
"Lepas!" Mika berusaha melepaskan pelukan Aryan yang semakin erat. Gadis itu berusaha menahan agar Aryan tidak mendengar suara detak jantungnya.
"Tolong jangan pergi, Mika. Saya mencintaimu, saya sangat mencintaimu" gumam Aryan yabg terus memeluk Mika dan pelukan itu semakin erat. Namun, sebisa mungkin Mika berusaha untuk tidak mudah luluh akan ungkapan cinta yang baru saja terlontar dari mulut Aryan.
"Hahah, cinta? Bulshit! Jangan pernah berbicara soal cinta lagi di depanku, mas. Karna sama sekali aku sudah tidak percaya, Apa yang selama ini kamu lakukan terhadapku sudah menunjukkan bagaimana perasaanmu yang sebenarnya. Mulai sekarang lupakan apa yang sudah terjadi. Aku sudah lelah, maka biarkan aku memulai hidupku yang baru. Berbahagialah dengan hidupmu sendiri. Lepaskan aku"
Mendengar itu Aryan terdiam. Mulutnya seakan terkunci rapat sehingga tak bisa menjawab apa yang baru saja terlontar dari mulut Mika.
"Lepaskan aku."
Dengan sangat terpaksa Aryan pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Mika pergi, Dia hanya bisa menatap punggung Mika yang sudah mulai melangkah dan hendak pergi dari sana dengan tatapan sendunya. Dia tau betul bagaimana watak gadis yang dia nikahi hampir tiga tahun ini, dia gadis yang sangat keras kepala.
Lagi dan lagi langkah Mika terhenti karna mendengar suara Aryan",Bagaimana aku bisa bahagia jika kebahagiaanku yang sesungguhnya adalah kamu"
"Dan aku sudah tidak percaya lagi, Mas. rasa percayaku terhadap kamu sudah hilang sejak perselingkuhan mu dengan Bianca."
Aryan hanya bisa mengambil nafas lalu membuangnya kasar. tidak bisa dia pungkiri jika apa yang sudah dia lakukan bersama dengan Bianca bukan hanya menyakiti hati Mika, namun juga melunturkan kepercayaannya.
"Tolong kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Mika. kita ulangi semuanya dari awal, kasih aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik buat kamu"
"Sudah hampir tiga tahun aku memberikan kamu kesempatan, mas. tapi nyatanya hingga detik ini kamu tidak pernah berubah. dan sekarang setelah aku lelah, kamu baru mau berubah. dari kemarin kemana saja?" Mika memejamkan sejenak kedua matanya yang sudah mulai terasa panas. kemudian wanita itu membalikkan tubuhnya menatap pada Aryan yang sudah menatapnya.
"Lupakan aku. anggap saja aku tidak pernah ada dalam hidupku." pekiknya tanpa menunjukkan ekspresi apapun dari wajahnya. Mika menampakkan ekspresi wajah datar seperti yang selalu Aryan lakukan padanya.
Mika pergi meninggalkan Aryan yang sudah diam membatu. semua yang Mika katakan memang benar, dia menyadari semuanya disaat yang tidak tepat. semua sudah terlambat.
"Aku sadar kalau aku memang salah, Mika. tapi aku tidak akan menyerah sampai disini. aku akan terus berusaha mendapatkan hatimu kembali bagaimanapun caranya. aku gak akan nyerah" batin Aryan sambil menatap pada Mika.
...****************...
Setelah Mika pergi dari rumah, tuan Atmaja akhirnya memutuskan untuk pulang ke mansion yang di tempati oleh Helena serta Jovan.
__ADS_1
"Mas, kamu kenapa baru pulang?" tanya Helena saat melihat sang suami baru saja masuk ke dalam mansion itu dan duduk di ruang tengah.
"Tanpa saya menjawab sekalipun kamu pasti tau kalau saya sibuk mengurus perusahaan" balas tuan Atmaja acuh.
"Mas, kamu kan sudah tidak muda lagi, kenapa gak kamu serahkan saja soal perusahaan pada Jovan. dia itu anak yang cerdas. dan kamu harus ingat kalau Jovan itu lulusan terbaik di fakultas bisnis"
Tak lama kemudian Jovan pun ikut bergabung dan duduk di samping tuan Atmaja. "Iya, Yah. sebaiknya ayah istirahat saja dan percayakan soal perusahaan pada Jovan. Jovan janji tidak akan pernah mengecewakan ayah, bahkan kalau perlu Jovan akan membuat AF GROUP semakin maju" ucap Jovan sambil mendekat pada tuan Atmaja. menggunakan jurus mengambil hati terdahsyat yang pernah dia bisa.
"Dan setelah aku berhasil menguasai perusahaan itu, akan aku antar ayah ketempat yang seharusnya" batin Jovan sambil melirik pada Helena.
"Tuh kan mas. Jovan itu pasti bisa di andalkan" timpal Helena.
"Tunggu lima tahun lagi"
setelah mengatakan hal itu tuan Atmaja langsung bangun dari duduknya lalu pergi dari sana meninggalkan Helena dan juga Jovan yang terlihat kesal..
"Sabar, Jovan. lima tahun itu waktu yang sangat sebentar. bahkan kalau perlu sebelum lima tahun mama akan membuat pria tua itu pergi untuk selama-lamanya"
"Itu terlalu lama, ma. Jovan mau secepatnya" Joven melirik pada sang mama dan tersenyum licik. entah apa yang sebenarnya ada dalam otak pria itu.
Hari berlalu, Jovan yang mendengar jika hari ini tuan Atmaja akan ada urusan ke luar kota membuatnya langsung menjalankan rencananya. Jovan memotong kabel rem mobil ayah tirinya dengan tujuan agar tuan Atmaja bisa segera lenyap dan dia bisa menguasai segalanya tanpa menunggu lima tahun..
"Saya pergi dulu" pamit tuan Atmaja pada Helena dan juga Jovan.
"Hati-hati, Mas. berkabar ya"
"Hati-hati Yah."
Tuan Atmaja pergi dengan menggunakan mobil yang sudah disabotase oleh Jovan sebelumnya. namun saat di tengah perjalanan, Pria tua itu menghentikan mobilnya di pinggir jurang lalu meminta asisten Jo untuk datang ke tempatnya.
"Ada apa tuan meminta saya datang ke tempat ini? dan untuk apa tuan meminta saya buat membawa mayat yang tidak diketahui identitasnya? " tanya asisten Jo saat sudah sampai di tempat itu.
__ADS_1
"Kamu jatuhkan mobil itu. dan buat seakan baru saja terjadi kecelakaan. dan satu lagi, gunakan mayat itu buat pengganti saya. sekalian pakaikan baju ini" tuan Atmaja memberikan setelan jas yang tadi dia gunakan.
Hal itu tentu saja membuat Asisten Jo bingung. sebenarnya apa maksud dari perintahnya. "Cepat lakukan." pintanya
"Baik, tuan. tapi kalau boleh tau kenapa tuan melakukan semua ini?"
"Nanti saya ceritakan. tapi sekarang kamu lakukan dulu apa yang saya minta"
asisten Jo mengangguk. dia melakukan semua yang di perintahkan oleh tuan Atmaja. bahkan kejadian itu terlihat seperti murni kecelakaan.
"Bawa saya ke mansion utama. nanti akan saya ceritakan semuanya pada kamu dan juga Mika"
Tadi malam setelah pergi dari ruang tengah, sebenarnya tuan Atmaja masih berdiri di balik tembok dan mendengarkan semua pembicaraan Helena serta Jovan .bahkan tuan Atmaja juga mendengar saat Jovan mengatakan jika lebih cepat lebih baik.
"Saya ikuti permainan kalian" batin Tuan Atmaja sambil mengepalkan kuat kedua tangannya.
Seperti yang sudah direncanakan. Helena serta Jovan akhirnya mendapat kabar tentang musibah yang menimpa tuan Atmaja sehingga membuatnya terbakar di dalam mobil.
Dtttttt.....Dtttttt
📱:Halo selamat pagi, dengan Helena di sini
📱:Halo bu Helana. saya dari kepolisian ingin menyampaikan kabar duka pada anda
📱:Hah! kabar duka? maksudnya, pak?
📱:Suami anda tuan Atmaja mengalami kecelakaan. dan mobilnya terbakar.
📱:Apa!! lalu bagaimana keadaan suami saya, Pak?
📱: suami anda ikut terbakar dalam mobil itu. saat ini pihak kepolisian masih mencoba mengevaluasi jenazahnya.
__ADS_1
📱: Tidakk.... ini tidak mungkin