula.
di luar para tamu tentu saja merasa penasaran. karna Mika tak kunjung keluar, Mereka menoleh ke berbagai arah dan mencari sosok pewaris utama AF GROUP.
"Mikhayla, Kenapa namanya sama dengan nama Mika ya, Kak?" tanya Aryan pada Erdin. mereka berdua memang ikut hadir dalam acara siang ini. karna kebetulan AF GROUP juga menjalin kerja sama dengan BAGASKARA GROUP juga PRATAMA GROUP.
"Entah. mungkin namanya saja yang sama, nama Mika kan banyak. eh tapi bukannya pewaris utama itu Jovan, direktur AF? kok aku bingung ya" Erdin menoleh pada Aryan yang juga terlihat bingung.
Aryan mengangkat bahunya"Kita lihat saja lah kak. tapi bukannya selama ini Jonathan memang sering bilang kalau Jovan hanyalah direktur sementara" balas Aryan.
"Ahh aku sampai lupa perkataan Jonathan. mungkin ini maksudnya kali ya"
bahkan bukan hanya Aryan dan Erdin. Marvin dan juga Adrian juga merasakan hal yang sama. sejak tadi mereka berdua tidak bisa menghubungi Mika, Padahal Marvin dan Adrian sangat ingin mengajak Mika ke acara ini. namun sayangnya gadis itu sama sekali tidak dapat di hubungi.
"Sebenarnya Mika kemana ya, Dri? sejak semalam saya tidak bisa menghubunginya." ujar Marvin yang masih terus berusaha menghubungi nomor ponsel Mika.
__ADS_1
"Aku juga tidak bisa menghubungi nomornya, Vin. apa mungkin dia sakit? bukannya kemarin di restoran dia sempat bilang pusing akibat kehujanan hari itu"
Beberapa hari yang lalu Mika memang sempat kehujanan karna Aryan, Aryan selalu memaksa Mika untuk datang menemuinya. sehingga dengan sangat terpaksa Mika datang ke tempat yang dikatakan oleh Aryan. namun sayangnya saat Mika datang ke tempat itu ternyata Aryan tidak kunjung datang hingga hujan dan membuat Mika kehujanan.
"Bisa jadi begitu, nanti kita ke tempat kos nya"
Di saat semua orang masih pada sibuk dengan pembicaraannya, Mika keluar dari ruangan yang ada di samping aula. membuat semua orang menoleh ke arah suara pintu terbuka dan menatap sosok Mika yang di iringi oleh asisten Jo.
Mika berjalan ke atas panggung dengan jantung yang berdetak cepat. jujur saja ini adalah pertama kalinya Mika menjadi pusat perhatian banyak orang.
"Semangat, Nona. lakukan apa yang sudah kita pelajari tadi pagi" bisik asisten Jo yang mengikuti langkah Mika.
Mika mengangguk paham. Mika tersenyum dan menunjukkan raut wajah ramahnya ke semua tamu undangan yang hadir siang ini.
"Mulai hari ini saya sendiri yang akan menjadi direktur di AF GROUP. semoga kita bisa bekerja saja dengan baik" kata Mika lagi.
Tepuk tangan meriah menggema di aula gedung itu, Akhirnya mereka semua tau sosok pewaris utama dari AF GROUP.
namun tak berselang lama Helena dan juga Jovan merasa tidak terima. bagaimana bisa gadis yang berada di atas panggung saat ini mengaku sebagai cucu kandung tuan Atmaja. dan menjadi pewaris utama AF GROUP. Tentu Helena tidak terima akan hal itu.
Sudah lima tahun tahun berlalu semuanya berjalan sesuai dengan rencananya. namun kenapa setelah hari yang dia tunggu tiba malah tidak sesuai harapannya.
"Apa-apaan ini! siapa kamu? berani sekali mengaku cucu kandung alm suami saya. jangan mengada-ngada. ini juga Jo, Kamu ngapain, Sudah tau kalau pewaris AF GROUP itu hanya Jovan Atmaja. bukan orang lain apalagi dia!" Helena menunjuk pada Mika yang hanya diam. sangat terlihat dari raut wajahnya jika saat ini Helena sedang menahan rasa kesal.
__ADS_1
"Mohon maaf, Nyonya. saya hanya menjalankan tugas. Nona Mika memang pewaris utama yang sah" jawab asisten Jo yang semakin membuat Helena kesal. bahkan bukan hanya Helena. Jovan pun ikut naik ke atas panggung dan menghampiri Mika.
"Yang saya tau ayah Atmaja kehilangan anaknya sejak 27 tahun yang lalu. bagaimana bisa anda mengaku sebagai cucunya? apa jangan-jangan anda ini adalah simpanan ayah saya?" gumam Jovan pada Mika.
Mendengar itu membuat Mika menatap tajam pada Jovan"Jaga bicara anda! memangnya tampang saya terlihat seperti wanita simpanan. kalau tidak tau apa-apa sebaiknya diam. karma anda dan mama anda ini hanyalah Toxic"
"Kamu!" Jovan mengangkat tangannya dan hendak menampar wajah Mika. namun Mika lebih dulu menepis tangan Jovan",Jangan harap tangan kotor anda bisa menyentuh saya" ucap Mika dengan tatapan dinginnya.
"Pergilah sebelum saya mengumbar kejahatan apa yang sudah anda lakukan kepada Oppa saya lima tahun yang lalu" lanjut Mika lagi yang seketika membuat Jovan terdiam.
"Apa maksud omonganmu itu?" tanya Helena yang ikut mendengar perkataan Mika.
"Sepertinya kalian berdua tidak begitu bodoh sehingga tidak mengerti maksud dari perkataan saya. pergi sekarang atau saya"
"Urusan kita belum selesai!" kata Jovan sambil menatap tajam Mika. dengan sangat terpaksa kedua manusia yang sangat gila harta itupun memilih pergi.
Setelah kepergian Jovan dan juga mamanya, Mika duduk di tempat yang sudah di sediakan . wanita itu masih menjadi pusat perhatian semua orang dan juga Erdin, Aryan, Marvin serta Adrian yang merasa cukup terkejut dengan kenyataan jika Mika adalah pewaris utama AF GROUP.
"Kak, Apa sebelumnya kak Erdin tau akan hal ini?" tanya Aryan sambil menatap pada Erdin.
"Tidak, Sepertinya aku harus bertanya pada Mika setelah ini"
Visual Mika👇
__ADS_1