Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Bertemu


__ADS_3

Mendengar suara ketukan pintu membuat Mika segera mengusap kedua matanya lalu membuka pintu kamar itu. Ternyata yang datang adalah kakeknya.


"Oppa. Ada apa?" tanya nya pelan


Tuan Atmaja tak langsung Menjawab. Pria tua itu masih menatap kedua kata Mika yang meninggalkan bekas air mata dari kedua sudut matanya


"Are you oke?" Tuan Atmaja terus menatap wajah Mika sambil bertanya. entah kenapa pria tua itu bisa bertanya apakah Mika baik-baik saja.


Mika yang mendengar itu tentu saja cukup terkejut"Maksud, Oppa? Aku baik kok. Memangnya kenapa?" balasnya sambil meraba wajahnya sendiri.


Pria tua itu tersenyum sambil masuk ke dalam kamar Mika"Cucuku. Mungkin kita memang hanya tingga bersama sejak kemarin. Tapi apakah kamu lupa jika aku ini adalah kakekmu? Tanpa kamu mengatakannya sekalipun, Oppa tau jika kamu saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ada apa? Coba cerita sama Oppa? Jangan pendam semuanya sendiri. Sekarang kamu sudah ada keluarga yang bisa kamu jadikan tempat untuk mengadu. Tempat untuk berbagi, Tempat untuk mengeluh" tuan Atmaja menatap Mika yang sudah menunjukkan raut wajah sendunya.


Namun gadis itu tak langsung menjawab. Mika masih terdiam sambil menoleh ke lain arah. dadanya kembali terasa sesak mendengar pertanyaan itu.


"Cucuku, kenapa kamu diam saja? Jangan simpan bebanmu sendiri, sayang. Ada oppa yang bisa kamu jadikan rumah. Tempat kamu pulang, tempat kamu berlindung. Jadi oppa minta jangan pendam semuanya sendiri. Oppa tau jika kamu habis menangis kan?"


Mika mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. awalnya Mika memang sudah memutuskan untuk tidak menceritakan perihal kehidupannya sebelum dia ada di tempat ini, Namun Mika sadar jika dia memang harus mengatakan segalanya tentang kehidupannya.


Mika duduk di samping sang kakek"Oppa, mungkin Oppa benar, sekarang sudah tidak seharusnya aku memendam semuanya sendiri. aku harus bilang sama Oppa tentang masalah yang saat ini aku hadapi hingga aku bisa ada di kota ini"


Tuan Atmaja mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Mika"Memangnya masalah apa yang sedang kamu hadapi, Sayang?" tuan Atmaja semakin merasa penasaran saat mendengar cerita Mika tadi.


"Sebenarnya ada hal yang sudah membuat ku ada di kota ini, Oppa. aku habis bertengkar dengan suamiku"


"Suami? kamu sudah menikah, nak?"


Tuan Atmaja semakin menatap pada wajah Mika yang menampakkan senyuman kakunya."Sudah, Oppa. bahkan aku menikah sejak masih kelas dua SMA. hanya saja pernikahan kami tak sejalan dengan apa yang aku harapkan. oleh karena itu aku putuskan untuk menyerah dan mundur dari pernikahan itu"

__ADS_1


"Kelas dua SMA? Bagaimana bisa kalian menikah di usia dini? jaman SMA itu bukan waktunya berumah tangga,"


"Ada insiden tak sengaja yang membuat mereka salah paham dan meminta Mika buat menikah saat itu juga. dan sialnya Mika malah terjebak dalam pernikahan toxic itu selama bertahun-tahun. rasa cinta yang begitu besar membuat Mika tetap bertahan di sampingnya dan menerima semua perlakuan yang dia berikan. bahkan Mika sampai mengorbankan perasaan Mika sendiri hanya demi bisa bersamanya hingga saat ini" terang Mika dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.


"Memangnya apa yang dia lakukan terhadapmu, Cucuku? kenapa kamu sampai terlihat sedih seperti itu?" tuan Atmaja semakin merasa penasaran saat melihat raut sedih Mika.


Namun gadis itu diam tak lagi melanjutkan ceritanya. "Oppa, Sudah malam aku ngantuk. besok waktunya kerja siff pagi. jadi Mika harus bangun lebih pagi dari tadi" tuan Atmaja yang paham akan Mika hanya mengangguk. dia pun keluar dari dalam kamar Mika dengan beberapa pertanyaan yang mengusik pikirannya.


"Sebenarnya apa yang dia sembunyikan. aku harus meminta mereka untuk mencari tau akan hal ini" batin tuan Atmaja di sela langkahnya.


Setelah sampai di dalam kamarnya, Tuan Atmaja melihat ponselnya yang menyala, Ternyata ada beberapa panggilan masuk serta pesan masuk dari Helena.


[ Mas, Ada dimana? kenapa sudah dua hari tidak pulang? memang urusannya belum selesai? ]


Membaca pesan dari Helena membuat tuan Atmaja sadar jika memang sudah dua hari dia tidak pulang kerumah. karma mendengar anak buahnya mengatakan sudah bisa menemukan cucu kandungnya, Tuan Atmaja sampai lupa jika dia punya istri yang umurnya sama seperti umur Madinah anaknya.


[ Besok saya pulang ] send


📱: Halo selamat malam, Tuan. ada yang bisa saya bantu?


📱: Saya mau kalian berdua mencaritahu siapa suami cucu saya dan apa permasalahan yang sedang mereka hadapi saat ini.


📱: Baik, Tuan. kami akan mencari tau secepatnya


📱:Good. kalau bisa besok pagi kalian langsung terbang ke Indonésia. saya akan transfer uang buat keperluan kalian.


📱:Baik, tuan.

__ADS_1


Tut....Tut. Tu...


Tuan Atmaja langsung memutuskan sambungan telponnya setelah mengatakan apa yang akan dia perintahkan pada kedua orang kepercayaannya yang selama ini mencari Mika.


"Semoga saja mereka bisa segera menemukan siapa suami dari Mika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam sudah berlalu. Karna hari ini jadwal Mika masuk pagi, oleh karena itu gadis itu sudah siap buat berangkat bekerja seperti biasanya.


Mika memang sangat semangat bekerja. Karna hanya hal itu dan juga kuliah yang bisa membuatnya lupa akan sosok Aryan yang selalu mengusik pikirannya.


"Oppa, Aku berangkat kerja dulu. maaf karna pagi ini aku tidak bisa menemani Oppa sarapan"


"Tidak masalah, cucuku. hati-hati di jalan ya. apa perlu su-" belum sempat dia menyelesaikan perkataannya, Mika sudah menimpali perkataannya"Apa Oppa lupa syarat dari aku. Aku berangkat dulu, Oppa. assalamualaikum"


Mendengar perkataan Mika hanya membuat tuan Atmaja mengangkat kedua sudut bibirnya. dia teringat akan sosok Madinah yang sifatnya sangat mirip seperti Mika.


"Anak itu tak beda jauh dari mamanya." gumamnya sambil terus menatap punggung Mika yang sudah keluar dari sana.


Karena jarak tempat kerja Mika tidak begitu jauh, Dia memutuskan untuk jalan kaki ke restoran Dirgantara sekalian olah raga pagi.


Mika menghirup udara pagi yang segar sambil memejamkan kedua matanya. menikmati setiap helaan nafas yang begitu menenangkan. suasana kota ini sangat Mika sukai.


Karna terlalu menikmati udara pagi sambil memejamkan kedua matanya, Mika tanpa sengaja menabrak seseorang yang sedang memperbaiki tali sepatunya.


Hal itu membuat orang itu mengangkat wajahnya. dia menggelengkan kepalanya seakan tak percaya bisa bertemu dengan Mika di tempat ini.

__ADS_1


Deg!!!


Bukan hanya orang itu, Bahkan Mika juga merasakan hal yang sama. jantungnya berdegup kencang dan membuatnya membalikkan tubuhnya hendak pergi dari sana. namun langkahnya terhenti saat tangan kanannya di tarik oleh Aryan dan membuat tubuh gadis itu masuk dalam dekapannya.


__ADS_2