Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Perasaan Mika


__ADS_3

Aryan menatap wajah Mika dengan sangat intens. Pria itu semakin mengeratkan pelukannya seakan meluapkan semua rasa rindu yang selama ini harus dia pendam sendiri. rasa rindu yang semakin hari semakin menyiksa batinnya.


Saat ada kesempatan seperti ini membuat Aryan tidak ingin menyia-nyiakannya, Aryan mencium kening Mika dengan sangat lembut dan sangat lama, hembusan nafas Mika yang hangat membawa ingatannya kembali pada kejadian saat di Jogja luma tahun yang lalu, kejadian dimana Aryan sudah menikmati malam indah dengan Mika tanpa sepengetahuannya.


"Sepertinya tidak apa jika aku menciummu seperti ini, Karena hingga detik ini aku belum merasa pernah menjatuhkan kata talak, Dan itu artinya kamu Masih sah menjadi istriku." ujarnya sambil terus menatap wajah cantik Mika yang masih terlihat lelap dan damai dalam tidurnya.


Untuk kesekian kalinya, Aryan mencium wajah Mika dengan sangat lembut"Aku mencintaimu, sayang. semoga saja suatu hari nanti masih ada keajaiban yang akan membuat kisah kita bisa di lanjutkan kembali.. Maafkan atas kebodohan yang sudah aku lakukan dimasa lalu" gumamnya


Di saat Aryan masih sibuk menikmati pemandangan wajah cantik Mika yang ada di hadapannya, tiba-tiba saja wanita itu menggeliat, karna takut ketahuan akan apa yang sejak tadi Aryan lakukan pada Mika, Akhirnya pria itu memutuskan untuk pura-pura tertidur. berusaha seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. .


Mika yang merasa sesak akhirnya membuka wajahnya, tangan kekar Aryan terlalu erat memeluk tubuh kecil Mika hingga membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Ya, karna rasa rindu yang berkobar membuat Aryan memeluk Mika dengan sangat erat, bahkan pria itu tidak sadar jika apa yang dia lakukan bisa membuat Mika sesak napas.


"Kenapa rasanya sesak sekali" gumam Mika sembari mengerjabkan kedua matanya. tepat di saat kesadarannya sudah terkumpul sempurna, Dia menatap pada sosok yang saat ini ada di hadapannya, sosok yang sejak semalam memeluknya dengan sangat erat hingga membuat tidurnya sangat nyenyak hingga pagi datang.


Kedua mata Mika semakin membulat saat menyadari tangannya sendiri yang ikut nyaman memeluk tubuh kekar Aryan. "Astaga," gumamnya sambil menarik tangannya dari tubuh Aryan.

__ADS_1


Hembusan nafas hangat Aryan sangat terasa menerpa wajahnya. dan entah kenapa hal itu membuat Mika ingin berlama-lama ada di posisi itu, Tenggelam di dalam dada bidang Aryan dengan tangan yang saling memeluk.


"Biarkan aku merasakan hal ini lebih lama, ya allah. seandainya saja kita bisa terus seperti ini,Mas." batin Mika yang masih menikmati pelukan Aryan.


Mika mengangkat wajahnya lalu menatap pada wajah Aryan yang sudah kembali pur-pura tertidur. "Wajahmu masih setampan itu, mas. dan ternyata apa yang kamu katakan itu benar, wajah Kenzo hampir 100% sama denganmu." batin Mika sambil terus menatap wajah Aryan yang pagi ini terlihat sangatlah tampan.


"Mommy, mommy sudah bangun" suara itu membuat Mika reflek mendorong tubuh Aryan cepat, sehingga membuat pria itu terjatuh ke lantai.


"Aaaaa... sakit sekali" Aryan memekik saat tubuhnya sudah tergeletak di atas lantai karna ulah dari Mika.


Melihat Aryan seperti sedang menahan sakit membuat wanita itu segera bangun dari tidurnya lalu menghampiri Aryan" Maafkan aku, aku tidak sengaja mendorongmu" Mika membantu Aryan bangun dari sana.


"Masih tanya kenapa? seharusnya aku yang tanya, Kenapa kamu harus memelukku seperti itu? apa kamu tau aku hampir saja sepanjang malam tidak bisa bernafas karna pelukan kamu yang begitu erat" Cerocos Mika yang tanpa sadar. Sedetik kemudian wanita itu membuka lebar kedua matanya sambil menutup mulutnya sendiri saat menyadari apa yang baru saja dia katakan.


Kalimat itu tentu saja membuat Aryan mengerutkan keningnya"Kamu sepanjang malam hampir tidak bisa nafas karna pelukanku? maksudmu? jangan bilang kalau sebenarnya kamu sadar saat aku memelukmu sepanjang malam?"


Mika yang keceplosan menjadi gugup"Mana ada, Tadi aku bilang gak bisa nafas. dan ketika aku bangun ternyata ada kamu yang memelukku sangat erat" balas Mika yang membenahi ucapannya tadi.

__ADS_1


"Astaga kenapa aku harus keceplosan. jangan sampai mas Aryan ngerti jika memang sepanjang malam aku sudah sadar saat dia memelukku. dan entah bagaimana ceritanya aku bisa ada di tengah" batin Mika sambil berusaha menetralkan perasaan gugupnya.


Tadi malam sekitar pukul 01:20, Mika terbangun karna merasa sangat sulit bernafas. dan saat wanita itu membuka kedua matanya, ternyata sudah ada Aryan di sampingnya yang memeluk Mika dengan sangat erat.


"Benarkah?" Aryan menatap pada Mika yang masih terlihat panik karna perkataannya sendiri"Benarlah, masa iya aku bohong. sudah tidak usah terlalu lebay, jatuh begitu doang mana bisa sakit" Mika bangun dari duduknya lalu beranjak dari sana dan ingin mendekati Kenzo yang sudah terlihat basah dari kamar mandi.


Namun, Langkah itu seketika terhenti saat suara Aryan menerpa indra pendengarannya"Memang tidak terlalu sakit, karna tidak ada rasa sakit yang melebihi memperjuangkan mu. Bahkan selama hampir lima tahun aku lupa akan rasa itu" gumam Aryan yang berhasil membuat Mika terdiam.


Mika memilih melanjutkan masuk ke dalam kamar mandi, melewati Kenzo yang sejak tadi mematung sembari menyaksikan kedua orang itu dengan wajah bingungnya.


Saat sudah sampai di dalam kamar mandi, Mika memejamkan kedua matanya yang terasa panas, sungguh kalimat yang Aryan lontarkan tadi berhasil membuat Mika menjatuhkan air matanya karna merasa sangat bersalah.


Memang selama hampir lima tahun ini Mika sangat melihat bagaimana perjuangan Aryan selama ini. Bahkan pada saat di hendak melahirkan Kenzo, Aryan masih jadi orang pertama yang menjadi penolongnya. Saat itu Aryan rela kehujanan sambil menggendong tubuh Mika ke rumah sakit karna mobil yang digunakan tuan Atmaja untuk membawa cucunya mati di tengah jalan. Sedangkan Aryan sendiri tidak membawa mobil saat itu, karna mobilnya sedang di perbaiki di bengkel.


Dan sialnya karna hari itu hujan turun sangat deras membuat tuan Atmaja menutupi wajah Mika dengan syal. Sehingga Aryan tidak tau jika wanita yang dia gendong adalah Mika, Istrinya. tuan Atmaja yang tau akan hal itu hanya diam, membiarkan Mika dengan pilihannya saat itu yang ingin memulai hidup baru tanpa Aryan. Walaupun lagi-lagi takdir selalu membuat Aryan ada di dalam kehidupannya.


"Apa yang harus aku lakukan"

__ADS_1


Mika menatap wajahnya dari pantulan cermin, sungguh untuk kali ini dia merasa bingung dengan perasaannya sendiri. Terkadang Mika membenci Aryan karna rasa kecewa dimasa lalunya. Namun terkadang rasa benci itu berubah menjadi rasa cinta di saat ya g bersamaan.


__ADS_2